Penolakan Restorative Justice oleh Projo terhadap Rismon Sianipar
Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Damanik, menyambut baik permohonan maaf yang disampaikan Rismon Sianipar kepada Presiden Joko Widodo dan keluarganya. Namun, ia meminta Polda Metro Jaya untuk menolak permohonan restorative justice (RJ) yang diajukan oleh Rismon. Meskipun Jokowi telah memberikan maaf, Freddy menilai bahwa tindakan Rismon memiliki dampak yang sangat serius terhadap masyarakat.
Menurut Freddy, tindakan Rismon dalam menuduh ijazah Jokowi palsu selama lebih dari setahun telah menciptakan kerusakan luar biasa di masyarakat. Banyak orang kini percaya bahwa ijazah Jokowi tidak asli, meskipun hasil penelitian terbaru Rismon mengklaim bahwa ijazah tersebut asli. Ia bahkan mengaku telah melakukan penelitian selama tiga bulan dan menemukan bahwa tidak ada kejanggalan pada ijazah Jokowi.
Freddy menjelaskan bahwa Rismon ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, fitnah, atau penghasutan. Tindakan ini juga melibatkan manipulasi informasi elektronik, sebagaimana diatur dalam Pasal 310, 311 KUHP, serta Pasal 35 UU ITE dan Pasal 27A UU ITE. Ancaman hukuman yang bisa diberikan sangat berat, yaitu hingga 8 tahun dan 12 tahun penjara.
Freddy menegaskan bahwa meskipun permohonan RJ Rismon memenuhi syarat secara materi, seperti adanya perdamaian dengan korban dan pengakuan kesalahan, secara formil tindakan Rismon masih merupakan kejahatan serius. Ia menilai bahwa tindakan ini menyerang legitimasi presiden dan dapat merusak stabilitas demokrasi.
Alasan Projo Menolak Restorative Justice
Freddy mengimbau agar proses restorative justice Rismon dipertimbangkan dengan sangat ketat. Ia menilai bahwa jika kasus ini dihentikan, maka akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum. Hal ini bisa memicu banyak orang untuk menuduh pejabat publik dan kemudian bebas hanya dengan meminta maaf.
“Jika SP3 diberikan kepada Rismon melalui mekanisme RJ, maka ini benar-benar akan menjadi preseden buruk untuk penegakan hukum. Ke depannya laporan polisi delik aduan akan banyak dipergunakan sebagai alat bargaining saja, hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan kelompok tertentu,” ujar Freddy.
Ia juga menyoroti pentingnya efek jera terhadap penyebaran hoaks dan perlindungan reputasi pejabat publik dari disinformasi sistematis. Freddy menilai bahwa tindakan Rismon telah menciptakan konflik sosial yang luas dan memerlukan penanganan yang serius.
Riwayat Freddy Damanik
Freddy Damanik lahir di Pematang Siantar pada 17 April 1981. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dari Universitas Lampung pada tahun 1999. Setelah itu, ia melanjutkan studi S2 Magister Hukum dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada tahun 2011.
Sebelum bergabung dengan perusahaan, Freddy bekerja sebagai advokat selama 15 tahun. Ia juga pernah menjabat Komisioner Independen PT Bhanda Ghara Reksa dan menjadi Komisaris Independen PT Sang Hyang Seri berdasarkan Keputusan Menteri BUMN.
Freddy juga merupakan pendiri Silas Dutu & F. Alex Damanik (DnD) Law Office dan pernah menjadi Asisten Pengacara Publik LBH Jakarta – YLBHI tahun 2004-2005. Pada pilkada tahun 2024, ia sempat mendeklarasikan diri maju sebagai calon Wali Kota Pematangsiantar, namun akhirnya batal karena tidak mendaftar tepat waktu.
Rismon Datangi Rumah Jokowi dan Minta Maaf

Rismon Sianipar datang langsung ke rumah Presiden Joko Widodo di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Kamis sore (12/3/2026). Dia menemui Jokowi untuk menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dalam meneliti ijazah Jokowi.
Menurut Rismon, hasil penelitiannya terbaru menunjukkan bahwa tidak ada kejanggalan pada ijazah Jokowi. Ia menjelaskan bahwa kesimpulan ini didapatkan setelah menggunakan metode penelitian yang berbeda dari sebelumnya. Rismon juga menyatakan bahwa ia kini dapat melihat watermark dan emboss pada dokumen ijazah yang diupload oleh Dian Sandi Utama.
Ia menambahkan bahwa hasil penelitian ini konsisten dengan temuan saat gelar perkara khusus. Rismon juga mengungkap bahwa ia menemukan bahwa fitur yang disebut hologram sebenarnya adalah emboss, yang membuatnya semakin yakin dengan kesimpulan barunya.











