My WordPress Blog

Hadiah Lebaran Orleans Masters: Leo/Bagas dan Rachel/Febi Melangkah ke Semifinal



JAKARTA — Ada kabar baik yang datang dari ajang Orleans Masters 2026. Dua wakil Indonesia berhasil menorehkan hasil positif dan menjaga harapan untuk membawa pulang gelar juara di tengah momen Idul Fitri yang mereka rayakan jauh dari tanah air.

Dalam pertandingan perempat final, ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana berhasil memastikan tempat di semifinal setelah mengalahkan pasangan India, Hariharan Amsakarunan/M. R. Arjun, dengan skor 21-12, 22-20 pada laga yang berlangsung di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Jumat (20/3/2026).

Leo menyampaikan rasa syukur atas kemenangan tersebut. Ia menyebut lawan tampil cukup baik, terutama pada gim kedua yang berjalan lebih ketat. Menurutnya, pola bertahan lalu berbalik menyerang menjadi kunci keberhasilan mereka.

“Alhamdulillah hari ini bisa lolos ke semifinal. Dari pertandingan tadi lawan bermain cukup bagus dan safe terutama di gim kedua. Kami menerapkan pola defense lalu balik serang,” kata Leo dalam keterangan tertulis.

Momen kemenangan itu terasa semakin spesial bagi Leo. Ia mengungkapkan bahwa ia sempat melaksanakan shalat Idul Fitri di Orléans dan berharap dirinya bersama tim Indonesia yang masih bertahan bisa mempersembahkan gelar juara sebagai hadiah Lebaran.

“Kami sudah Idul Fitri di sini, tadi saya sempat shalat Ied juga. Semoga di momen ini, kami dan tim Indonesia yang masih menang bisa kasih hadiah lebaran, bisa kasih gelar juara,” ujar Leo.

Sementara itu, Bagas mengakui bahwa ia sempat mengalami kendala ritme permainan pada gim kedua. Ia menilai kondisi tubuhnya sempat kurang panas setelah banyak poin di gim pertama lahir dari servis Leo yang mampu dikawal dengan baik. Meski demikian, mereka tetap mampu menuntaskan laga tanpa kehilangan gim.

Pada babak semifinal, Leo/Bagas akan menghadapi pasangan China, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi. Bagas menegaskan bahwa mereka tak boleh lengah, apalagi lawan menunjukkan daya juang tinggi setelah menang comeback atas pasangan Jepang di perempat final.

Selain dari sektor ganda putra, hasil manis juga dipersembahkan oleh ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Unggulan kedelapan itu menundukkan pasangan unggulan ketiga asal Chinese Taipei, Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan, dengan skor 21-14, 21-15.

Febi mengatakan bahwa mereka tampil menekan sejak awal pertandingan sehingga lawan tidak diberi ruang untuk mengembangkan permainan. Ia juga merasakan penampilan mereka jauh lebih nyaman dibandingkan laga sebelumnya.

“Hari ini kami mainnya dari awal terus menekan lawan, tidak membiarkan mereka untuk berkembang. Dibanding kemarin, kami juga sudah lebih enak mainnya,” kata Febi dalam keterangan tertulis yang diterima.

Rachel menambahkan bahwa komunikasi dan persiapan strategi sebelum pertandingan berjalan efektif. Kepercayaan diri yang meningkat dari kemenangan ini diharapkan menjadi modal penting saat menghadapi pasangan Jepang, Nakade/Takahashi, pada semifinal.

“Kami sudah komunikasi, sudah persiapkan akan main seperti apa dan tadi coba dipraktekkan. Puji Tuhan bisa berjalan dengan baik,” ujar Rachel.

Di tengah hasil positif itu, Indonesia juga harus menerima kegagalan dari ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Unggulan kedua itu tersingkir pada perempat final setelah kalah dari pasangan Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjæer, dengan skor 18-21, 21-12, 14-21.

Raymond tetap mensyukuri pertandingan yang berlangsung lancar tanpa cedera. Ia menilai kekalahan terjadi karena dirinya dan pasangan terlalu terburu-buru pada awal gim ketiga, sehingga kehilangan ketenangan saat laga memasuki fase penentuan.

“Kuncinya di start gim ketiga, kami terlalu terburu-buru dan tidak tenang. Tidak seperti di gim kedua. Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan bagaimana menjaga fokus di situasi rubber game,” kata Raymond.

Ia juga menyoroti tantangan adaptasi selama menjalani tur Eropa dalam tiga turnamen beruntun. Menurut dia, perubahan kondisi lapangan dan karakter shuttlecock menjadi pekerjaan rumah yang belum mampu diatasi dengan cepat.

Senada dengan itu, Nikolaus menilai kontrol emosi menjadi aspek penting yang harus segera dibenahi. Ia menyebut padatnya rangkaian turnamen di Eropa menuntut kesiapan mental yang lebih kuat, terutama dalam menjaga fokus pikiran sepanjang pertandingan.

Satu wakil lain, yakni ganda campuran Nita Violina Marwah/Amri Syahnawi baru akan bertanding pukul 03.00 pada Sabtu (21/3/2026) dini hari ini.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *