My WordPress Blog
Budaya  

Fadilah Salat Tarawih Malam ke-25 Ramadan: Terhindar dari Azab Kubur, Niat dan Doa Lengkap

Malam Ke-25 Ramadan, Kesempatan Istimewa untuk Memperbanyak Ibadah

Malam ke-25 Ramadan termasuk dalam 10 malam terakhir yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Dalam kitab Durratun Nashihin disebutkan bahwa orang yang melaksanakan salat tarawih pada malam ke-25 akan diangkat azab kuburnya. Umat Muslim dianjurkan menghidupkan malam Ramadan dengan tarawih, qiyamullail, membaca Al-Qur’an, serta doa seperti Doa Kamilin.

Keistimewaan Malam Ke-25 Ramadan

Ramadan 1447 Hijriah memasuki malam ke-25, Sabtu (14/3/2026). Malam ini termasuk dalam 10 malam terakhir Ramadan, yang sangat istimewa bagi umat Muslim. Malam 25 Ramadan adalah salah satu malam yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah karena bisa saja bertepatan dengan Laylatul Qadr, malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Melaksanakan salat tarawih pada malam ke-25 Ramadan memiliki fadilah atau keutamaan yang besar. Dalam Kitab Durratun Nashihin karya Syekh Al-Khaubawi dijelaskan bahwa orang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-25 Ramadhan, akan diangkat darinya azab kubur. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan dengan penuh keimanan pada bulan Ramadhan dapat menjadi sebab keselamatan seorang hamba di alam barzakh.

Ayat dan Hadis yang Mendukung

Alam kubur merupakan tahap pertama dari kehidupan akhirat yang akan dialami setiap manusia. Oleh karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh agar mendapatkan perlindungan dari siksa kubur. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim: 27)

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan memberikan keteguhan dan perlindungan kepada orang-orang yang beriman, termasuk ketika mereka menghadapi kehidupan setelah kematian. Amal ibadah seperti shalat, puasa, dan berbagai kebaikan lainnya akan menjadi sebab datangnya pertolongan Allah di alam kubur.

Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya agar mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian dengan memperbanyak amal saleh. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Beliau sering berdoa memohon perlindungan dari siksa kubur. Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya kubur itu adalah taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa keadaan seseorang di alam kubur sangat bergantung pada amal yang ia lakukan selama hidup di dunia. Oleh karena itu, menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat tarawih, qiyamullail, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak istighfar merupakan salah satu jalan untuk memperoleh rahmat dan perlindungan dari Allah.

Niat Shalat Tarawih

Shalat tarawih dikerjakan setelah shalat Isya hingga waktu fajar (sebelum shalat subuh). Shalat sunnah ini bisa dikerjakan secara munfarid atau sendirian tanpa imam, bisa juga dikerjakan secara berjamaah. Dalam pelaksanaannya, ada yang melaksanakan shalat tarawih sebanyak 8 rakaat, namun ada juga yang mengerjakan sebanyak 20 rakaat.

Berikut niat-niat shalat tarawih:

  1. Niat shalat tarawih secara sendiri

    Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

    Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

  2. Niat shalat tarawih sebagai imam

    Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

    Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

  3. Niat shalat tarawih sebagai makmum

    Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

    Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

Doa Kamilin

Doa kamilin merupakan doa yang dipanjatkan sesudah menyelesaikan seluruh rakaat shalat tarawih. Doa ini kerap jadi rujukan umat muslim, dan cukup populer bagi masyarakat muslim di Indonesia. Ini karena redaksi doa kamilin berasal dari perkataan atau hasil dari redaksi para ulama yang kemudian membentuk untaian-untaian permohonan doa.

Berikut bacaan doa kamilin dalam Bahasa Arab, bahasa Latin lengkap dengan terjemahannya:

Allahummaj‘alna bil imani kamilin. Wa lil faraidli muaddin. Wa lish-shlati hafidhin. Wa liz-zakati fa‘ilin. Wa lima ‘indaka thalibin. Wa li ‘afwika rajin. Wa bil-huda mutamassikin. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlin. Wa fid-dunya zahdin. Wa fil ‘akhirati raghibin.

Wa bil-qadla’I radlin. Wa lin na‘ma’I syakirin. Wa ‘alal bala’i shabirin. Wa tahta lawa’i muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam yaumal qiyamati sa’irina wa ilal haudli waridin. Wa ilal jannati dakhilin. Wa min sundusin wa istabraqin wadibajin mutalabbisin. Wa min tha‘amil jannati akilin.

Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syaribin. Bi akwabin wa abariqa wa ka‘sin min ma‘in. Ma‘al ladzina an‘amta ‘alaihim minan nabiyyina wash shiddiqina wasy syuhada’i wash shalihina wa hasuna ula’ika rafiqan. Dalikal fadl-lu minallahi wa kafa billahi ‘aliman.

Allahummaj‘alna fi hadzihil lailatisy syahrisy syarifail mubarakah minas su‘ada’il maqbûlin. Wa la taj‘alna minal asyqiya’il mardûdin. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa alihi wa shahbihi ajma‘in. Birahmatika ya arhamar rahimin wal hamdulillahi rabbil ‘alamin.

Artinya: “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban- kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat , yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”


Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *