Penangkapan Bupati Pekalongan dan Pejabat Terkait dalam OTT KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Selain bupati, sejumlah pejabat Pemkab Pekalongan juga turut dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses ini dilakukan setelah adanya dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa outsourcing di lingkungan pemerintahan setempat.
Pemeriksaan awal dilakukan di aula Polres Pekalongan Kota. Suasana di lokasi terlihat tertutup, dengan seluruh ponsel para pejabat yang hadir dikumpulkan oleh penyidik. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur untuk memastikan tidak ada komunikasi yang dapat mengganggu proses penyelidikan.
Setelah pemeriksaan awal, rombongan pejabat diberangkatkan ke Jakarta menggunakan bus dengan pengawalan polisi. Proses perjalanan ini dilakukan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung Merah Putih KPK. Sebelumnya, OTT yang dilakukan KPK terhadap Bupati Fadia Arafiq berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada hari Selasa (3/3/2026).
Beberapa pejabat yang ikut diperiksa antara lain:
* Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar.
* Camat Karanganyar, Budi Rahmulyo.
* Plt Direktur RSUD Kesesi, dr Ryan.
* Nuryadi, Kabid Kebersihan dan Pertanaman Diperkim LH Tahun 2023.
* Kabag Umum Setda Kabupaten Pekalongan, Herman.
Selain itu, sejumlah pejabat lainnya dari berbagai organisasi perangkat daerah juga ikut diperiksa. Namun, identitas lengkap mereka belum sepenuhnya diketahui. Salah satu aparatur sipil negara (ASN) yang ikut diperiksa mengatakan bahwa dirinya menerima panggilan dari Sekda Pekalongan, M Yulian Akbar, pada siang hari untuk segera datang ke Mapolres Pekalongan Kota.
Menurut informasi yang diperoleh, suasana pemeriksaan berlangsung tenang namun terasa tegang. Seluruh ponsel milik pejabat yang hadir dikumpulkan oleh penyidik KPK. Hal ini dilakukan agar tidak ada pembicaraan yang bisa mengganggu proses penyelidikan.
Sebelumnya, KPK menangkap 11 orang dalam rangkaian OTT yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebutkan bahwa kesebelas orang tersebut sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan di gedung Merah Putih KPK.
Dari 11 orang yang ditangkap, termasuk HM Yulian Akbar selaku Sekda Pemkab Pekalongan. Budi mengatakan bahwa mereka yang diamankan terdiri dari unsur ASN dan swasta. KPK akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap mereka untuk melengkapi bukti-bukti awal dalam tahap penyelidikan.
Dugaan Korupsi Pengadaan Outsourcing
Pengadaan outsourcing di Lingkungan Pemkab Pekalongan menjadi salah satu biang kerok dalam penangkapan Bupati Fadia Arafiq. Outsourcing adalah praktik bisnis yang mengontrakkan sebagian operasional, tugas, atau penyediaan tenaga kerja kepada pihak ketiga (vendor) untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis inti. Umumnya, ini digunakan untuk pekerjaan penunjang seperti kebersihan, keamanan, atau call center.
Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, menyebutkan bahwa dugaan korupsi pengadaan tersebut terkait dengan pengadaan barang dan jasa outsourcing di sejumlah dinas Pemkab Pekalongan. Ia menegaskan bahwa KPK menduga ada pengondisian dan pengaturan dalam proses pengadaan tersebut sehingga beberapa perusahaan swasta bisa masuk di Pemkab Pekalongan.
Ia menambahkan bahwa ada sejumlah pengadaan yang dilakukan di dinas-dinas Pemkab Pekalongan yang prosesnya diduga diatur dan dikondisikan. Hal ini membuat vendor atau perusahaan-perusahaan tertentu bisa masuk dan menang untuk mendeliver barang ataupun jasa di Pemkab Pekalongan.
KPK akan terus mendalami kasus ini, khususnya berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di sektor-sektor tersebut. Proses penyelidikan ini akan dilakukan secara intensif untuk memastikan kebenaran dugaan korupsi yang terjadi.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."











