Aksi Nekat Tukang Sapu di Magelang: Terobos Barikade Demi Titip Surat ke Presiden Prabowo
Pada hari Kamis (9/4/2026), seorang warga Desa Tempuran, Asep Harso Tarmungkas, nekat menerobos pengamanan untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Magelang, Jawa Tengah. Tujuan dari aksinya ini adalah untuk menyerahkan surat aduan mengenai kasus yang menimpa mendiang istrinya. Asep berharap agar sang Presiden dapat turun tangan dalam menyelesaikan ancaman sita rumah oleh pihak bank terkait kredit yang belum lunas.
Kehadiran Asep di Lokasi Acara Presiden
Saat rombongan kendaraan Presiden melintas, Asep yang mengenakan pakaian berwarna hitam langsung berlari menuju mobil yang ditumpangi Presiden Prabowo. Ia membawa amplop berwarna cokelat yang berisi surat tulisan tangan dan bukti-bukti soal kredit yang diajukan oleh mendiang istrinya dulu. Setelah sampai di samping mobil presiden, Asep memberi hormat dan langsung menyerahkan surat tersebut ke Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo pun menerima surat dari Asep dan memasukkan amplop itu ke dalam mobil melalui pintu sunroof. Aksi Asep ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Penjelasan Asep Mengenai Surat yang Diserahkan
Dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat (10/4/2026) pagi, Asep mengaku bahwa surat yang diserahkan ke Presiden Prabowo itu ditulis tangan oleh dirinya sendiri. “Surat itu saya tulis Kamis pagi, tulis tangan. Tidak terlalu banyak (panjang), intinya pengen dibantu oleh Presiden untuk menyelesaikan persoalan kredit almarumah istri saya di salah satu perbankan,” katanya.
Asep, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sapu di salah satu instansi, mengaku sebelumnya sudah mendapatkan informasi bahwa Presiden Prabowo akan datang ke Magelang. Dengan informasi tersebut, ia terinspirasi untuk meminta bantuan agar persoalan kredit macet almarhum istrinya bisa diselesaikan.
Latar Belakang Kasus Kredit Almarhum Istri Asep
Menurut Asep, kasus kredit ini bermula pada tahun 2019 silam. Saat itu, pihak bank menawarkan kredit pengembangan usaha bengkel yang dirintis oleh istrinya. Sang istri kemudian meminta masukan dari Asep terkait tawaran pihak perbankan tersebut. Setelah melalui diskusi, tawaran itu akhirnya disetujui, dimana saat itu istrinya mengajukan kredit sebesar Rp 500 juta.
Pinjaman dari bank itu akhirnya cair dan digunakan untuk mengembangkan usaha bengkel motor yang sebelumnya sudah berjalan. Pembayaran angsuran di awal-awal berjalan lancar hingga akhirnya pandemi Covid-19 melanda. Pada Januari 2021, sang istri meninggal dunia.
Persoalan Kredit yang Berlanjut
Setelah proses pemakaman istrinya selesai, pihak perbankan bersama jajaran pimpinan kembali datang ke rumahnya empat hari kemudian. Permintaannya masih sama, meminta agar kreditnya dibayar. Namun saat itu Asep mengaku masih belum mau membahasnya karena masih dalam suasana berduka setelah ditinggal sang istri.
Perwakilan pihak bank kemudian mendatanginya lagi dan meminta dirinya menandatangani berkas agar asuransi kredit bisa dicairkan. Saat itu salah satu perwakilan pihak bank menyatakan bahwa ada kesalahan dalam berkas pengajuan kredit. Namun setelah ditandatangani, pinjaman kredit itu masih berjalan dan Asep terus diminta untuk melunasi.
Upaya Mencari Solusi
Menurut Asep, pihaknya dengan pihak bank sudah melakukan sejumlah pertemuan untuk mencari jalan keluar atas persoalan kredit macet almarhum istrinya. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil sehingga dirinya berinisiatif untuk menyerahkan surat langsung kepada Presiden Prabowo.
Asep mengaku, dirinya sangat terharu setelah surat yang dibuatnya diterima oleh Presiden Prabowo. Dirinya merasa seluruh perjuangannya dimudahkan hingga akhirnya surat permohonan untuk dibantu oleh Presiden itu benar-benar sampai di tangan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Asep pun berharap agar persoalan kredit almarhum istrinya bisa segera tuntas setelah dirinya menyerahkan surat ke Presiden Prabowo ini. “Mudah-mudahan bisa segera selesai,” ucapnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











