Kehidupan Clara Shinta dan Perselingkuhan Suaminya
Sosok Muhammad Alexander Assad, suami dari influencer ternama Clara Shinta, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Isu perselingkuhannya dengan wanita lain telah mengguncang kehidupan rumah tangga mereka yang sebelumnya terlihat harmonis.
Clara Shinta sendiri menuduh sang suami melakukan perselingkuhan. Ia bahkan membongkar dugaan tersebut melalui media sosial, dengan mengunggah bukti-bukti yang ia anggap cukup meyakinkan. Dalam video call yang diduga dilakukan oleh Alexander dengan wanita lain, terdapat aksi yang dinilai vulgar. Kejadian ini terjadi saat keduanya sedang berlibur di Thailand.
Dalam unggahan awalnya, Clara tampak syok dan langsung menghampiri Alexander yang sedang beristirahat. Situasi sempat memanas ketika Alexander mencoba merebut ponsel dari tangan Clara. Meskipun unggahan awal telah dihapus, jejak digitalnya tetap tersebar di berbagai platform.
Setelah menghapus konten awal yang dinilai terlalu vulgar, Clara kini kembali membagikan bukti dugaan perselingkuhan tersebut di akun Instagram miliknya dengan beberapa bagian yang telah disensor. Dalam unggahan terbaru itu, ia juga menyematkan emoji hati serta menandai akun sang suami, @i_am_ixa.
Melihat unggahan Clara, sejumlah rekan selebritas bereaksi. Banyak dari mereka memberikan dukungan untuk Clara menghadapi cobaan tersebut. Salah satu komentar yang menarik perhatian adalah dari akun @gheayoubi yang menulis “KAK!?” dan @dokterdetektifreal yang menulis “Be strong my lovely sister. i am so sorry to hear this.”
Mengapa Orang Bisa Berselingkuh?
Banyak orang menganggap perselingkuhan sebagai tindakan impulsif atau sifat buruk. Namun, menurut terapis pasangan berbasis Los Angeles, Patrice Le Goy, PhD, LMFT, motif seseorang berselingkuh tidak selalu sederhana. “Motivasinya bisa berlapis dan kompleks,” ujar Le Goy seperti dikutip SELF Magazine.
Meski demikian, pemahaman tentang alasan seseorang berselingkuh bukan berarti membenarkan tindakan tersebut. Pemahaman ini justru bisa membantu seseorang mendapatkan kejelasan dan memproses luka emosional yang muncul.
Berikut adalah beberapa alasan umum mengapa seseorang bisa berselingkuh:
-
Mencari validasi untuk meningkatkan ego
Salah satu alasan paling umum seseorang berselingkuh adalah keinginan untuk meningkatkan rasa percaya diri atau ego. Sebagian orang merasa lebih dihargai ketika mendapatkan perhatian dari orang baru. Perasaan diinginkan atau dikagumi oleh orang lain dapat memberi dorongan emosional yang membuat mereka merasa lebih menarik dan berharga. Kondisi ini sering dialami oleh orang yang memiliki rasa percaya diri rendah. -
Tidak puas dalam hubungan
Hubungan jangka panjang sering kali mengalami perubahan dalam dinamika keintiman. Perbedaan hasrat atau preferensi seksual terkadang menciptakan jarak emosional maupun fisik antara pasangan. Ketidakcocokan dalam kehidupan seksual dapat memicu seseorang mencari kepuasan di luar hubungan. -
Merasa diabaikan secara emosional
Tidak semua perselingkuhan berkaitan dengan seks. Dalam banyak kasus, seseorang berselingkuh karena merasa diabaikan secara emosional oleh pasangan. Hubungan jangka panjang sering kali dihadapkan pada berbagai tanggung jawab seperti pekerjaan, mengurus anak, atau masalah keuangan. Kondisi tersebut dapat membuat hubungan terasa lebih rutin dan kurang romantis. -
Takut dengan kedekatan emosional
Bagi sebagian orang, perselingkuhan justru muncul karena ketakutan terhadap kedekatan emosional yang terlalu dalam. Hubungan yang semakin serius dapat memunculkan rasa rentan, terutama bagi individu yang pernah mengalami luka emosional atau hubungan yang tidak sehat di masa lalu. -
Mencari jalan keluar dari hubungan
Alasan lain yang cukup umum adalah keinginan untuk mengakhiri hubungan, tetapi tidak berani mengatakannya secara langsung. Dalam situasi ini, perselingkuhan bisa menjadi cara tidak langsung untuk mengakhiri hubungan. Meski demikian, para ahli menilai cara ini tidak sehat dan dapat meninggalkan luka emosional yang lebih besar bagi pasangan.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











