Arti Kata Nafsu Syahwat dalam Bahasa Arab
Kata “Nafsu Syahwat” berasa dari bahasa Arab. Kata ini terdiri dari dua kata, yaitu “nafsu” dan “syahwat”. Kata “nafsu” (النفس) memiliki arti jiwa, ruh, diri sendiri, hasrat, atau kehendak. Sementara itu, kata “syahwat” (الشهوة) berarti keinginan kuat untuk mendapatkan sesuatu yang lezat atau menyenangkan, serta kecenderungan jiwa terhadap apa yang diinginkan.
Dalam bahasa Indonesia, nafsu syahwat diterjemahkan sebagai hawa nafsu. Hawa nafsu merujuk pada dorongan atau keinginan kuat dalam diri manusia untuk mendapatkan kesenangan, baik seksual maupun hal lain seperti harta, makanan, atau tidur. Dengan makna dasar jiwa, ruh, hasrat, atau kehendak, nafsu syahwat menjadi bagian alami dari manusia.
Nafsu Syahwat dalam Perspektif Islam
Dalam Islam, manusia memang tidak bisa lepas dari nafsu. Oleh karena itu, wajar jika setiap orang memiliki hawa nafsu, berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki perasaan atau keinginan. Namun, nafsu syahwat yang tidak terkendali bisa menjadi jalan bagi iblis dan setan untuk mendorong manusia memperturutkan hawa nafsunya.
Hawa nafsu bisa menjerumuskan seseorang ke dalam lubang kemaksiatan, khususnya perbuatan zina. Bahkan, orang yang sudah menikah pun tidak selalu aman dari godaan tersebut. Setan sering kali datang menggoda, agar seorang suami tertarik pada wanita selain istrinya.
Godaan ini harus dihindari karena bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Berikut beberapa cara untuk mengendalikan hawa nafsu:
Lima Cara Mengendalikan Hawa Nafsu
-
Quwwatul Iman
Iman kepada Allah merupakan benteng untuk melawan segala sesuatu yang berbau haram dan kemaksiatan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang pezina berzina ketika dia dalam keadaan beriman,” (HR. Bukhari dan Muslim). -
Berpuasa
Ketika seorang muslim belum mampu menikah, solusi yang tepat untuk menjaga diri dari kehinaan nafsu seksual adalah dengan berpuasa. Puasa melatih manusia untuk lebih sabar dan tahan dalam menghadapi hawa nafsu, termasuk masalah emosi dan tekanan batin. -
Menjauhi Dosa Kecil
Banyak kaum muslim yang menyepelekan dosa kecil. Padahal, jika dilakukan terus-menerus, dosa kecil bisa berkembang menjadi dosa besar. Selain itu, dosa kecil juga menjadi media bagi setan untuk menyesatkan manusia. -
Memikirkan Nikmat Surga
Memikirkan nikmat surga menjadi salah satu solusi untuk melawan hawa nafsu. Harapan menjadi penghuni surga dengan segala kenikmatannya akan membuat seseorang lebih semangat melakukan amalan kebaikan dan mengalahkan godaan setan. -
Berdoa
Doa menjadi senjata bagi kaum muslimin. Dengan berdoa, seseorang menjadi lebih dekat kepada Allah. Contohnya, Yusuf ‘alaihis salaam yang berdoa saat menghadapi fitnah, dan Allah memperkenankan doanya.
Kesimpulan
Mengendalikan nafsu syahwat adalah kewajiban bagi setiap manusia. Cobalah untuk menahan nafsu tersebut dengan lima cara di atas. Jangan selalu mengikuti keinginan setan yang akan membawa pada jurang kesengsaraan. Lawan godaannya dan dekatilah Allah, agar kita terlindungi.











