My WordPress Blog

Pemicu IHSG Turun 4%: Kesehatan Fiskal hingga Tensi Perang AS-Iran



JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah sebesar 4,38% ke level 7.253 tepat dua menit setelah pasar dibuka hari ini, Senin (9/3/2026). Sepanjang pekan lalu (2-6 Maret 2026), indeks komposit telah mengalami koreksi sebesar 7,89%.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan menyampaikan bahwa pasar saat ini masih terpengaruh oleh sejumlah sentimen negatif yang berasal dari berbagai sumber, mulai dari situasi geopolitik global hingga kondisi fiskal dalam negeri.

Menurutnya, salah satu sentimen utama adalah adanya perubahan outlook peringkat utang Indonesia oleh Fitch Ratings menjadi “Negatif” dari sebelumnya “Stabil”, meskipun peringkat kredit tetap berada di level BBB (investment grade).

“Perubahan ini menjadi indikasi bahwa pasar global semakin memperhatikan disiplin fiskal dan arah kebijakan anggaran pemerintah,” ujarnya dalam riset mingguannya, Senin (9/3/2026).

Pemerintah melaporkan realisasi defisit APBN sebesar Rp135,7 triliun atau mencapai 0,53% dari PDB pada Februari 2026, yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar 0,13%. Sementara itu, realisasi pendapatan negara mencapai Rp358 triliun atau 11,4% dari target APBN 2026, meningkat dari Rp317,4 triliun di Februari 2025. Realisasi belanja negara tumbuh 41,9% YoY menjadi Rp493,8 triliun, didorong oleh beberapa program seperti makan bergizi gratis (MBG), bansos, belanja pegawai, belanja kementerian/lembaga, dan subsidi.

David menambahkan bahwa ada kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal domestik setelah beberapa kebijakan ekonomi yang lebih agresif untuk mendorong pertumbuhan, seperti peningkatan penyaluran kredit dan program belanja sosial. Hal ini menimbulkan kekhawatiran sebagian investor mengenai disiplin fiskal dan kepastian kebijakan.

“Hal ini turut memicu arus keluar dana asing dari saham dan obligasi Indonesia dalam beberapa pekan terakhir,” ujarnya.

Fokus utama pelaku pasar pada pekan ini kemungkinan besar masih tertuju pada stabilitas ekonomi domestik, terutama setelah revisi outlook utang Indonesia oleh Fitch Ratings yang memicu kehati-hatian di pasar. Selain itu, investor juga akan mencermati tren tekanan jual asing, pergerakan nilai tukar rupiah yang terus tertekan, serta langkah Bank Sentral dan pemerintah yang dapat menenangkan dan mengembalikan kepercayaan pasar.

“Selain itu, pergerakan harga komoditas global di tengah ketegangan perang AS-Israel vs Iran juga akan menjadi perhatian karena berpotensi menjadi penopang bagi saham-saham berbasis energi dan sumber daya alam,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan ada kekhawatiran pasar yang nampaknya akan berlangsung lama usai Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tidak akan ada kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-Iran tanpa “penyerahan tanpa syarat” dari Iran. Hal itu meningkatkan kecemasan investor bahwa perang akan berlangsung lebih lama dari perkiraan dan dampaknya terhadap gangguan pasokan minyak mentah berpotensi lebih lama dari estimasi sebelumnya.

Meski digempur oleh sejumlah sentimen negatif, Phintraco Sekuritas secara teknikal melihat ada peluang rebound IHSG. Dalam sesi I hari ini, sekuritas mencatat bahwa target second drop di 7.400 telah terpenuhi dan itu bisa menjadi indikasi awal indeks komposit rebound.

“Target second drop telah terpenuhi. Saat ini IHSG sedang uji critical support 7.200. Area tersebut menjadi area krusial saat ini. Jika terjadi konsolidasi jangka pendek, menjadi indikasi awal rebound. Selama composite tidak close di bawah 7.200, peluang rebound tetap terjaga.”

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *