Kunjungan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, ke Palangka Raya membuka optimisme baru terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah. Dalam pertemuan bersama para pelaku kreatif muda, Yovie melihat potensi besar yang dapat dikembangkan lebih jauh.
Yovie menyatakan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya di era transformasi digital yang menuntut inovasi dan adaptasi cepat.
“Generasi muda di Kalteng punya potensi besar. Mereka bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif,” ujarnya.
Ia mengaku terkesan dengan semangat para pemuda yang aktif berkarya meski menghadapi keterbatasan fasilitas dan dukungan. Menurutnya, kondisi tersebut justru sering menjadi sumber lahirnya ide-ide kreatif yang otentik.
Di bidang musik, Yovie merasakan energi unik yang menjadi ciri khas Kalteng. Ia menilai bahwa dengan pengemasan yang tepat dan standar produksi yang ditingkatkan, karya-karya tersebut dapat menembus pasar lebih luas.
“Energinya berbeda. Tinggal dipoles agar memiliki cita rasa internasional,” katanya.
Selain musik, potensi seni tari dan pertunjukan tradisional juga mendapat perhatian. Yovie menilai bahwa tarian yang dikemas secara massal dan profesional dapat menjadi daya tarik budaya sekaligus ikon daerah.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku kreatif, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Menurutnya, dukungan ekosistem yang kuat akan mempercepat perkembangan sektor ini.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyatakan komitmennya untuk memperkuat dukungan terhadap anak muda dan pelaku ekraf di wilayahnya.
“Ini menjadi inspirasi bagi generasi muda kami,” ujar Agustiar.
Yovie optimistis bahwa dalam lima tahun ke depan, Kalteng berpotensi menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif di Kalimantan jika pengembangannya dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











