My WordPress Blog

Sinyal Kuat UEA: Tak Usir Pangkalan Militer AS, Sindir Ancaman Iran



JAKARTA – Uni Emirat Arab (UEA) menunjukkan komitmen kuat untuk tetap mempertahankan keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di wilayahnya. Pangkalan tersebut dinilai tidak membawa ancaman bagi Iran, dan UEA berkomitmen untuk memastikan bahwa tidak ada senjata yang berasal dari wilayah mereka digunakan untuk menyerang negara tetangga tersebut.

“Pangkalan militer AS di UEA bukanlah ancaman bagi Iran. Kami menjamin bahwa tidak ada rudal atau senjata yang dikeluarkan dari wilayah kami untuk menyerang Iran,” ujar Duta Besar UEA untuk Republik Indonesia, Republik Demokratik Timor Leste, dan ASEAN, H.E. Abdulla Salem AIDhaheri, dalam wawancara khusus Rabu (8/4/2026) malam.

Selama ini, Iran menganggap pangkalan militer AS di negara-negara Teluk sebagai ancaman potensial. Mereka percaya bahwa pangkalan tersebut digunakan sebagai basis kekuatan untuk melancarkan agresi terhadap Teheran. Di UEA sendiri, AS memiliki pangkalan udara Al Dhafra di Abu Dhabi, yang menampung sekitar 5.000 personel militer. Pangkalan ini menjadi krusial untuk operasi intelijen, pengawasan, dan pengisian bahan bakar udara.

Dubes AIDhaheri menegaskan bahwa serangan AS ke Iran dilakukan melalui kapal induk, pesawat tempur, maupun kapal selam. Namun, ia juga menyoroti bahwa Iran justru melakukan agresi terhadap negara-negara tetangganya, bukan hanya Israel atau pangkalan militer AS.

  • Ia menyebut bahwa Iran lebih memilih menyerang infrastruktur sipil daripada merespons penuh terhadap Israel atau menyerang pangkalan militer AS.
  • Menurut data lapangan, lebih dari 80 persen serangan militer Iran selama krisis ini menargetkan negara-negara GCC (Teluk). Hanya sekitar 15 persen yang menyasar sasaran Israel.
  • UEA bersama mitra GCC-nya, termasuk Yordania, telah berhasil mencegat sebagian besar rudal dan drone yang diarahkan ke negara-negara mereka dari Iran.

Per tanggal 7 April 2026, sistem pertahanan udara UEA telah mendeteksi dan mencegat 520 rudal balistik, 26 rudal jelajah, dan 2.221 drone. Meskipun pencapaian ini cukup signifikan, Dubes menyayangkan adanya puing-puing dari pencegatan yang jatuh di daerah sipil, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pada infrastruktur vital seperti bandara, pelabuhan, fasilitas energi, dan pemukiman.

“Fakta-fakta ini jelas menunjukkan bahwa serangan-serangan ini tidak terbatas pada target militer,” ujarnya. Ia juga menolak klaim Iran bahwa serangan brutal mereka terhadap UEA dan negara-negara GCC lainnya, termasuk Yordania, hanya menargetkan pangkalan dan fasilitas militer.

“Apa yang kita saksikan adalah pergeseran berbahaya menuju penargetan infrastruktur sipil dengan tujuan merusak stabilitas ekonomi daripada mencapai tujuan militer yang sah,” tambahnya.

Dubes AIDhaheri menegaskan bahwa UEA menghargai tetangganya, termasuk Iran. Ia berharap bahwa jika Iran juga menghargai tetangganya, maka akan tercipta perdamaian. Sebaliknya, jika tidak ada penghargaan tersebut, maka situasi akan sulit dipertahankan.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *