Perayaan Idul Fitri 2026 dan Tata Cara Shalat Ied
Idul Fitri 2026 akhirnya tiba, memberikan kegembiraan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan tanggal, hal tersebut tidak mengurangi semangat dan antusiasme umat Islam dalam menyambut hari raya yang penuh makna ini. Salah satu sunah yang sangat dianjurkan adalah melaksanakan shalat Idul Fitri, yang memiliki hukum sunnah muakkad bagi laki-laki dan perempuan, baik yang sedang berada di tempat tinggal atau sedang bepergian.
Shalat Ied dapat dilakukan secara mandiri maupun berjamaah. Namun, sebaiknya dilakukan dengan berjamaah untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan kebersamaan. Selain itu, ada beberapa hal sunnah yang sebaiknya dilakukan sebelum shalat Ied, seperti:
- Mandi dan berhias dengan pakaian terbaik serta menggunakan wangi-wangian.
- Makan sebelum pergi shalat pada hari Idul Fitri, kecuali pada hari raya Haji.
- Mengambil jalan yang berbeda saat pergi dan pulang dari shalat Ied.
- Melakukan takbiran sebagai bentuk pujian kepada Allah.
Pengertian dan Lafazh Takbiran
Takbiran merupakan salah satu sunah yang dianjurkan dalam perayaan Idul Fitri dan Haji. Berikut waktu dan lafazhnya:
- Pada hari raya Fithrah, takbir dimulai dari terbenamnya matahari hingga imam berdiri untuk mengerjakan shalat hari raya.
- Pada hari raya Haji, takbir dimulai dari Shubuh pada hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijah) dan dilanjutkan pada setiap shalat fardhu lima waktu pada hari tersebut.
Lafazh takbiran:
ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR, LAA ILAAHA ILLALLAAHU W ALLAAHU AKBAR,
ALLAAHU AKBAR WALILLAAHIL HAMDU ALLAAHU AKBAR KABIIRAA, WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA.
WASUBHAANALIAAHI BUKRATAN WA ASHIILAA, LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALAA NA’BUDU ILLAA IYYAA HU MUKHLISHIINA LAHUDDHNA WALAU KARIHAL KAAFI RUN. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU, SHADAQA WA’DAHU, WANASHARA ABDAHU, WA U AZZA JUNDAHU WAHAZAMAL AHZAABA WAHADAHU.
LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR. ALLA AHU AKBAR WALILLAAHIL HAMDU.
Artinya:
“Allah Maha Besar (3 kali), Tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar dan Maha Agung dan segala puji bagi Allah. Maha suci Allah pada pagi dan petang, tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlash kami beragama kepadaNya, walaupun orang-orang kafir membenci, Tidak Ada Tuhan melainkan Allah sendiriNya, benar janjiNya, dan Dia menolong akan hambaNya, dan Dia mengusir musuh NabiNya dengan sendiriNya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagiNya segala puji”.
Tata Cara Shalat Idul Fitri
Berikut adalah tata cara shalat Idul Fitri yang bisa dilakukan:
- Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, setelah menunaikan shalat shubuh dan mandi sunnah Hari Raya, segera berangkat ke masjid atau tanah lapang sambil memperbanyak mengucapkan Takbir.
- Setelah tiba di masjid, sebelum duduk shalat tahiyatul masjid dua raka’at. Jika di tanah lapangan, cukup duduk dan mengulang bacaan takbir hingga shalat ‘Id dimulai.
- Niat shalat Ied:
- Niat imam: “Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta’ālā.”
- Niat makmum: “Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta’ālā.”
Artinya:
“Aku niat shalat ‘Idul Fithri dua raka’at (ma’mum/jadi imam) karena Allah Ta’ala.”
- Raka’at pertama:
Sesudah niat, mulai membaca takbiratul ihram kemudian do’a iftirah. Setelah itu, melakukan takbir 7 kali dan setiap habis takbir membaca tasbih: -
Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar
Artinya: “Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar”.
Setelah itu, membaca Surat Al-Fatihah dan disambung dengan surat yang disukai, terutama Qaf atau Al-A’la. -
Raka’at kedua:
Setelah berdiri untuk raka’at kedua, lakukan takbir 5 kali dan bacakan tasbih seperti raka’at pertama. Kemudian, baca Surat Al-Fatihah dan lanjutkan dengan surat yang diinginkan, lebih utama membaca Al-Ghasyiah. Bacaan ini dilakukan dengan suara nyaring. -
Shalat ini dilakukan dua raka’at dan sesuai dengan tata cara shalat biasa.
-
Khuthbah dilakukan dua kali setelah shalat Ied. Pada khuthbah pertama, membaca takbir 9 kali, dan pada khuthbah kedua, membaca takbir 7 kali. Pembacaan harus berturut-turut.
-
Dalam khuthbah Idul Fitri, sebaiknya berisi penjelasan tentang zakat fithrah, sedangkan pada hari raya Haji, penjelasan tentang ibadah haji dan hukum kurban.











