Peristiwa Mengerikan yang Menewaskan Siswi SMP di Garut
Kabar duka kembali mengguncang masyarakat Kabupaten Garut. Seorang siswi SMP asal Kampung Karikil Lebak, Desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan, meninggal dunia setelah diduga ditusuk oleh kakak kandungnya sendiri. Kejadian ini menimbulkan kegundahan besar bagi warga sekitar dan menjadi perhatian serius dari aparat kepolisian.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di rumah keluarga korban yang berada di wilayah Kampung Karikil Lebak. Saat itu, korban masih dalam status pelajar SMP dan tinggal bersama keluarganya. Informasi yang didapatkan menyebutkan bahwa kejadian berlangsung secara tiba-tiba. Korban diduga mengalami luka tusukan dari senjata tajam yang dilakukan oleh kakak kandungnya sendiri hingga akhirnya meninggal dunia.
Tidak lama setelah kejadian, aparat kepolisian dari Polsek Cisurupan dan Polres Garut langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan terduga pelaku.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Joko Prihatin, membenarkan adanya peristiwa dugaan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 11 Maret 2026, sekitar pukul 14.10 WIB di Kampung Karikil Lebak RT 01 RW 13, Desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.
Menurut penjelasan Joko, korban bernama Jihan Azhari Nurhakim (15) sedang beristirahat dan berbaring di ruang tengah rumah saat kejadian terjadi. Secara tiba-tiba, pelaku yang berinisial RR (27), yang merupakan kakak kandung korban, melakukan penusukan menggunakan pisau dapur dan mengenai dada sebelah kanan korban.
Setelah mengalami luka tusukan, korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah sambil meminta pertolongan kepada warga. Namun, diduga sudah tidak kuat, korban kemudian terjatuh dan terdiam di samping rumah dengan jarak kurang lebih 20 meter dari lokasi kejadian.
Beberapa warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke klinik yang berada di Jalan Raya Cidatar, Cisurupan. Namun setibanya di klinik, korban dinyatakan meninggal dunia (MD) akibat luka tusukan di bagian dada sebelah kanan.
Pelaku berhasil diamankan oleh petugas di rumah yang menjadi lokasi kejadian perkara. Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan kepada petugas kepolisian.
Menurut keterangan sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik, terduga pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Namun demikian, kepolisian masih akan memastikan kondisi tersebut melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Berdasarkan keterangan saksi, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Untuk memastikan hal tersebut, kami akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap yang bersangkutan,” katanya.
Pemeriksaan kejiwaan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk mengetahui kondisi mental pelaku saat peristiwa terjadi.
Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut. Petugas kepolisian juga telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan di lokasi kejadian.
“Saat ini, kasus tersebut tengah kita tangani untuk menjalani proses penyidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga masih mendalami berbagai keterangan saksi guna mengungkap secara utuh kronologi peristiwa tragis tersebut,” ucap Joko.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











