My WordPress Blog

Kakek Candra, Mantan Guru yang Dituduh Jukir Liar Padahal Pemulung, Pernah Ditipu Rp 300 Juta

Kehidupan Seorang Pensiunan Guru yang Kini Menjadi Pemulung

Seorang pensiunan guru kini menjadi sorotan di media sosial setelah aksi penyerangan yang dialaminya viral. Peristiwa ini menimpa seorang pria lanjut usia, yang dikenal sebagai Candra Harahap. Ia kini menjalani kehidupan sebagai pemulung, tetapi terpaksa menghadapi perlakuan tidak manusiawi akibat kesalahpahaman.

Candra Harahap awalnya terlihat berada di depan sebuah warung bakso di Tipar Cakung, Cilincing, Jakarta Utara. Ia dituduh sebagai jukir liar oleh seorang perekam video yang kemudian melakukan intimidasi verbal dan fisik. Dalam rekaman tersebut, perekam menarik paksa tangan Candra sambil berteriak, “Gue bilang lu pergi!” Meski dalam tekanan, Candra mencoba membela diri dengan mengatakan bahwa ia hanya duduk dan tidak meminta apa pun.

Pernyataan ini selaras dengan hasil pemeriksaan lapangan oleh Satpol PP Kecamatan Cilincing. Berdasarkan keterangan Kepala Satpol PP Cilincing Roslely Tambunan, Candra bukanlah jukir liar yang bekerja secara tetap. Aktivitas parkir yang dilakukannya hanya dilakukan sesekali dan tidak terjadwal. “Pria tersebut terlihat pernah melakukan parkir sesekali pas lewat saja dan itupun jarang,” ujar Roslely.

Latar belakang profesi Candra juga kontras dengan kondisinya saat ini. Ia adalah mantan pengajar yang baru saja memasuki masa purna tugas pada tahun 2025. Namun, kondisi finansialnya memburuk setelah aset masa tuanya raib akibat tindak pidana penipuan. SK Pensiun milik Candra sempat diagunkan untuk mendapatkan pinjaman senilai Rp 300 juta, namun dana tersebut diduga ditilap oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

Kehilangan dana dalam jumlah besar tersebut memaksa Candra beralih profesi menjadi pencari rongsokan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Petugas Satpol PP Sukapura mendatangi langsung kediaman Candra dan menemukan bukti nyata aktivitas ekonomi Candra berupa tumpukan barang bekas dan rongsokan.

Peristiwa di depan warung bakso tersebut dipastikan merupakan murni kesalahpahaman warga yang terpicu oleh stigma negatif terhadap aktivitas parkir di wilayah tersebut.

Penipuan yang Menghancurkan Kehidupan Seseorang

Selain cerita Candra Harahap, ada juga kasus penipuan lain yang menimpa seorang pensiunan guru bernama Marlina (65) di Palembang. Marlina mengalami kerugian mencapai Rp24,7 juta setelah saldo di rekeningnya terkuras. Kejadian ini terjadi ketika ia menerima telepon dari oknum bank yang menyatakan bahwa ia akan mendapat undian sebuah unit mobil.

Marlina mengaku terkecoh dan memberikan data pribadinya serta nomor rekening dan pin m-banking. Tidak lama setelah itu, ia menyadari adanya transaksi sebesar Rp24,7 juta di rekeningnya. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang.

Ipda Hendra Yuswoyo, Pamapta dari Polrestabes Palembang, membenarkan adanya laporan korban terkait penipuan. “Laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas satreskrim Polrestabes Palembang unit Pidana Khusus, untuk melakukan penyelidikan,” tutupnya.

Kesimpulan

Kehidupan Candra Harahap dan Marlina menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat terhadap tindakan penipuan dan kesalahpahaman yang bisa terjadi. Mereka yang dulunya memiliki status profesional kini harus berjuang keras untuk bertahan hidup. Dengan adanya penindakan hukum yang tepat, diharapkan kasus seperti ini dapat diminimalisir dan mencegah korban-korban baru.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *