My WordPress Blog

Laga Hidup Mati Madura United vs Persik: Kekuatan Rakhmat Basuki untuk Hindari Degradasi

Laga Kritis Madura United Kontra Persik Kediri

Madura United akan menjamu Persik Kediri pada pekan ke-27 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Sabtu (11/4/2026). Laga ini menjadi momentum penting bagi Laskar Sape Kerrab untuk memutus tren buruk yang telah berlangsung selama 11 laga tanpa kemenangan sekaligus mencoba keluar dari peringkat 16, zona degradasi.

Pelatih karteker Rakhmat Basuki berharap perpindahan venue ke Bangkalan memberikan dampak positif bagi kebugaran pemain. Selain itu, motivasi tambahan juga datang dari sang kapten, Lulinha, yang mengincar kemenangan sebagai kado ulang tahunnya yang ke-36.

Evaluasi Mendalam untuk Memutus Tren Buruk

Menjelang laga hidup mati melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bangkalan, Madura United fokus membenahi kelemahan transisi tim. Evaluasi mendalam dilakukan untuk memutus tren buruk 11 laga tanpa kemenangan sekaligus ambisi untuk segera keluar dari zona degradasi.

Selain faktor teknis, Laskar Sape Kerrab juga mengusung motivasi tambahan dari sang kapten, Lulinha, yang mengincar kemenangan sebagai kado ulang tahunnya yang ke-36.

Motivasi Tinggi untuk Mengakhiri Tren Buruk

Menjalani laga pekan ke-27 Super League 2025/2026, Rakhmat Basuki menyebut timnya berada dalam motivasi tinggi untuk mengakhiri tren buruk. Pertandingan ini menjadi krusial karena jika kembali gagal menang, Madura United yang saat ini terjerembab di zona degradasi akan sulit bangkit menjalani tujuh laga sisa.

Pelatih asli Madura itu menegaskan telah melakukan evaluasi maksimal pasca kekalahan 1-3 dari Borneo FC di laga terakhir, yang melengkapi catatan 11 laga beruntun tanpa kemenangan. Meski demikian, Rakhmat melihat antusiasme pemain tetap terjaga selama sesi latihan.

“Persiapan kami berjalan dengan bagus. Pemain juga terlihat tidak sedikit pun kehilangan motivasi untuk bisa mendapatkan kemenangan besok,” kata Rakhmat Basuki saat jumpa pers jelang laga, Jumat (10/4/2026).

“Kekalahan kemarin tentunya sangat mengecewakan. Tapi saya lihat pemain di latihan tetap antusias, tetap tidak kehilangan motivasi dan harapan untuk bangkit,” ucapnya.

Tuah Stadion Gelora Bangkalan dan Efisiensi Tim

Pertandingan kontra Persik Kediri besok sore sekaligus menjadi laga kandang perdana Madura United musim ini yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Sebelumnya, 13 laga kandang selalu berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, dengan hasil yang kurang memuaskan: 7 kekalahan, 4 imbang, dan hanya 2 kemenangan.

Rakhmat Basuki berharap perpindahan venue ini membawa dampak positif bagi tim yang saat ini berada di peringkat 16 dengan raihan 20 poin. Menurutnya, bermain di Bangkalan memberikan keuntungan psikologis dan fisik, terutama bagi pemain yang berdomisili di Surabaya.

“Tentunya ini (perpindahan venue) menjadi motivasi tambahan bagi pemain, terutama bagi pemain asing yang tinggal di Surabaya,” ucapnya.

“Artinya mereka tidak perlu menempuh perjalanan yang cukup jauh ke Pamekasan. Mereka bisa lebih enjoy bersama keluarga di Surabaya,” tambahnya.

Kemenangan otomatis akan membawa Madura United keluar dari zona degradasi karena hanya selisih satu poin dengan Persis Solo di peringkat 15, dan dua poin dari Persijap di peringkat 14.

Misi Khusus dan Kado Ulang Tahun Lulinha

Harapan senada disampaikan kapten tim, Lulinha. Pemain asal Brasil ini menyebut rekan-rekannya telah berlatih sangat keras minggu ini dan memiliki kepercayaan diri yang mulai pulih meski menelan kekalahan di laga sebelumnya.

“Teman-teman setim telah mendapatkan kepercayaan diri mereka di pertandingan terakhir, tentu saja kami kalah, tetapi kami bermain sangat baik, menciptakan banyak peluang, dan saya berharap besok di kandang, kami bisa mengambil tiga poin, karena bagi kami itu sangat-sangat penting,” kata Lulinha.

Lulinha juga mengajak suporter untuk bersatu memberikan dukungan maksimal. “Karena itu sangat penting. Kami ingin bermain bersama, semua orang sekarang bersatu untuk membuat Madura keluar dari situasi ini,” pungkasnya.

Menariknya, laga melawan Persik ini berlangsung sehari di hari ulang tahun Lulinha yang ke-36. Menetap hampir lima musim di Madura membuat Lulinha merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat setempat.

“Saya sangat senang berada di sini. Saya sudah empat tahun merayakan ulang tahun di Madura,” ungkapnya.

“Saya merasa sudah seperti orang Madura, karena selama empat tahun saya tinggal jauh dari keluarga, dan saya tinggal bersama keluarga ini, klub Madura,” curhatnya.

Menutup keterangannya, Lulinha berharap bisa mencetak gol sebagai hadiah istimewa, namun tetap mengutamakan kemenangan tim. “Bagi saya, sangat penting untuk tetap di sini pada momen ini, karena ini hari istimewa bagi saya, dan saya berharap besok Tuhan memberikan kami tiga poin ini.”

“Tentu saja, saya berharap bisa mencetak gol, Ini sangat penting bagi saya. Tapi yang paling penting saat ini tim bisa memenangkan pertandingan, karena ketika kami bersatu, bermain bersama, energinya akan baik, dan tim pasti naik,” tegasnya.

“Jadi, saya berharap besok Tuhan memberi kami hadiah ini. Bagi saya khususnya, karena ini hari ulang tahun saya,” tutup Lulinha.




Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *