Doa dan Amalan Saat Hari Pertama Haid
Hari pertama haid sering kali membuat tubuh terasa tidak nyaman. Perubahan hormonal yang terjadi bisa memengaruhi energi dan suasana hati, sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih berat dari biasanya. Di tengah kondisi ini, Mama tetap bisa menjaga ketenangan dan keseimbangan dengan melakukan doa dan amalan tertentu. Meskipun beberapa ibadah seperti shalat ditangguhkan saat haid, doa tetap menjadi cara sederhana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut adalah rangkuman doa yang bisa dibaca selama hari pertama haid, lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan artinya sebagai panduan:
Doa Hari Pertama Haid
Doa yang dianjurkan oleh Sayyidah Aisyah RA saat sedang mengalami haid, sebagaimana disebutkan dalam kitab Nuzhatul Majalis karya Syekh Abdurrahman As-Shafuri:
الْحَمْدُللهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ
Bacaan Latin: Alhamdulillah ala kulli halin wa astaghfurullaha min kulli dzanbin
Artinya: “Segala puji bagi Allah atas segala perkara, dan aku memohon ampun kepada Allah atas segenap dosa.”
Doa ini bisa dibaca untuk memohon ketenangan dan kekuatan batin selama masa haid.
Doa Saat Nyeri Haid

Di hari pertama, Mama juga bisa merasakan nyeri haid. Berikut doa yang bisa Mama baca untuk memohon kesembuhan:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Bacaan Latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syaafi laa syifaa illaa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqama
Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah. Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.” (HR Bukhari).
Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Haid

Beberapa amalan yang bisa dilakukan saat haid antara lain:
-
Memperbanyak dzikir dan sholawat
Mama bisa mengamalkan sebanyak-banyaknya kalimat thayyibah seperti tahmid, tasbih, takbir, dan lainnya sebagai pengganti shalat. Rasulullah SAW bersabda:
[ يسبح مائة تسبيحة فيكتب له ألف حسنة أو يحط عنه ألف خطيئة ] رواه مسلم
Artinya: “Bertasbih 100 kali maka ditulislah untuknya 1000 kebaikan atau dihapus darinya 1000 kesalahan.” (HR Imam Muslim). -
Murajaah atau pengulangan hafalan Al-Qur’an
Mama tetap bisa mendapat pahala membaca Alquran dengan melakukan murajaah hafalan atau membaca Alquran terjemah sebagai pengganti amalan membaca Al-Qur’an. -
Istiqomah istighfar
Dalam haditsnya, Rasulullah SAW menjelaskan 3 keutamaan bagi seseorang yang istiqamah dalam membaca istighfar. Bunyi haditsnya sebagaimana berikut:
من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لا يحتسب
Artinya: “Barangsiapa yang istiqomah membaca Istighfar, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, Allah akan memberinya kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (HR Imam Abu Dawud). -
Menjaga kebersihan
Disebutkan dalam hadits dari Aisyah, bahwa ketika Aisyah mengikuti haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesampainya di Makkah beliau mengalami haid. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya:
…..دعي عمرتك وانقضي رأسك وامتشطي
Artinya: “Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan ber-sisir-lah…” (HR Bukhari 317 & Muslim 1211).
Nah, menjalani hari pertama haid tak hanya soal menjaga kondisi fisik, tetapi juga menenangkan hati. Semoga doa-doa yang dibaca dapat menghadirkan ketenangan, kekuatan, dan kenyamanan selama masa haid, ya, Ma!
FAQ Seputar Doa Hari Pertama Haid
Apakah boleh membaca Al-Qur’an saat haid?
Terdapat perbedaan pendapat ulama. Sebagian membolehkan membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf, seperti melalui hafalan atau media digital, sementara sebagian lain menganjurkan untuk menunggu hingga suci.
Apa hikmah berdoa saat hari pertama haid?
Menenangkan diri secara emosional, menerima kondisi tubuh dengan lapang dada, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Bagaimana sikap yang dianjurkan saat mengalami haid?
Menjaga kebersihan diri, istirahat cukup, tetap berprasangka baik kepada Allah, dan memanfaatkan waktu dengan ibadah nonfisik seperti doa dan dzikir.











