Peran Warung dalam Kehidupan Sehari-hari di Indonesia
Di kota-kota besar, berbelanja sering kali dilakukan di supermarket atau mall. Namun, di banyak daerah di Indonesia, warung tetap menjadi pusat kegiatan belanja sehari-hari. Pemilik warung memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang kurang terjangkau oleh toko modern.
Andes Gumilang Hadisucipto, Senior Frontline Brand Manager Coca-Cola Indonesia, menyebutkan bahwa peran para pemilik warung sangat vital dalam mendukung perekonomian selama Ramadan 2026. Di kota-kota besar seperti Jakarta, masyarakat lebih cenderung berbelanja di pusat perbelanjaan, tetapi di daerah-daerah kecil, warung tetap menjadi tempat utama untuk memenuhi kebutuhan harian.
“Di Jakarta dan sekitarnya, belanja lebih banyak ke supermarket atau mall. Tapi, jika bicara tentang Indonesia secara luas, peran warung ini sangat penting. Banyak orang menjadikan warung sebagai tempat belanja mereka sehari-hari,” ujarnya saat media gathering Sprite dan pemilik warung di Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Selain itu, Ramadan juga identik dengan momen mudik dan berkumpul bersama keluarga. Sayangnya, bagi para pemilik warung, momen ini sering kali harus dilewatkan karena keterbatasan biaya atau memilih tetap berjualan demi melayani pelanggan. Untuk mengatasi hal ini, Sprite menghadirkan inisiatif spesial bertajuk “DIMUDIKIN & KIDUM SPRITE” agar para pemilik warung bisa kembali merasakan hangatnya Lebaran bersama keluarga.
Inisiatif DIMUDIKIN dan KIDUM SPRITE
Berikut adalah beberapa informasi mengenai program ini:
-
Ada 300 pemilik warung diberangkatkan mudik gratis
Lewat program DIMUDIKIN, sekitar 300 pemilik warung diberangkatkan pulang kampung menggunakan bus khusus lintas Jawa Utara, Jawa Selatan hingga Sumatra. Beberapa kota tujuan di antaranya Surabaya, Yogyakarta, dan Bandar Lampung.
Tak hanya tiket gratis, peserta juga mendapatkan travel kit lengkap seperti jaket eksklusif, bantal leher, tas lipat, kotak camilan hingga persediaan minuman agar perjalanan tetap nyaman. Seluruh proses dikelola secara terorganisir mulai dari registrasi online, koordinasi WhatsApp, hingga rest area khusus bertema “Warung Nyegerin”.
Andes menegaskan bahwa program ini adalah bentuk apresiasi nyata. Acara pelepasan resmi DIMUDIKIN digelar pada 16 Maret 2026 di Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno, Jakarta.
“Mitra pemilik warung kami adalah detak jantung distribusi lokal. Setahun penuh mereka sudah menyegarkan Indonesia. Di Ramadan ini, giliran kami yang menyegarkan mereka,” ujarnya. -
Bawa keluarga pemilik warung ke Jakarta dengan KIDUM

Tak semua pemilik warung bisa meninggalkan usahanya saat Ramadan dan Lebaran. Untuk itu, Sprite menghadirkan KIDUM (Mudik yang dibalik), sebuah program yang justru mendatangkan keluarga ke Jakarta.
Sebanyak 10 keluarga terpilih dari Sumatra dan Lampung akan diberangkatkan menuju Jakarta pada 17 dan 25 Maret 2026. Perjalanan dilakukan melalui Pelabuhan Bakauheni menggunakan feri dan bus, lengkap dengan fasilitas perjalanan agar tetap nyaman.
“Mau itu lewat program DIMUDIKIN atau mendatangkan keluarga mereka lewat KIDUM, kami ingin memastikan tidak ada yang kehilangan momen hangatnya Lebaran,” jelasnya.
Herman, pemilik Warung Toko Chesha, juga mengaku terharu bisa menjadi bagian dari program ini.
“Biasanya kami cuma bisa melihat orang mudik sambil tetap jaga warung. Bisa kepilih di program ini rasanya seperti dapat berkah luar biasa,” katanya. -
Dian Sastrowardoyo bagikan tips biar perjalanan makin chill

Tak berhenti sampai di situ, ada juga dua playlist khusus di Spotify untuk menemani perjalanan mudik. Mulai dari lo-fi beats hingga lagu upbeat untuk menemani perjalanan panjang di Tol Trans Jawa maupun saat menyeberang feri.
Aktris dan produser Dian Sastrowardoyo turut memberikan dukungannya terhadap kampanye ini.
“Warung itu punya tempat spesial di hati semua orang, termasuk saya. Saya excited banget dengan kampanye ini karena saya paham para pemilik warung juga ingin kumpul bersama keluarga saat Lebaran,” ungkap Dian.
Lewat DIMUDIKIN dan KIDUM, Sprite tak hanya menghadirkan kesegaran secara produk, tetapi juga menghadirkan kesegaran emosional bagi para ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ Ramadan.
Program ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan sekadar soal pulang kampung, tapi tentang menghadirkan kebersamaan dengan cara yang lebih bermakna.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











