My WordPress Blog

Wanita Coba Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka, Bawa Tali, Korban Pelecehan dan KDRT

Peristiwa Percobaan Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka

Seorang perempuan berinisial JSLP (20) mencoba mengakhiri hidupnya di depan gerbang Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/3/2026) malam. Aksi ini berhasil digagalkan oleh petugas keamanan setempat.

Awal Kejadian

Peristiwa bermula ketika anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang bertugas di Pos 02 mencurigai gerak-gerik perempuan tersebut sekitar pukul 23.35 WIB. Petugas kemudian mendekati wanita itu. Saat dihadang, sepatu yang dikenakannya ternyata sudah terlepas, menambah kecurigaan anggota yang bertugas.

Kejadian ini segera dilaporkan ke Komandan Posko dan diteruskan kepada anggota Brimob yang juga berjaga di sekitar kawasan Istana. Sekitar pukul 00.10 WIB, dokter dari Bidokkes Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi untuk melakukan pendekatan dan berusaha berkomunikasi dengan perempuan tersebut.

Penanganan dan Pemeriksaan

“Namun, yang bersangkutan terus menjauh setiap kali akan didekati. Akhirnya, pukul 00.56 WIB, wanita tersebut berhasil diamankan,” ujar Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026).

Setelah berhasil diamankan, JSLP dibawa ke Posko Pengamanan Polri di kawasan Istana untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pada pukul 01.16 WIB, Senin (23/3/2026), ia kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan intensif. Namun, saat hendak dibawa oleh petugas, JSLP sempat berontak.

Dari pemeriksaan awal, diketahui bahwa ia mengidap depresi. Petugas menemukan tali tambang dua meter yang diduga akan digunakannya untuk mengakhiri hidup. “Percobaannya gantung diri karena memang ada tali yang kita amankan. Tali tambang warna putih sepanjang 2 meter,” lanjutnya.

Buku Kontrol Kejiwaan dan Penanganan Lanjutan

Saat pemeriksaan awal, JSLP cenderung tertutup dan hanya menjawab singkat setiap pertanyaan petugas. Dari dalam tas korban, polisi menemukan buku kontrol kejiwaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Berdasarkan temuan tersebut, petugas kemudian berkoordinasi dengan dokter yang sebelumnya menangani JSLP. Atas rekomendasi dokter, JSLP dibawa ke RSCM untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Rita menambahkan, JSLP merupakan warga Jakarta Timur dan memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Saat dimintai keterangan terkait keluarga, JSLP lebih banyak diam dan menolak memberikan kontak orangtuanya. Ia bahkan berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengakhiri hidup.

“Yang dia katakan hanya, ‘Saya pengin bunuh diri, saya pengin bunuh diri,’” tutur Rita menirukan ucapan JSLP.

Korban Pelecehan Seksual dan KDRT

Rita mengungkapkan, dari hasil penelusuran, JSLP ternyata merupakan korban pelecehan seksual yang terjadi pada 2023 di Jakarta Pusat dan dia juga pernah membuat laporan ke unit PPA. Namun, perkara itu gugur dikarenakan sudah ada pertanggungjawaban dari si pelaku yang menikahi JSLP. Keluarga korban dan pelaku saat itu sepakat menikahkan keduanya di Kantor Urusan Agama (KUA) Tegal, Jawa Tengah.

Setelah menikah, JSLP tinggal bersama suaminya di Sulawesi Tengah. Namun, ia kembali ke Jakarta setelah diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Rita menduga kondisi rumah tangga tersebut menambah beban psikologis korban hingga memicu depresi berat.

“Mungkin di Sulawesi Tengah atau saat rumah tangga ada kejadian apa gitu, ternyata ada kejadian KDRT. Akhirnya dia (JSLP) kembali lagi ke Jakarta,” lanjut Rita.

Saat ini, suami JSLP diketahui masih berada di Kabupaten Buol, Tolitoli, Sulawesi Tengah. Rita tidak menjawab terkait informasi yang beredar menyebut suami JSLP merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN). Dia menyebut pihaknya masih berupaya menjalin komunikasi dengan suaminya.

“Jadi ini penanganannya seperti itu, diselesaikan dengan cara komunikasi dulu,” tutur Rita.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *