Kerusuhan Antarsuporter dalam Pertandingan Persijap Jepara vs Persis Solo
Pada 5 Maret 2026, terjadi kerusuhan antar suporter saat pertandingan antara Persijap Jepara dan Persis Solo digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara. Peristiwa ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kedua klub yang terlibat.
Buntut dari kejadian tersebut, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberikan hukuman disiplin kepada Persijap Jepara dan Persis Solo. Hukuman tersebut mencakup denda dan larangan penonton pada beberapa pertandingan home.
Persijap Jepara menerima denda total sebesar Rp195 juta dan larangan penonton selama lima pertandingan home. Sementara itu, Persis Solo dihukum dengan denda sebesar Rp135 juta dan larangan penonton sebanyak lima kali.
Penjelasan Hukuman yang Diberikan
Salinan Keputusan Komite Disiplin PSSI Super League 2025/2026 sudah diterima oleh manajemen Persijap Jepara. Berikut adalah poin-poin hukuman yang diberikan:
- Pertama, panitia pertandingan (Panpel) Persijap gagal mengantisipasi kehadiran suporter Persis. Hal ini menyebabkan denda sebesar Rp25 juta.
- Kedua, Panpel Persijap tidak berhasil menjaga ketertiban dan keamanan, sehingga menyebabkan gangguan terhadap perangkat pertandingan dan tim tamu. Akibatnya, kendaraan perangkat pertandingan rusak dan tim Persis Solo tertahan selama empat jam. Denda sebesar Rp40 juta diberikan.
- Ketiga, setelah pertandingan berakhir, terjadi pelemparan ke arah perangkat pertandingan yang sedang menuju tunnel oleh suporter Persijap dari Tribun Barat. Denda sebesar Rp30 juta diberikan.
- Keempat, terjadi kerusuhan saling ejek dan pelemparan antara suporter Persijap di Tribun VIP Barat (Tengah) dengan suporter Persis di Tribun VIP Barat (Selatan). Fasilitas stadion dan kendaraan perangkat pertandingan rusak. Denda sebesar Rp100 juta diberikan.
Selain denda, Persijap juga dilarang memiliki penonton selama lima pertandingan home.
Sikap Resmi Manajemen Persijap
Menyikapi hal tersebut, manajemen Persijap menyampaikan sikap resmi klub dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, persaudaraan, serta komitmen bersama untuk memajukan sepak bola Indonesia.
Sebagai bagian dari ekosistem sepak bola nasional, Persijap menghormati proses yang berjalan di bawah kewenangan Komisi Disiplin PSSI. Klub percaya bahwa setiap keputusan yang diambil merupakan bagian dari upaya menjaga integritas, ketertiban, dan profesionalisme dalam kompetisi sepak bola di Indonesia.
Persijap memandang bahwa rivalitas di dalam lapangan merupakan bagian dari dinamika olahraga yang sehat. Namun di luar lapangan, nilai persaudaraan antar klub dan suporter harus tetap dijaga.
Hubungan antara Persijap dan Persis selama ini dibangun di atas semangat kebersamaan sebagai representasi kebanggaan daerah di Jawa Tengah. Oleh karena itu, manajemen Laskar Kalinyamat menegaskan bahwa Persijap dan Persis tetap bersaudara.
Harapan untuk Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Kedua klub memiliki tujuan yang sama, yaitu memajukan sepak bola Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah, agar semakin berkembang, profesional, dan menjadi kebanggaan masyarakat.
Persijap juga berharap bahwa peristiwa yang terjadi dapat menjadi bahan refleksi dan evaluasi bersama bagi seluruh elemen sepak bola nasional, khususnya komunitas suporter di berbagai daerah.
Semangat sportivitas, kedewasaan, dan rasa saling menghormati harus selalu menjadi fondasi utama, baik dalam kompetisi liga, maupun ketika mendukung Tim Nasional Indonesia.
Sepak bola pada akhirnya adalah ruang pemersatu. Melalui semangat persaudaraan dan dukungan yang positif, bersama-sama membangun atmosfer sepak bola Indonesia yang aman, bermartabat, dan membanggakan di mata dunia.
Manajemen Persijap mengajak seluruh suporter, pecinta sepak bola, serta seluruh elemen yang terlibat di dalamnya untuk terus menjaga semangat kebersamaan demi masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik.
Peran Suporter dalam Sepak Bola
Chief Media Officer Persijap Jepara, Xenia Veryano menyampaikan bahwa rivalitas dalam sepak bola seharusnya menjadi energi positif untuk memajukan olahraga, bukan sebaliknya. Dia menegaskan bahwa Persijap Jepara dan Persis Solo memiliki tujuan yang sama, yaitu memajukan sepak bola di Jawa Tengah.
“Kami melihat Persis bukan hanya sebagai rival di lapangan, tetapi juga sebagai saudara dalam ekosistem sepak bola daerah,” ujar dia.
Xenia juga menyebut bahwa Persijap berharap peristiwa kerusuhan antar suporter dapat menjadi bahan refleksi dan evaluasi bersama bagi seluruh elemen sepak bola nasional, khususnya komunitas suporter di berbagai daerah.
“Sepak bola pada akhirnya adalah ruang pemersatu. Melalui semangat persaudaraan dan dukungan yang positif,” tuturnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











