My WordPress Blog

Dua Siswi SMAN 2 Bajawa Ciptakan Enam Buku Sastra

Prestasi Menginspirasi dari Pelajar Kabupaten Ngada

Dua siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bajawa, Kabupaten Ngada, kembali mencuri perhatian dengan prestasi luar biasa mereka. Maria Chelsi Lo’o dan Arnolda Jansensia Siti berhasil melahirkan enam buku sastra yang terdiri dari puisi dan cerpen hasil karya orisinal mereka sendiri. Karya-karya ini menunjukkan bakat dan dedikasi tinggi yang dimiliki kedua pelajar tersebut.

Buku-buku yang telah diterbitkan oleh Chelsi dan Yane memiliki judul-judul yang sangat menarik, seperti Dunia Angan-Angan, Sajak Aksara, Diksi Dalam Aksara, Di Balik Cerita, Pintu ke Negeri Mimpi, dan Rahasia Hati. Keenam karya ini tidak hanya menunjukkan kemampuan mereka dalam menulis, tetapi juga menghadirkan pesan-pesan yang dalam dan bermakna.

Maria Chelsi Lo’o, yang saat ini duduk di kelas X, mengungkapkan bahwa minatnya pada dunia sastra sudah tumbuh sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia sering mengikuti berbagai lomba membaca puisi, baik yang menggunakan karya penyair ternama maupun puisi ciptaannya sendiri. Meski awalnya tidak terpikir untuk menulis puisi secara serius, minatnya semakin berkembang seiring waktu.

Kesempatan emas datang ketika Chelsi mengikuti perlombaan sastra tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kanal Sastra. Berkat ketekunan dan kecintaannya pada puisi, Chelsi berhasil meraih Kategori Puisi Paling Inspiratif. Dari ajang tersebut, ia mendapatkan banyak dukungan dari mentor yang kemudian membuka ruang baginya untuk menulis dan menerbitkan buku antologi puisi pertamanya.

Chelsi mengatakan bahwa suatu hari ia melihat informasi lomba puisi di Instagram dan langsung menghubungi Kak Eka selaku penanggung jawab. Awalnya ragu, tapi ia diberi motivasi untuk percaya diri dan berani mencoba. Puisi berjudul Tiada Mengerti yang ia kirimkan berhasil masuk dalam kategori juara favorit tingkat nasional. Prestasi ini semakin memotivasi Chelsi untuk terus berkarya hingga akhirnya berhasil menerbitkan buku antologi puisi pertamanya dan kini tengah berproses menulis buku solo.

Sementara itu, Arnolda Jansensia Siti atau Yane juga memiliki kisah inspiratif. Ia telah berhasil melahirkan dua buku antologi bersama dan tiga buku solo. Minatnya pada dunia sastra tumbuh sejak sekolah dasar, saat ia kerap tampil membacakan puisi dalam berbagai kegiatan, termasuk perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Kecamatan Elar Selatan.

Inspirasi Yane muncul ketika melihat anak seorang guru berhasil menjuarai lomba menulis tingkat nasional. Sejak itu, ia mulai membaca karya-karya penyair besar seperti Chairil Anwar dan rajin mengunjungi perpustakaan. Keberanian Yane untuk menulis semakin tumbuh saat duduk di kelas VIII SMP. Ia mulai mempublikasikan puisinya melalui grup Facebook bertema sastra dan mendapatkan respons positif dari komunitas penulis.

Meskipun sempat terkendala fasilitas dan rasa minder terhadap karyanya sendiri, Yane tetap tekun hingga berhasil menerbitkan beberapa buku. Di balik capaian tersebut, perjalanan Chelsi dan Yane tidak selalu berjalan mulus. Keduanya mengaku menghadapi berbagai hambatan, terutama keterbatasan biaya percetakan buku serta minimnya fasilitas pendukung selama proses kreatif penulisan puisi dan cerpen.

Keterbatasan akses terhadap buku referensi, perangkat digital, hingga biaya penerbitan menjadi tantangan tersendiri. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri di bidang sastra.

Di tengah keterbatasan itu, Chelsi dan Yane mendapatkan dukungan penuh dari Kepala SMAN 2 Bajawa beserta para guru. Dukungan tersebut diwujudkan melalui motivasi, pendampingan, serta pemberian ruang berekspresi bagi siswa dalam berbagai kegiatan literasi dan pengembangan bakat.

Tak hanya aktif di lingkungan sekolah, kedua siswi ini juga kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan tingkat Kabupaten Ngada. Terbaru, mereka turut ambil bagian dalam seminar pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang digelar di SMAN 1 Bajawa.

Prestasi dan kiprah Chelsi serta Yane menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Dengan ketekunan, dukungan sekolah, dan keberanian mencoba, pelajar daerah mampu melahirkan karya sastra yang inspiratif dan bernilai edukatif.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *