Kehadiran ChatGPT dalam Kehidupan Sehari-hari Idol KPop
Kehadiran ChatGPT telah menjadi alat bantu bagi beberapa idol KPop dalam berbagai situasi. Meskipun tidak sepenuhnya bergantung pada chatbot ini dalam berkarya, mereka memanfaatkannya untuk percakapan ringan dan mendapatkan saran-saran yang menarik. Berikut adalah deretan idol KPop cowok yang cukup terbuka dalam menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
1. Soobin TXT
Melalui siaran langsung di Weverse pada 2025, Soobin mengungkapkan bahwa ia suka menggunakan ChatGPT untuk percakapan sehari-hari. Ia pernah mengeluh tentang rasa lelahnya kepada chatbot tersebut, lalu meminta saran apakah dirinya perlu menyikat gigi atau makan lebih dulu. Bagi Soobin, ChatGPT seperti teman yang menggemaskan.
Soobin juga menjelaskan bahwa temannya pernah berbagi kekhawatiran mereka melalui ChatGPT. Namun, ia tidak melakukan hal itu karena tak ingin terlalu banyak berbagi dengan AI. Ia hanya meminta rekomendasi makanan ringan yang bisa dia pesan saat baru tiba di Fukuoka. Selain itu, ia juga meminta saran tentang gaya berpakaian yang cocok untuk musim panas dan rekomendasi tempat liburan serta rencana perjalanan selama tiga hari dua malam. Soobin menggunakan ChatGPT sekitar dua sampai tiga kali sehari karena hanya mengandalkan versi gratis tanpa langganan berbayar.
2. Taesan BOYNEXTDOOR

Pada 2025, Taesan menjawab pertanyaan penggemar tentang penggunaan ChatGPT. Ia mengatakan bahwa ia hanya sesekali menggunakan chatbot tersebut. Dua hari sebelumnya, ia meminta ChatGPT membantu menerjemahkan kalimat “Tolong bikin abura sobaku tidak terlalu pedas” dalam bahasa Jepang.
3. Eunho PLAVE

Lewat Bubble pada 22 Januari 2026, Eunho mengaku bahwa setelah bangun tidur, ia langsung berbicara dengan ChatGPT dalam bahasa Inggris selama 30 menit. Ia berencana menjadikan kegiatan itu sebagai rutinitas pribadi untuk melatih kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris.
Selain itu, melalui Bubble pada 11 Januari 2026, Eunho mengungkapkan bahwa ia sedang mengalami bengkak di mata kanannya. Ia berpikir untuk membilasnya dengan air garam, lalu bertanya pada ChatGPT. Namun, jawaban dari AI tersebut mengatakan bahwa air garam tidak boleh digunakan untuk mata.
4. Doyoung NCT

Doyoung meminta fans untuk memilih foto favorit dari 56 foto yang dikirimnya. Ia menamai permintaan itu sebagai sesi Doyoung-duce. Awalnya, ia meminta ChatGPT untuk menomori foto-foto tersebut. Namun, chatbot tersebut justru mengubah wajahnya. Doyoung mencoba hingga lima kali, tetapi hasilnya tetap sama. Akhirnya, ia terpaksa menomori fotonya sendiri. Lucunya, ChatGPT terus meminta maaf dan mencoba lagi, namun wajah Doyoung semakin buruk di editan AI tersebut.
5. Monsta X

Dalam sebuah konten pada 2025, Shownu, Kihyun, dan Joohoney mengaku sudah menggunakan ChatGPT dalam kehidupan sehari-hari. Mereka sering meminta ide tertentu dari chatbot tersebut. Namun, informasi yang salah membuat mereka kecewa. Minhyuk juga meminta ChatGPT untuk bersikap lebih menyenangkan, sementara I.M mengkritik AI tersebut dengan mengatakan, “Kalau kau terus melakukan ini, aku akan berpindah ke AI lain.”
Setelah itu, mereka meminta ChatGPT untuk membuat dongeng. Detail dan plotnya membuat para member cukup terkesan. Namun, ketika mereka mengubah tokohnya menjadi villain, ChatGPT bisa beradaptasi dan menciptakan alurnya sendiri.
6. Young K DAY6

Dalam wawancara pada Februari 2026, Young K menyatakan bahwa dirinya dekat dengan ChatGPT. Ia pernah menanyakan pendapat AI tentang lirik yang ditulisnya. ChatGPT memberikan beberapa saran dan bahkan menyatakan bahwa lirik tersebut sangat mirip dengan gaya DAY6. Young K terkejut dengan pernyataan tersebut dan menyadari bahwa dirinya memiliki gaya tersendiri dalam menulis lirik.
Ia menganggap penilaian ChatGPT cukup menarik, meski khawatir bahwa dirinya mungkin terlalu terpaku pada gaya tertentu. Oleh karena itu, ia mencoba menulis lirik dengan cara yang baru dan berbeda dari sebelumnya. Pengakuan ini menuai pro dan kontra di kalangan fans.
Idol KPop di atas menggunakan ChatGPT untuk minta rekomendasi dan menanyakan hal tertentu. Selama mereka tidak memanfaatkannya untuk menciptakan karya, maka fans tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sebab, kreativitas mereka jauh lebih berharga dibandingkan buatan dari AI dalam membuat musik.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











