Pengujian Sistem MLFF Terus Berjalan, Kesiapan Jalan Tol Tanpa Tap Kartu Semakin Mendekati
Penerapan sistem pembayaran tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah. Setelah lama tidak terdengar kabarnya, proyek ini kini diakselerasi dengan pengujian yang lebih menyeluruh. Tujuannya adalah memastikan kesiapan sistem sebelum diterapkan secara luas di jalan tol Indonesia.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa kelanjutan proyek ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang dikeluarkan pada akhir tahun lalu. Rekomendasi tersebut menekankan pentingnya pengujian ulang untuk memastikan keandalan sistem MLFF.
Menurut Wilan, sebelumnya sempat terjadi perbedaan klaim terkait kesiapan sistem. Dari pihak BPJT maupun Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyatakan sistem belum optimal, sementara Roatex Ltd. mengklaim sebaliknya. Karena itu, pengujian ulang secara menyeluruh dinilai perlu dilakukan.
Sebagai langkah lanjutan, BPJT bersama para pemangku kepentingan akan melaksanakan uji coba end-to-end. Pengujian ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari pengguna mengunduh aplikasi, penggunaan di jalan tol, hingga proses pembayaran diterima oleh BUJT.
Wilan menambahkan, tahapan pengujian kini tengah disusun dan akan diawali dengan pra uji coba dalam waktu dekat. Pada tahap ini, pihak Roatex bertanggung jawab menyiapkan Term of Reference (TOR) sebagai pedoman pelaksanaan.
Sebelumnya, pada 3–5 Maret, telah dilakukan functional test awal yang berfokus pada demonstrasi fitur aplikasi CANTAS dengan skenario positif. Tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan functional test lanjutan untuk melengkapi kesiapan infrastruktur pendukung di jalan tol.
Jika seluruh komponen dinilai siap, maka pra uji coba menyeluruh akan segera dijalankan. Terkait jadwal, Wilan menegaskan bahwa pelaksanaan diupayakan secepat mungkin.
Sejarah dan Perkembangan Sistem MLFF
Sistem MLFF merupakan inisiatif yang dimulai sejak 2016, bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orbán, ke Indonesia. Proyek ini dikembangkan oleh Roatex melalui anak usahanya PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) dengan nilai investasi mencapai 300 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,65 triliun.
Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk mengurangi antrean di gerbang tol sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi di jaringan jalan tol nasional. Dengan adanya MLFF, pengemudi tidak perlu berhenti untuk membayar tol, sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat dan lancar.
Langkah-Langkah Pengujian yang Dilakukan
- Functional Test Awal: Pada tanggal 3–5 Maret, dilakukan functional test awal yang fokus pada demonstrasi fitur aplikasi CANTAS dengan skenario positif.
- Functional Test Lanjutan: Tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan functional test lanjutan untuk melengkapi kesiapan infrastruktur pendukung di jalan tol.
- Pra Uji Coba: Jika seluruh komponen dinilai siap, pra uji coba menyeluruh akan segera dijalankan.
- Term of Reference (TOR): Pihak Roatex bertanggung jawab menyiapkan TOR sebagai pedoman pelaksanaan pengujian.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun ada tantangan dalam penerapan sistem ini, pemerintah tetap optimis bahwa MLFF dapat memberikan manfaat besar bagi pengguna jalan tol. Dengan pengujian yang terus berlangsung, diharapkan sistem ini dapat berjalan dengan baik dan efisien di masa mendatang.
Dengan pengembangan teknologi dan peningkatan infrastruktur, sistem pembayaran tol tanpa tap kartu ini diharapkan menjadi solusi yang lebih modern dan ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan aplikasi CANTAS juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pengemudi saat melakukan perjalanan.
Dengan adanya MLFF, diharapkan pengguna jalan tol dapat merasakan perubahan signifikan dalam hal kecepatan dan kepraktisan saat melewati gerbang tol. Ini tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang sering menggunakan jalan tol, terutama di kota-kota besar yang memiliki tingkat kemacetan tinggi.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











