My WordPress Blog

Penguatan Kompetensi Bahasa Santri di AQSA Arabic & English Camp KKN Internasional UNIDA Gontor

Kegiatan Arabic dan English Camp di Pondok AQSA, Penang

Pondok Akademi Al Quran Assyamil (AQSA) di Penang, Malaysia, menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Arabic dan English Camp yang diselenggarakan oleh mahasiswa Internasional Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kuliah kerja nyata (KKN) yang berlangsung dari 24 Februari hingga 4 Maret 2026. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan Inggris serta memotivasi semangat belajar santri melalui metode kreatif dan interaktif.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para santri Pondok AQSA dengan antusias. Seluruh peserta terlibat dalam berbagai sesi pembelajaran yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif. Para santri diberikan kesempatan untuk menguji kemampuan mereka, memahami materi secara lebih mendalam, serta meningkatkan keterampilan berbahasa dan pemahaman agama.

Rangkaian Kegiatan

Kegiatan Arabic dan English Camp dibagi menjadi tiga hari untuk setiap mata pelajaran, dengan libur pada hari Sabtu dan Ahad. Materi bahasa Arab mencakup topik seperti nahwu wadih, anwa’ul kalimat, jumlah mufidah, fii attaanni wa tahiyyat, dan qiroatu assa’ah fillughoh alarabiyyah. Sementara itu, materi bahasa Inggris menekankan kosakata praktis, percakapan sederhana, serta penerapan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari di pondok.

Selain itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi Quranic Camp, berupa tahsin tilawah, di mana santri dilatih membaca Al-Qur’an dengan tajwid dan tartil yang benar. Kajian fiqh dasar disampaikan secara kontekstual dan sederhana, mencakup tata cara ibadah sehari-hari seperti wudhu, shalat, adab santri, serta praktik ibadah lainnya. Kegiatan ini memastikan peserta memperoleh pembelajaran keagamaan yang aplikatif dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari di pondok.

Di sela kegiatan, mahasiswa UNIDA Gontor juga menghadirkan kultum dan tahlil sebelum berbuka, yang memungkinkan santri berlatih berbicara di depan umum sekaligus memperkuat pembinaan spiritual. Mahasiswa dan peserta bergantian menyampaikan kultum singkat tentang akhlak, ibadah, dan motivasi belajar, sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan serta mempererat hubungan antara pengajar, fasilitator, dan santri.

Partisipasi Santri dan Dukungan Fasilitator

Ada 28 santri putra dan 10 santri putri dari berbagai mitra pondok tersebar di Penang yang dibimbing oleh dua mahasiswa UNIDA Gontor setiap harinya. Kegiatan ini berlangsung setiap hari selama tiga jam dalam satu sesi, menghadirkan suasana belajar yang berbeda dan menyenangkan bagi seluruh peserta.

Para santri menunjukkan peningkatan kemampuan bahasa dan penguasaan materi agama yang signifikan. Mereka mampu menerapkan ilmu yang dipelajari, baik dalam membaca Al-Qur’an, menggunakan kosakata bahasa Arab dan Inggris, maupun memahami fiqh dasar. Semangat belajar peserta meningkat, terlihat dari keaktifan mereka mengikuti sesi, bertanya, dan mencoba praktik secara mandiri.

Beberapa santri bahkan langsung menerapkan teknik yang diajarkan mahasiswa di kegiatan harian di pondok, seperti membaca doa, berkomunikasi dengan kosakata baru, atau memimpin bacaan sederhana. Pihak pondok menyampaikan apresiasi terhadap metode pengajaran mahasiswa yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan. Menurut pihak pondok, kegiatan ini berhasil meningkatkan minat belajar santri dan memberi pengalaman belajar baru yang lebih menarik dibandingkan metode pembelajaran rutin di pondok.

Tanggapan dari Peserta dan Pengelola

Seorang santri kelas 5, Muhamad Syafiq bin Muhamad Rashidi, mengaku senang ikut kegiatan KKN mahasiswa UNIDA Gontor. Ia berharap ke depan program KKN seperti itu diadakan lagi untuk menambah ilmu baru. “Saya berharap program seperti ini dapat diadakan lagi karena memberikan ilmu baru dan mengeratkan silaturahim. Terima kasih kepada pengajar yang datang dari jauh, semoga mereka segera mendapat keberkahan dan kebaikan,” ujar Syafiq.

Al-Ustadz Amin, Mudir Pondok AQSA, mengungkapkan bahwa para santri mengikuti kegiatan itu dengan antusias, meskipun beberapa materi merupakan pengulangan dari pelajaran sebelumnya. Namun, kata Al-Ustadz Amin, metode penyampaian mahasiswa yang unik dan kreatif, disertai pengulangan pengucapan, permainan edukatif, dan praktik langsung, membuat peserta mampu mengikuti dengan penuh semangat.

Harapan Al-Ustadz Amin adalah agar kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga di kesempatan lain program serupa dapat terus terlaksana bersama mahasiswa UNIDA Gontor.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *