My WordPress Blog

Sejarah penyakit kanker ginjal Vidi Aldiano, 2019 tubuh terasa tidak sehat

Kabar Duka dari Dunia Hiburan

Kabar duka mengguncang dunia hiburan Indonesia. Penyanyi ternama Vidi Aldiano meninggal dunia di usia 35 tahun, pada Sabtu (7/3/2026). Kabar ini membuat banyak orang terkejut dan berduka. Beberapa rekan sesama musisi seperti Melly Goeslaw dan Andi Rianto memberikan pernyataan dukacita mereka melalui media sosial.

“Innalillahi wainailaihi rojiun Selamat jalan @vidialdiano Kembali kepangkuan Allah SWT di bulan suci Ramadhan sungguh diinginkan oleh semua hambaNya,” tulis Melly Goeslaw.

Sementara itu, musisi Andi Rianto juga membagikan kabar duka tersebut melalui akun Instagram-nya dengan tulisan singkat, “Selamat Jalan, Vidi Aldiano.”

Riwayat Sakit Vidi Aldiano

Vidi Aldiano pertama kali didiagnosis kanker ginjal pada Desember 2019. Pada tahun 2019, ia mengungkapkan awal mula penyakitnya. “Ini berawal dari Oktober 2019, di mana sebenarnya gue hilang suara gue, dan gue bawa ke THT, di situ gue cek tensi segala macam, gue tiba-tiba dibilang ‘Vidi kamu tuh hipertensi ya?'” kata Vidi Aldiano.

Setelah pemeriksaan kedua, Vidi merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Ia langsung melakukan tes kesehatan tambahan, termasuk USG di Singapura. Dari hasil USG tersebut, ditemukan adanya benjolan pada ginjalnya. Sejak saat itu, Vidi kerap melakukan pemeriksaan rutin hingga akhirnya divonis mengidap kanker ginjal.

Ia menjalani operasi kanker ginjal di Singapura, dan ternyata penyakitnya cukup ganas. Pada tahun 2020, suami dari Sheila Dara itu sempat dinyatakan sehat. Namun, pada 2021, kankernya kembali ditemukan. Di tahun 2023, Vidi memberitahukan informasi mengejutkan tentang kondisi kesehatannya. Ia menyebutkan bahwa kankernya sudah mengalami metastasis atau menyebar ke bagian tubuh lain.

Pada Juli 2025, Vidi kembali bicara blak-blakan soal kondisi medis yang dialaminya. Rangkaian perawatan yang dijalani membuat berat badannya turun drastis hingga terpangkas 10 kg. Ia juga mengaku lebih sering merasa lelah akibat kanker yang diidapnya. Belakangan, Vidi juga curhat tentang perubahan warna kulitnya yang diduga efek dari obat kemoterapi.

Karier Vidi Aldiano

Oxavia Aldiano atau yang dikenal dengan nama panggung Vidi Aldiano merupakan penyanyi, penulis lagu, sekaligus podcaster asal Indonesia. Ia lahir di Jakarta, 29 Maret 1990. Vidi tumbuh dalam keluarga yang memiliki kedekatan dengan dunia musik. Ayahnya, Harry Aprianto Kissowo, merupakan pengusaha di bidang teknologi audio sekaligus Direktur PT Tiga Bintang Nusantara yang memproduksi perangkat speaker bermerek V8sound. Sementara ibunya, Besbarini, dikenal sebagai guru piano.

Selain itu, Vidi merupakan cucu dari S. Darsih Kissowo, penyanyi keroncong legendaris asal Semarang. Ia memiliki dua saudara kandung yakni Vadi Akbar dan Diva Stradivaryan. Dalam pendidikan formal, Vidi menempuh sekolah di lingkungan Yayasan Al-Azhar Jakarta. Setelah lulus SMA, Vidi sempat mengambil jurusan Teknik Elektro di Universitas Pelita Harapan (UPH). Namun ia kemudian memutuskan pindah ke jurusan Manajemen dan lulus dengan IPK 3,62. Ia juga melanjutkan pendidikan magister di University of Manchester, Inggris, melalui program Innovation Management and Entrepreneurship. Vidi menyelesaikan studinya pada 2015 dengan predikat cumlaude.

Ketertarikan pada Musik

Vidi menunjukkan ketertarikan pada musik sejak usia dini. Ia mulai belajar piano pada usia tiga tahun di bawah bimbingan sang ibu. Selain piano, ia juga sempat mempelajari biola saat duduk di bangku sekolah dasar. Sejak kecil pula, Vidi gemar menyanyikan berbagai jingle iklan televisi maupun lantunan adzan. Meski pernah meraih juara tiga lomba menyanyi anak-anak saat berusia dua setengah tahun, perjalanan menuju industri musik tidak selalu berjalan mulus.

Pada 2006, Vidi mengikuti audisi Indonesian Idol dengan membawakan lagu Glenn Fredly berjudul Pada Satu Cinta. Namun langkahnya hanya sampai babak 100 besar. Kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti mengejar karier di dunia musik.

Awal Popularitas

Nama Vidi Aldiano mulai dikenal publik setelah merilis album debut “Pelangi di Malam Hari” pada 2008. Album tersebut melahirkan sejumlah lagu yang populer di kalangan pendengar musik pop Indonesia, seperti: Nuansa Bening, Status Palsu, Cemburu, Menguras Hati, Cinta Jangan Kau Pergi. Kesuksesan album ini mengantarkan Vidi sebagai salah satu penyanyi pop muda yang mulai diperhitungkan di industri musik Tanah Air.

Vidi kemudian merilis album keduanya berjudul “Yang Kedua” pada 2010 bekerja sama dengan Trinity Optima Production. Album ini memuat 11 lagu, dengan enam lagu di antaranya ditulis langsung oleh Vidi. Karier Vidi semakin berkembang ketika ia merilis album ketiga “Persona” pada 2016. Album ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya. “Persona” berisi 10 lagu, termasuk beberapa kolaborasi dengan Laleilmanino. Proses mastering album ini juga dilakukan di Abbey Road Studios, London. Album tersebut meraih Triple Platinum setelah penjualan fisik melampaui 250.000 keping pada Januari 2017.

Beberapa lagu dalam album “Persona” antara lain: Bestari, Definisi Bahagia, Hingga Nanti (feat. Andien). Pada 2022, Vidi kembali merilis album berjudul “Senandika”. Album ini sempat tertunda karena pandemi serta perjuangannya melawan penyakit. “Senandika” berisi 10 lagu yang banyak merefleksikan perjalanan hidup Vidi sejak 2018. Lagu “Bertahan Lewati Senja” menggambarkan perjuangan Vidi menghadapi penyakitnya. Sementara lagu “Dara” terinspirasi dari kisah cintanya dengan sang istri.

Dalam proses produksi album ini, Vidi bekerja sama dengan sejumlah musisi dan penulis lagu, seperti Ari Renaldi, Barsena Bestandhi, Pika Iskandar, Laleilmanino, Bram Moersas, hingga ayahnya Harry Aprianto Kissowo. Album “Senandika” menjadi salah satu rilisan yang cukup sukses. Album tersebut tercatat terjual lebih dari 150.000 keping dalam dua bulan setelah dirilis.

Kehidupan Pribadi

Dalam kehidupan pribadinya, Vidi Aldiano menjalin hubungan dengan aktris Sheila Dara Aisha. Keduanya pertama kali bertemu saat terlibat dalam serial Stereo pada 2015. Hubungan mereka sempat berakhir pada 2018, namun kembali terjalin pada 2020. Vidi kemudian melamar Sheila pada ulang tahunnya yang ke-31. Prosesi lamaran berlangsung pada 1 Desember 2021, sebelum keduanya resmi menikah pada 15 Januari 2022. Setelah menikah, Vidi juga menerima gelar kehormatan Minangkabau dari Bukittinggi, yakni Sutan Sari Alam, sehingga namanya menjadi Oxavia Aldiano Sutan Sari Alam.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *