My WordPress Blog

Sinyal Pemulihan Pasar Otomotif, Momentum Lebaran Jadi Penggerak

, JAKARTA — Pasar otomotif nasional mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada Februari 2026. Momentum menjelang Lebaran memberikan angin segar bagi kinerja penjualan mobil. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, menyampaikan bahwa terjadi kenaikan signifikan terhadap penjualan mobil pada bulan tersebut, baik secara bulanan maupun tahunan.

Data Gaikindo mencatat distribusi mobil secara wholesales sebesar 81.159 unit pada Februari 2026, meningkat 12,2% secara year-on-year (yoy) dibandingkan Februari 2025 yang tercatat sebanyak 72.344 unit. Di sisi lain, penjualan ritel atau dari dealer ke konsumen mencapai 78.219 unit, naik 11,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 69.872 unit.

Tren serupa juga terjadi secara bulanan. Penjualan wholesales menguat 22,1% dibandingkan Januari 2026 sebesar 66.472 unit. Sementara itu, penjualan ritel meningkat 16,7% terhadap bulan lalu yang tercatat sebesar 67.009 unit.

Jongkie menjelaskan bahwa salah satu faktor kenaikan penjualan pada Februari disebabkan oleh mulai pulihnya aktivitas produksi kendaraan. Hal ini berdampak positif terhadap pengiriman ke dealer dan juga konsumen. “Kemungkinan produksi mobil mulai lancar di awal tahun sehingga delivery juga demikian,” ujarnya.

Sepanjang dua bulan pertama 2026, penjualan mobil wholesales mencapai 147.631 unit, meningkat 9,9% yoy dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 134.299 unit. Penjualan ritel pada Januari-Februari 2026 sebesar 145.228 unit, naik 8,45% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 133.901 unit.

Gaikindo berharap pemulihan pasar otomotif ini terus berlanjut sepanjang 2026 hingga seterusnya. “Semoga terus berlanjut sampai tahun-tahun ke depan,” pungkas Jongkie.

Suzuki Perkuat Produk Lokal

Pabrikan otomotif asal Jepang, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mencatat lonjakan penjualan pada Februari 2026 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Produk rakitan lokal masih mendominasi penjualan mobil Suzuki. Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra mengatakan, penjualan mobil Suzuki secara ritel meningkat sekitar 64% secara bulanan (month-to-month/mtm), yang turut dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

“Pertama, faktor musiman. Adanya tren peningkatan permintaan kendaraan menjelang bulan Ramadan dan persiapan Lebaran, di mana konsumen cenderung melakukan pembelian lebih awal untuk mobilitas keluarga,” ujar Donny.

Selain itu, kinerja penjualan juga ditopang oleh meningkatnya permintaan dari segmen fleet. Hal ini seiring dengan membaiknya aktivitas di sektor logistik serta operasional bisnis sehingga mendorong pemesanan kendaraan dalam jumlah besar untuk menunjang kegiatan usaha.

Mengacu data Gaikindo, distribusi wholesales Suzuki pada Februari 2026 tercatat sebanyak 9.659 unit. Angka tersebut melonjak 247% secara bulanan dibandingkan dengan realisasi Januari yang mencapai 2.783 unit. Penjualan ritel Suzuki atau distribusi dari dealer ke konsumen mencapai 9.035 unit pada Februari 2026. Realisasi tersebut meningkat 64% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Lebih lanjut, Donny menjelaskan bahwa dominasi penjualan ritel Suzuki sepanjang Januari–Februari 2026 yang telah melampaui 14.500 unit masih ditopang oleh model produksi dalam negeri dengan kontribusi sekitar 93%. Kontributor terbesar berasal dari model New Carry dengan porsi 56%, diikuti New XL7 sebesar 17% serta Fronx sebesar 16%. Model-model tersebut diproduksi di fasilitas Suzuki Cikarang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus menopang ekspor ke berbagai negara tujuan.

Honda Andalkan Model Brio

Senada, PT Honda Prospect Motor (HPM) turut mencatat peningkatan penjualan pada Februari 2026 yang ditopang oleh model Brio sebagai kontributor utama. Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan, secara historis periode menjelang Lebaran kerap mendorong pembelian kendaraan. Hal itu berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk perjalanan mudik ke kampung halaman.

