My WordPress Blog

Prajurit Terbaik: Panglima TNI Pimpin Upacara Penghormatan untuk Mayor Zulmi yang Gugur di Lebanon

Penghormatan Tinggi untuk Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon, Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, pada Minggu (5/4/2026). Prosesi pemakaman dilakukan dengan upacara militer yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto.

Peti jenazah almarhum dibalut bendera merah putih sebelum dimasukkan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Suasana duka terlihat dari keluarga almarhum, khususnya istri yang bersimpuh di dekat kedua anaknya yang masih kecil. Mereka menunjukkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian sang suami dan ayah.

Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, menjelaskan bahwa Mayor Zulmi adalah sosok prajurit terbaik yang selalu menghasilkan penghargaan dalam setiap tugas yang diemban. “Almarhum adalah sosok prajurit terbaik. Setiap tugas yang diembannya selalu berbuah penghargaan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa hingga akhirnya, almarhum terpilih menjadi bagian dari misi perdamaian di Lebanon.

Dankie B Satgas Yonmek TNI Konga XIII-S/UNIFIL ini memikul tanggung jawab besar di wilayah konflik. Sebelum bertugas di Lebanon, Zulmi telah mengukir prestasi di Papua. Hal ini diungkapkan oleh rekan satu angkatan di Akmil 2015, Kapten Inf Sudargo Guntoro, yang mengenang sahabatnya sebagai sosok yang rendah hati namun luar biasa dalam ibadah dan profesionalisme.

“Almarhum itu humble sekali. Tapi, ibadahnya luar biasa kuat. Kalau sudah diberikan perintah, kami tak pernah ragu, pasti berhasil,” kata Kapten Sudargo. Zulmi menjadi teladan bagi rekan-rekannya tentang bagaimana profesionalisme seorang prajurit Kopassus dapat bersanding selaras dengan kerendahan hati.

Berbagai bentuk santunan, mulai dari PBB, asuransi, hingga beasiswa pendidikan untuk kedua anaknya, juga diserahkan sebagai simbol terima kasih dari bangsa. Ini merupakan bentuk apresiasi negara terhadap pengabdian dan dedikasi almarhum.

Presiden dan Tokoh Militer Beri Penghormatan

Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar merupakan salah satu dari tiga prajurit yang gugur di Lebanon. Dua prajurit lainnya yaitu Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Romadhon. Kepulangan ketiga prajurit perdamaian yang gugur di Lebanon ini di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026) malam disambut penghormatan oleh Presiden ke-8 Prabowo Subianto dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Kehadiran dua tokoh besar militer ini menjadi simbol penghormatan tertinggi negara bagi ketiga prajurit yang gugur. Awalnya, Presiden Prabowo berdiri di garda terdepan didampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Tak lama kemudian, SBY yang mengenakan setelan jas lengkap dengan Baret Biru khas pasukan perdamaian tiba di lokasi. Melihat kehadiran sang senior, Prabowo langsung meminta SBY untuk maju dan berdiri tepat di sampingnya.

Keduanya berdiri tegak memberikan hormat saat peti jenazah Mayor Zulmi dan dua rekannya yang digotong oleh masing-masing delapan prajurit TNI melintas di depan mereka diiringi tabuhan drum yang syahdu. Suasana kian haru saat peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih tersebut mulai diusung menuju apron bandara. Isak tangis keluarga pecah saat melihat para patriot ini akan diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *