Peran Perumda dalam Penguatan Ekonomi Lokal
Tekanan fiskal yang semakin besar mendorong Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk mencari sumber-sumber penguatan ekonomi di luar ketergantungan pada transfer pusat. Dalam konteks ini, Bupati Kubu Raya Sujiwo menaruh harapan besar pada Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia agar menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus penopang kemandirian fiskal daerah.
Harapan tersebut ditegaskan oleh Sujiwo saat melantik Uray Emma Yaniaries sebagai Direktur Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia periode 2026–2031. Dalam sambutannya, Sujiwo menekankan bahwa jabatan direktur Perumda bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang menyangkut langsung kepentingan publik. Menurutnya, badan usaha milik daerah harus dikelola secara profesional karena seluruh aktivitasnya berkaitan dengan uang negara. “Ini amanah dari rakyat. Karena Perumda adalah BUMD, maka pengelolaannya harus hati-hati, transparan, dan bertanggung jawab,” ujarnya, Jumat 23 Januari 2026.
Merespons mandat tersebut, Uray Emma Yaniaries menegaskan komitmennya untuk menjadikan lima tahun pertama kepemimpinannya sebagai fase peletakan fondasi yang kuat. Ia menilai Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia masih berada pada tahap awal sehingga pembenahan tata kelola menjadi prioritas utama sebelum ekspansi bisnis dilakukan. “Visi saya adalah meletakkan fondasi yang kuat agar Perumda ini tumbuh sebagai BUMD yang sehat, profesional, dan berkelanjutan serta mampu memberi kontribusi nyata bagi daerah,” kata Uray Emma, saat diwawancarai, Senin 26 Januari 2026.
Tantangan Fiskal dan Solusi dari Perumda
Sujiwo secara terbuka mengaitkan peran Perumda dengan kondisi fiskal daerah yang sedang menghadapi tekanan serius akibat pemotongan transfer ke daerah. Ia menyebut situasi tersebut menuntut daerah untuk lebih mandiri dan kreatif dalam menggali sumber pendapatan baru. Dalam konteks itu, Perumda tidak boleh berjalan seadanya, melainkan harus memiliki arah usaha yang jelas dan rasional. “BUMD harus menjadi solusi, bukan beban. Kita berharap Perumda ini bisa ikut memperkuat pendapatan daerah dan ekonomi masyarakat,” tegas Sujiwo.
Sejalan dengan itu, Uray Emma menjelaskan bahwa pengembangan usaha Perumda tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Ia memastikan setiap unit usaha akan didasarkan pada pemetaan potensi ekonomi lokal dan kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, kehati-hatian dalam menentukan core business justru menjadi kunci agar Perumda dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. “Unit usaha yang kami jalankan harus realistis, sesuai potensi daerah, dan memiliki prospek berkelanjutan,” ujarnya.
Kemitraan dengan Pelaku Usaha Lokal
Dalam arah kebijakan yang lebih konkret, Sujiwo mendorong agar Perumda mampu menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM. Ia menilai penguatan ekonomi rakyat harus menjadi orientasi utama, bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek. “Perumda harus hadir untuk memperkuat ekonomi lokal. Kalau ekonomi masyarakat bergerak, daerah juga akan kuat,” kata Sujiwo.
Menjawab dorongan tersebut, Uray Emma menegaskan bahwa sektor perdagangan dan jasa, pengelolaan serta distribusi komoditas unggulan daerah, hingga dukungan terhadap UMKM akan menjadi fokus pengembangan Perumda ke depan. Ia menekankan bahwa Perumda tidak akan diposisikan sebagai pesaing pelaku usaha kecil, melainkan sebagai mitra yang membuka akses pasar dan rantai distribusi. “Kami ingin Perumda menjadi penggerak ekonomi rakyat, bukan justru mematikan usaha kecil,” tuturnya.
Pentingnya Integritas dan SDM Profesional
Selain aspek bisnis, Sujiwo juga mengingatkan pentingnya integritas dan kualitas sumber daya manusia dalam tubuh Perumda. Ia menilai keberhasilan badan usaha milik daerah sangat ditentukan oleh manajemen dan SDM yang profesional. “Sistem boleh bagus, tapi tanpa SDM yang berintegritas, semuanya tidak akan berjalan,” ujarnya.
Hal tersebut sejalan dengan agenda Uray Emma yang menempatkan penguatan SDM sebagai salah satu prioritas utama. Ia menyebut peningkatan kapasitas melalui pelatihan, pendidikan, dan kolaborasi lintas sektor akan terus dilakukan agar Perumda memiliki tim yang siap menghadapi tantangan bisnis dan tuntutan publik. “SDM yang profesional dan berintegritas adalah kunci agar Perumda ini benar-benar memberi manfaat bagi daerah,” kata Uray Emma.