“Salah satu faktor yang mendorong kenaikan penjualan pada bulan Februari adalah mulai meningkatnya kebutuhan mobilitas konsumen menjelang periode mudik,” ujar Billy saat dihubungi.

Selain itu, sejumlah produk yang diperkenalkan pada awal 2026 mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja penjualan Honda pada bulan lalu. Beberapa model yang mendapatkan penyegaran dalam ajang IIMS 2026 antara lain Honda BR-V N7X, CR-V Hybrid, WR-V, hingga Brio Satya.

Adapun, distribusi wholesales Honda pada Februari 2026 tercatat sebanyak 5.385 unit. Realisasi tersebut meningkat 34% secara bulanan dibandingkan dengan 4.016 unit pada Januari 2026. Sementara itu, penjualan ritel atau distribusi dari dealer ke konsumen mencapai 4.688 unit pada periode yang sama. Angka tersebut naik 10,74% dibandingkan bulan sebelumnya.

Billy menyebut, sepanjang awal tahun ini Honda Brio dan Honda HR-V masih menjadi dua model yang memberikan kontribusi penjualan terbesar bagi perseroan. “Pada Februari 2026, Honda Brio menyumbang lebih dari 50% dari total penjualan, termasuk varian Brio Satya S CVT. Sementara itu, Honda HR-V berkontribusi sekitar 20% dari total penjualan kami,” ujarnya.

Alhasil, perseroan tetap berkomitmen menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Salah satunya melalui rencana peluncuran tiga model elektrifikasi pada tahun ini sebagai bagian dari strategi elektrifikasi Honda, sembari mempertahankan karakter sensasi berkendara khas merek tersebut.

Gran Max Dominasi Penjualan Daihatsu

Tak ketinggalan, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatatkan kinerja penjualan yang kuat pada Februari 2026. Pencapaian tersebut ditopang oleh tiga segmen utama, yakni kendaraan niaga (commercial low) serta dua segmen mobil penumpang, yaitu low cost green car (LCGC) dan SUV medium.

Direktur Marketing dan Corporate Communication PT ADM, Sri Agung Handayani mengatakan, penjualan Daihatsu pada Februari 2026 mencapai 12.336 unit. Angka tersebut meningkat 10,12% mtm dibandingkan realisasi Januari 2026 yang tercatat sebanyak 11.202 unit. “Capaian pada Februari 2026 ini memperkuat konsistensi Daihatsu dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia, baik untuk penggunaan harian maupun menunjang aktivitas usaha,” ujar Sri Agung dalam keterangannya.

Secara terperinci, segmen mobil penumpang memberikan kontribusi sebesar 51% terhadap total penjualan Daihatsu. Pada kategori ini, segmen LCGC dan SUV medium menjadi penopang utama, diikuti oleh sejumlah segmen lainnya. Pada kelas LCGC, model Daihatsu Sigra dan Ayla mencatatkan penjualan sebanyak 3.906 unit. Sementara itu, Terios di segmen SUV medium membukukan penjualan sebanyak 1.351 unit.

Adapun, pada segmen kendaraan niaga yang berkontribusi 49% terhadap total penjualan Daihatsu, Gran Max Pick Up mencatatkan penjualan 4.010 unit, sedangkan Gran Max Mini Bus mencapai 2.033 unit. Menurutnya, capaian tersebut menegaskan peran Gran Max sebagai tulang punggung Daihatsu di segmen kendaraan komersial. Model ini juga menunjukkan kuatnya preferensi konsumen yang memanfaatkannya sebagai kendaraan operasional usaha, mulai dari pelaku UMKM hingga perusahaan di berbagai wilayah.

Daftar 10 Merek Mobil Terlaris Februari 2026:

  • Toyota: 22.522 unit
  • Daihatsu: 13.452 unit
  • Suzuki: 9.659 unit
  • Mitsubishi Motors: 7.008 unit
  • Honda: 5.385 unit
  • BYD: 4.653 unit
  • Jaecoo: 3.005 unit
  • Mitsubishi Fuso: 2.506 unit
  • Isuzu: 1.948 unit
  • Hyundai: 1.741 unit
Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *