Perbedaan Pendapat Antara Amerika Serikat dan Iran Mengenai Akses Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pernyataan yang bertentangan dengan sikap resmi pemerintah Iran terkait akses di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa Iran memberikan hadiah terbesar berupa pembukaan akses di selat tersebut. Sementara itu, pemerintah Iran secara tegas menutup akses bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai agresor, khususnya Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan Resmi Iran
Iran menyatakan bahwa kapal-kapal milik pihak agresor, seperti AS dan rezim Israel, serta peserta agresi lainnya, tidak memenuhi syarat untuk melintasi jalur pelayaran vital ini. Pernyataan ini disampaikan melalui nota resmi Kementerian Luar Negeri Iran kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO), sebagaimana dilansir AFP. Iran menegaskan bahwa tanggung jawab atas segala bentuk gangguan atau risiko di wilayah tersebut sepenuhnya berada di tangan AS dan Israel.
Menurut pernyataan tersebut, tindakan AS dan Israel dianggap telah membahayakan perdamaian dan stabilitas regional serta mengekspos pelayaran internasional terhadap ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meski demikian, kapal-kapal yang dianggap non-hostile atau tidak bermusuhan diperbolehkan melintasi Selat Hormuz, asalkan mematuhi regulasi keselamatan dan keamanan serta berkoordinasi dengan otoritas terkait.
Klaim Trump tentang Hadiah dari Iran
Terpisah, Trump mengklaim bahwa Iran memberikan hadiah besar terkait Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan oleh Trump di Ruang Oval, Selasa (25/3/2026), setelah dia menunda ancaman serangan terhadap pembangkit listrik Iran. Trump menyebutkan bahwa Washington sedang dalam proses negosiasi dengan sejumlah tokoh di Iran. Namun, pihak Teheran membantah adanya pembicaraan apa pun untuk mengakhiri konflik yang kini memasuki minggu keempat.
Dalam acara pelantikan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS yang baru, Markwayne Mullin, Trump mengungkapkan bahwa hadiah tersebut berkaitan erat dengan sektor energi. “Mereka melakukan sesuatu yang luar biasa kemarin. Mereka memberi kami hadiah dan hadiah itu tiba hari ini. Itu adalah hadiah yang sangat besar senilai uang yang sangat banyak,” ujar Trump kepada wartawan. Ketika ditanya apakah hal itu berkaitan dengan tuntutan agar Iran membuka kembali akses lalu lintas minyak di Selat Hormuz, Trump membenarkannya.
Situasi Kepemimpinan di Iran
Trump juga menyentuh situasi kepemimpinan di Iran pasca-gugurnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama serangan udara gabungan Israel-AS. Hingga saat ini, penerusnya, Mojtaba Khamenei, belum muncul di depan publik. Menurut Trump, kematian para pejabat tinggi Iran menandai perubahan rezim yang nyata. “Para pemimpinnya sangat berbeda dengan orang-orang yang kita hadapi di awal,” ucapnya.
Tokoh-Tokoh yang Terlibat dalam Negosiasi
Sejumlah tokoh penting di lingkaran dalam Trump dikabarkan terlibat dalam negosiasi ini, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan Trump Steve Witkoff, dan menantu Trump Jared Kushner. Terdapat laporan bahwa Witkoff dan Kushner tengah menuju Pakistan untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut, yang kemungkinan akan diikuti oleh Vance.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah menawarkan diri sebagai mediator dan mengaku telah berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.











