My WordPress Blog

Kasus Korupsi Bupati Pekalongan: Anak Dapat Rp 2,5 M, Jadi Direktur

Kasus Korupsi Bupati Pekalongan, Uang Diduga Hasil Korupsi Mengalir ke Keluarga

Nama Mukhtaruddin Ashraff Abu, anggota DPR RI, kini menjadi sorotan setelah istrinya, Fadia Arafiq, ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (3/3). Ashraff yang berasal dari Partai Golkar, sama-sama partai dengan Fadia, disebut oleh KPK menerima uang yang diduga berasal dari hasil korupsi.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa perusahaan keluarga Fadia, PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), telah menerima total Rp 46 miliar dari berbagai kontrak proyek pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan selama periode 2023-2026. Dari jumlah tersebut, hanya sebesar Rp 22 miliar yang digunakan untuk pembayaran gaji pegawai outsourcing. Sisanya, sekitar Rp 19 miliar atau sekitar 40% dari total transaksi, dinikmati dan dibagikan kepada keluarga Bupati.

Suami dan Anak-anak Bupati Pekalongan Bakal Dipanggil KPK

Dugaan penerimaan uang tersebut juga menimpa suami dan anak-anak Fadia. KPK akan memanggil mereka terkait dugaan penerimaan aliran uang maupun pengelolaan PT RNB. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik akan melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak tersebut.

PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) didirikan oleh Fadia bersama dua orang anggota keluarganya, yaitu:

  • Mukhtaruddin Ashraff Abu (ASH), suami Fadia sekaligus anggota DPR RI.
  • Muhammad Sabiq Ashraff (MSA), anak Fadia sekaligus anggota DPRD Pekalongan.

Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan jasa yang aktif dalam berbagai kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Struktur Perusahaan Keluarga Fadia

Dalam struktur perusahaan, Ashraff menjabat sebagai komisaris, sedangkan Sabiq menjadi direktur. Fadia sendiri bertindak sebagai beneficial owner. Namun, posisi Sabiq diganti oleh orang kepercayaannya, Rul Bayatun.

Selain itu, pegawai PT RNB juga diisi oleh tim sukses bupati yang ditugaskan untuk bekerja di sejumlah perangkat daerah pada Pemkab Pekalongan. Setelah satu tahun beroperasi, PT RNB mendapatkan banyak proyek pekerjaan pengadaan jasa outsourcing di sejumlah perangkat daerah pada Pemkab Pekalongan.

Diduga, proyek-proyek tersebut bisa dimenangkan oleh PT RNB karena adanya intervensi dari Fadia dan Sabiq kepada sejumlah kepala dinas.

Penggunaan Uang Korupsi dalam Perusahaan Keluarga

KPK menyebut bahwa Fadia melakukan korupsi melalui perusahaan keluarga bernama PT Raja Nusantara Berjaya (RNB). Perusahaan ini dibuat agar dirinya memenangkan proyek pengadaan di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Menurut Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Fadia menunjuk asisten rumah tangganya (ART), Rul Bayatun, untuk menjadi direktur di perusahaan tersebut. Awalnya, perusahaan ini dibentuk oleh ASH bersama putranya, MSA. Namun, perubahan posisi membuat KPK kesulitan dalam menelusuri kepemilikan perusahaan.

Meski begitu, KPK berhasil menelusuri dokumen perusahaan dan dokumen AHU. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan jasa yang aktif dalam berbagai kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Pegawai PT RNB juga diisi oleh tim sukses bupati yang ditugaskan untuk bekerja di sejumlah perangkat daerah pada Pemkab Pekalongan. Setelah setahun beroperasi, PT RNB yang baru seumur jagung mendapatkan banyak proyek pekerjaan pengadaan jasa outsourcing di sejumlah perangkat daerah pada Pemkab Pekalongan.

Diduga, berbagai proyek itu bisa dimenangkan PT RNB karena adanya intervensi dari Fadia dan Sabiq kepada sejumlah kepala dinas. Total uang yang diterima oleh perusahaan keluarga Fadia mencapai Rp 46 miliar dari berbagai kontrak proyek pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan selama kurun 2023-2026. Sebanyak Rp 22 miliar digunakan untuk membayar gaji karyawan, sementara sisanya, Rp 19 miliar, mengalir ke Fadia dan keluarganya.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *