My WordPress Blog

Aksi Bus Borneo FC Dilempari Batu, Pemain Pesut Etam Lakukan Ini

Momen Tak Mengenakkan yang Dialami Borneo FC

Pada pertandingan lanjutan match day ke-26 Super League 2025/2026 antara Borneo FC melawan Madura United di Stadion Gelora Ratu Pemelingan, Pamekasan, Minggu 5 April 2026, terjadi momen tak mengenakkan yang dialami oleh para pemain dan staf Borneo FC. Bus yang digunakan oleh tim Borneo FC dilempari batu oleh sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab.

Aksi tersebut membuat para pemain Pesut Etam langsung murka dan keluar dari bus untuk mengejar pelaku. Tidak hanya pemain, tetapi juga staff dan ofisial Borneo FC turut serta dalam upaya mengejar orang-orang yang melakukan pelemparan tersebut. Kejadian ini viral di media sosial dan diunggah oleh beberapa akun pengamat sepak bola tanah air, salah satunya adalah akun Instagram @freedomfootball.samarinda pada hari yang sama.

Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa seorang pria yang sedang menaiki motor diduga menjadi pelaku pelemparan batu tersebut. Setelah dihampiri oleh pemain dan staff Borneo FC, pria tersebut langsung berlari meninggalkan lokasi. Dalam keterangan akun tersebut, disampaikan bahwa “TELAH TERJADI PELEMPARAN BATU DARI SUPPORTER MADURA UNITED TERHADAP BUS BORNEO FC!! @maduraunited.fc,”

Saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun dari Borneo FC dan Madura United terkait kejadian tersebut. Meskipun demikian, Borneo FC berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-1 atas Madura United. Semua gol yang tercipta dalam laga tersebut berasal dari para pemain Borneo FC.

Gol-Gol Kemenangan Borneo FC

Gol pertama Borneo FC dicetak oleh Koldo Obieta pada menit ke-2 dan menit ke-61. Sementara itu, Mariano Peralta mencetak gol tunggal di menit ke-90+5′. Di sisi lain, Christophe Nduwarugira, gelandang Borneo FC, mencetak gol bunuh diri pada menit ke-42′.

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Sejak menit pertama, kedua tim tampil terbuka dan saling memberikan tekanan. Madura United memulai permainan dengan serangan yang dipimpin oleh Lulinha. Sepakan kerasnya hampir saja membobol gawang Nadeo Argawinata, namun kiper Timnas Indonesia itu berhasil menghalau tendangan tersebut.

Borneo FC berhasil membuka keunggulan di menit ke-2 melalui gol Koldo Obieta. Serangan dari sisi kiri melalui Juan Villa dan Mariano Peralta sukses dituntaskan oleh Obieta. Sepakannya berhasil merobek jala Dicky Indrayana dan membawa Borneo FC unggul 1-0.

Madura United kemudian menyamakan skor di menit ke-41 melalui gol Junior Brandao. Umpan cornerkick Jordy Wehrmann tepat mengarah ke arah striker Madura United tersebut. Sayangnya, bola yang coba diadang oleh Nduwarugira justru mengarah ke gawang Nadeo Argawinata. Imbas dari gol tersebut, Nadeo Argawinata marah hingga banting botol air minum.

Babak Kedua

Di babak kedua, Borneo FC terus menekan setelah kembali disamakan oleh Madura United. Serangan dilakukan dari sisi kanan dan kiri, dengan Juan Villa dan Mariano Peralta sebagai aktornya. Di menit ke-60, Koldo Obieta kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari sisi kanan dan menanduk bola dengan baik.

Skor berubah menjadi 1-2 untuk keunggulan Borneo FC. Di akhir babak kedua, Mariano Peralta berhasil mencetak gol ketiga setelah memanfaatkan kelengahan Madura United. Sepakan kerasnya berhasil merobek gawang Dicky Indrayana dan memastikan kemenangan Borneo FC dengan skor 3-1.

Susunan Pemain

Madura United

Ketua Pelatih:

Dicky Indrayana, Ahmad Rusadi, Novan Setyo, Pedro Monteiro, Roger Bonet, Jordy Wehrmann, Kerim Palic, Taufany Muslihuddin, Ahmad Nufiandani, Jose Brandao, Lulinha

Cadangan:

Paulo Sitanggang, Taufik Hidayat, Adhitya Harlan, Ferian Maulana, Iran Junior, Emerson Santos, Riquelme Silva, Giovanni Numberi, Ilhamsyah dan Kartika Vedhayanto

Borneo FC

Pelatih: Fabio Lefundes

Nadeo Argawinata, Christiphe Nduwarugira, Jose Cleyton, Alfharezzi Buffon, Caxambu, Ikhsan Nul Zikrak, Juan Villa, Kei Hirose, Rivaldo Pakpahan, Mariano Peralta, Koldo Obieta

Cadangan:

Diego Michiels, Ardi Idrus, Ahmad Agung, Redzuan Fachigi, Dwiky Hardiansyah, Daffa Fasya, Camara Ousmane, Mohammad Anez, Marcos Emanuel, Syahrul Trisna dan Komang Teguh.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *