My WordPress Blog

Psikolog Lita Gading Bongkar Alasan di Balik Sebutan “Downgrade” Michelle Ashley ke Pinkan Mambo

Persepsi “Downgrade” dari Michelle Ashley terhadap Ibu Kandungnya

Lita Gading, seorang psikolog ternama, memberikan pandangan kritis mengenai pernyataan Michelle Ashley yang menyebut ibunya sebagai “downgrade”. Menurut Lita, istilah tersebut tidak hanya muncul dari rasa kecewa, tetapi juga berkaitan dengan perbedaan gaya hidup dan perasaan malu yang muncul dari sang putri.

Michelle Ashley, yang berusia 20 tahun, menyampaikan kekecewaannya terhadap perubahan drastis gaya hidup Pinkan Mambo setelah menikah dengan Arya Khan. Dalam unggahan di akun TikTok pribadinya, ia menyebut bahwa standar hidup ibunya merosot jauh sejak menikah dengan suami barunya. “Sebenarnya aku nggak ngerti deh, semenjak mami itu nikah lagi sama… ya kalian tau lah siapa. Mami itu kayak downgrade banget,” ujar Michelle.

Selain itu, Michelle juga merasa tidak diundang saat Lebaran oleh Pinkan dan Arya. Hal ini memperkuat persepsinya bahwa hubungan antara dirinya dan orang tuanya semakin renggang. Ia juga menyampaikan ketidaksukaannya terhadap sosok Arya Khan, yang menurutnya tidak sesuai dengan harapan.

Perubahan Gaya Hidup dan Pengaruh Psikologis

Lita Gading menjelaskan bahwa persepsi “downgrade” yang disampaikan Michelle kemungkinan besar terkait dengan perubahan gaya hidup Pinkan Mambo. “Mungkin downgrade-nya dari gaya hidup dan lifestyle-nya dia (Pinkan) mungkin dianggap tidak sesuai dengan anaknya,” ujarnya.

Menurut Lita, faktor usia dan kedewasaan anak juga memengaruhi cara pandang Michelle terhadap ibunya. “Karena anaknya sudah dewasa, dan dia punya rasa malu, gengsi barangkali, atau mungkin sesuatu yang memang ada batasnya.”

Ia juga merasa miris melihat kondisi Pinkan Mambo yang harus turun ke jalan untuk bernyanyi. “Ngamen sampai ditegur Dishub buat saya miris memang, karena sekelas Pinkan, benar kata anaknya,” terang Lita.

Namun, Lita menegaskan bahwa soal penghasilan bukan satu-satunya tolok ukur kesuksesan. “Terlepas berapa ia mendapatkan pendapatan berapapun, menurut saya banyak atau tidaknya itu berbeda,” katanya.

Penyesuaian Gaya Hidup yang Lebih Bijak

Lita menyarankan adanya penyesuaian gaya hidup yang lebih bijak. “Ya turunkan lifestyle-nya jangan terlalu boros barangkali. Mungkin hidup yang sederhana lebih baik daripada mencari uang dengan cara yang seperti itu,” pungkasnya.

Perubahan gaya hidup yang dilakukan oleh Pinkan Mambo dan Arya Khan diketahui terkait dengan utang biaya pengobatan jantung Luke, putra Pinkan dari pernikahan sebelumnya. “Banyak utang kak, karena banyak biaya waktu dari Singapura,” ucap Arya Khan.

Pinkan Mambo juga mengungkapkan alasan utamanya banting setir dan turun langsung mencari penghasilan. “Banyak utang gegara anak sakit kak, jadi terjun payung,” pungkasnya.

Tantangan dalam Hubungan Keluarga

Perubahan yang terjadi dalam kehidupan Pinkan Mambo dan Arya Khan tidak hanya berdampak pada finansial, tetapi juga pada dinamika keluarga. Michelle Ashley, yang merasa tidak nyaman dengan perubahan tersebut, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.

Dalam wawancara dengan media, Pinkan Mambo menjelaskan bahwa tindakan yang diambilnya adalah untuk kepentingan anaknya. “Ini yang bakalan bikin jadi aku miliarder. Karena dari sini dari uang Rp100.000 bakal bakal jadi 100 juta biar usaha donat berkembang, bakal beranak, punya anak, usaha baju, dan usaha lainnya,” katanya seraya bergurau.

Meskipun begitu, situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara anggota keluarga yang terlibat dalam perubahan hidup yang signifikan. Dari sudut pandang psikologis, perasaan malu dan gengsi yang muncul dari Michelle Ashley bisa menjadi indikator penting dalam memahami dinamika keluarga yang sedang menghadapi tantangan ekonomi dan emosional.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *