Kebutuhan Gedung Pemuda di Tangerang Selatan Semakin Mendesak
Gedung Pemuda di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini dinilai semakin mendesak untuk segera dibangun. Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Tangsel menilai bahwa gedung tersebut bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi jantung ekosistem bagi para pemuda agar tidak terpecah dan bisa saling berkumpul serta berkolaborasi.
Gedung ini juga diperlukan sebagai tempat bagi pemuda untuk menyalurkan ide, karya, dan gagasan besar yang dapat berkontribusi dalam pembangunan kota. Dengan adanya gedung tersebut, potensi-potensi pemuda dari berbagai bidang seperti atlet, intelektual, akademisi, hingga pemuda sosial di tingkat akar rumput bisa terkelola secara maksimal.
Peran Strategis Gedung Pemuda
Ketua DPD KNPI Kota Tangerang Selatan, Sopian Hadi Permana, menjelaskan bahwa Gedung Pemuda memiliki peran strategis dalam menyatukan potensi generasi muda di Tangsel. Menurutnya, gedung tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat pemuda berkumpul, berdiskusi, hingga melahirkan ide dan karya.
Ia menegaskan bahwa selama ini pembangunan Gedung Pemuda sering terhambat oleh alasan administratif yang dinilai terlalu berlarut-larut. Ia mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan pembangunan tersebut. “Kami sering mendengar alasan yang sama, masih perlu dikaji. Pertanyaannya, sampai kapan? Kalau terus dikaji tanpa ujung, ini hanya akan jadi wacana yang berulang,” tegasnya.
Sopian juga menyoroti ketersediaan aset milik pemerintah daerah yang dinilai cukup untuk mendukung pembangunan Gedung Pemuda. Ia menyebut, persoalan utama bukan pada keterbatasan lahan, melainkan pada kemauan politik. “Aset Pemda di Tangsel ini banyak. Jadi bukan soal lahan, tapi soal keseriusan dan kemauan untuk mengeksekusi,” katanya.
Harapan Pemuda dan Calon Kadispora
Wakil Sekretaris DPD KNPI Tangsel, Sulistyawan, menilai ketiadaan Gedung Pemuda selama ini membuat potensi besar generasi muda di Tangsel belum terkelola secara maksimal. Ia menambahkan bahwa keberadaan Gedung Pemuda dapat menjadi solusi untuk menghubungkan berbagai potensi tersebut dengan kebutuhan pembangunan kota.
“Kalau ada ruangnya, konsolidasi lebih kuat, program lebih terarah, dan kontribusi pemuda juga bisa lebih terasa,” imbuhnya. Ia pun berharap, Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat segera menunjukkan langkah nyata dalam merealisasikan pembangunan Gedung Pemuda yang menurutnya sudah tidak bisa lagi ditunda.
“Ini bukan sekadar keinginan, tapi kebutuhan mendesak. Pemuda Tangsel butuh ruang untuk bergerak dan berkarya,” pungkas Iwan.
Respons dari Calon Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
Menanggapi hal itu, dua calon Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Tangerang Selatan memberikan respons positif. Budi Mulia menyatakan sepakat bahwa pembangunan Gedung Pemuda perlu segera direalisasikan. Namun, ia menekankan agar keberadaan gedung tersebut juga memiliki nilai produktif bagi pemuda.
“Gedung Pemuda harus ada, tapi juga harus hidup. Artinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, misalnya ruang bagi UMKM pemuda agar memberikan dampak ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Ucok A H Siagian menilai pembangunan Gedung Pemuda perlu diawali dengan perencanaan yang matang agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. “Perlu disiapkan prototipe dan standar kebutuhan ruangnya. Kalau konsepnya sudah jelas, pembangunan bisa lebih mudah dikawal, termasuk dari sisi anggaran,” kata Ucok.











