Kepemimpinan Partai Golkar Jawa Barat: Dinamika dan Harapan Masa Depan
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat periode 2021-2026, Tubagus Ace Hasan Syadzily, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kang Ace, menyampaikan pesan penting terkait dinamika politik internal menjelang pergantian kepemimpinan. Meski transisi ini dianggap sebagai sebuah tantangan, ia menekankan bahwa stabilitas partai harus tetap terjaga melalui pengelolaan yang dewasa.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kang Ace dalam rangkaian acara Halalbihalal sekaligus Rapat Pleno DPD Partai Golkar Jabar di Aula Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, pada Rabu, 1 April 2026 malam. Acara ini menjadi momen penting bagi Kang Ace untuk berpamitan dan menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jabar.
“Kalau sejak awal saya menyampaikan tidak akan melanjutkan, tentu akan mengundang beragam dinamika dan persaingan terbuka yang berpotensi tidak sehat bagi partai. Padahal, proses keberlanjutan kepemimpinan ini harus bisa dijaga agar tetap stabil, tenang, dan kondusif,” ujarnya.
Dalam rapat pleno yang turut dihadiri Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar, MQ Iswara, dan Bendahara Umum Metty Triantika, Kang Ace mengungkapkan bahwa keputusan mundur dari bursa pencalonan telah melalui pertimbangan matang. Sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, ia juga mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, terkait langkah politiknya di Jawa Barat.
“Ketua Umum berpesan agar saya tetap bersemangat dan terus berkontribusi. Saya juga tegaskan kembali, sejak awal saya siap ditempatkan di mana pun sesuai dengan kebutuhan dan penugasan partai,” ujarnya menegaskan.
Momentum Merumuskan Strategi, Bukan Sekadar Pemilihan Ketua
Di hadapan ratusan pengurus pleno yang hadir, malam itu menjadi panggung terakhir Kang Ace memimpin forum sebagai Ketua DPD Golkar Jabar. Politisi yang dikenal memiliki kedekatan dengan kalangan ulama dan akademisi ini memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif mesin partai selama masa kepemimpinannya.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Sekecil apa pun peran kader, semuanya telah memberikan kontribusi nyata bagi perjalanan dan capaian kemenangan Partai Golkar di Jawa Barat selama ini,” ucapnya.
Pernyataan tersebut langsung direspons dengan tepuk tangan panjang serta standing ovation dari para kader sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi kepemimpinannya.
Lebih jauh, Kang Ace mengingatkan bahwa Musda XI jangan hanya direduksi menjadi ajang suksesi figur semata. Ia menilai perhelatan ini adalah momentum strategis untuk membaca tantangan ke depan.
“Yang paling penting bukan hanya memilih ketua, tetapi bagaimana kita merumuskan program dan arah kebijakan ke depan. Tantangannya tidak mudah, sehingga kunci utamanya adalah kekompakan,” tegasnya.
Ia pun mewanti-wanti agar etika politik tetap dijunjung tinggi dan menolak keras praktik saling menjatuhkan dalam kompetisi internal. Menurutnya, Jawa Barat memiliki banyak kader mumpuni yang siap meneruskan tongkat estafet kepemimpinan.
“Perbedaan pilihan itu wajar, tetapi persatuan harus tetap dijaga. Golkar harus menunjukkan kelasnya bahwa kita mampu mengelola perbedaan dengan baik dan menyelesaikan dinamika secara dewasa,” kata Kang Ace.
Persiapan Teknis Musda XI
Sementara itu, kesiapan teknis Musda XI dipastikan telah matang. Sejumlah pengurus teras seperti Ketua Penyelenggara Musda Yod Mintaraga, Ketua Steering Committee (SC) H. Yomanius Untung, serta Ketua Organizing Committee (OC) Deden Nasihin, telah melaporkan kelengkapan tahapan agar perhelatan politik lima tahunan ini berjalan tertib dan lancar.











