My WordPress Blog

Kalah 2-3 dari Persipura, PSMS U-19 Terjebak di Dasar Klasemen

PSMS Medan U-19 Kembali Kandas dalam Laga Lawan Persipura U-19

PSMS Medan U-19 kembali mengalami kekalahan dalam pertandingan lanjutan Elite Pro Academy (EPA) Championship U-19 musim 2025/2026. Dalam laga yang digelar di Lapangan Garudayaksa B, Bekasi, Minggu (5/4), tim muda Ayam Kinantan harus menerima kekalahan tipis dengan skor 2-3 dari Persipura U-19. Pertandingan berlangsung sengit dengan jual beli serangan sejak awal laga.

Permainan Sengit dan Kekurangan Finishing

Persipura U-19 tampil sangat agresif sejak menit awal. Mereka langsung membuka keunggulan melalui gol Firman Kogoya pada menit ke-8. Gol tersebut membuat PSMS U-19 kesulitan mengatur ritme permainan. Di babak kedua, Persipura kembali memperlebar keunggulan melalui Hosea Loho pada menit ke-48.

Tertinggal dua gol, PSMS Medan U-19 mulai bangkit dan mencoba keluar dari tekanan. Pada menit ke-59, Daniel Prayoga Lubis berhasil memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan peluang di depan gawang. Namun, Persipura kembali menjauh pada menit ke-63 lewat gol Wikson Tapani yang memanfaatkan kelengahan lini belakang PSMS.

Upaya Bangkit dan Evaluasi Pelatih

PSMS Medan U-19 tidak menyerah begitu saja. Arkan Alyuza sukses mencetak gol kedua pada menit ke-75 dan membuat skor menjadi 3-2. Sayangnya, hingga peluit panjang dibunyikan, PSMS gagal mencetak gol penyeimbang. Dengan hasil ini, PSMS Medan U-19 harus turun ke dasar klasemen sementara Grup C dengan raihan satu poin dari dua pertandingan, hasil dari satu kali imbang dan satu kekalahan.

Sementara itu, posisi puncak klasemen ditempati Kendal Tornado FC dengan empat poin, disusul Persipura U-19 dengan tiga poin. Persekat Tegal dan PSIS Semarang masing-masing mengoleksi satu poin.

Penilaian Pelatih dan Evaluasi Tim

Pelatih kepala PSMS Medan U-19, Kas Hartadi, mengakui timnya sempat kesulitan menghadapi permainan keras yang ditampilkan lawan, terutama di awal pertandingan. “Permainan sebenarnya sudah cukup bagus, tapi di menit-menit awal hingga sekitar 25 menit pertama mental anak-anak agak turun. Mereka tertekan dengan permainan keras lawan dan belum siap menghadapinya,” ujar Kas Hartadi.

Namun, ia menilai timnya mulai menunjukkan perkembangan setelah mampu keluar dari tekanan. Hanya saja, persoalan penyelesaian akhir (finishing) menjadi catatan utama pada laga ini. PSMS Medan U-19 sejatinya mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya sepanjang pertandingan. Namun, kurang tenangnya para pemain saat berada di depan gawang membuat peluang-peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.

Kas Hartadi menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh selama jeda pertandingan yang tersedia. Hal ini dinilai penting mengingat PSMS Medan U-19 akan kembali menghadapi laga krusial melawan Persekat Tegal pada Minggu (12/4) mendatang.

“Kita masih punya waktu satu minggu untuk evaluasi dan memperbaiki kekurangan tim. Harapan saya, pemain tetap termotivasi tinggi. Jangan langsung down dengan satu hasil imbang dan satu kekalahan. Masih ada enam pertandingan lagi, kita harus bangkit,” katanya.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *