My WordPress Blog

Ketua LSM Harimau Bantah Keroyok Kades, Hanya Ingin Tanya Seleksi

Penyangkalan LSM Harimau terhadap Tuduhan Pengeroyokan Kades Purwasaba

Ketua LSM Harimau, Prakas, secara tegas membantah tuduhan bahwa dirinya dan anggota organisasi tersebut melakukan pengeroyokan terhadap Kepala Desa (Kades) Purwasaba. Menurutnya, kehadiran mereka di balai desa pada saat itu bukan untuk melakukan aksi demonstrasi, melainkan memberikan pendampingan advokasi kepada sejumlah warga yang ingin menyampaikan aspirasi dalam sebuah forum audiensi.

Prakas menjelaskan bahwa audiensi tersebut digelar atas permintaan sejumlah peserta seleksi perangkat desa yang tidak lolos dalam proses penjaringan. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menyoroti dugaan kejanggalan dalam proses seleksi yang berlangsung. Proses penjaringan tersebut berkaitan dengan pengisian tiga posisi Kepala Dusun (Kadus) di Desa Purwasaba.

“Kita bukan demo, tidak ada demo sama sekali. Kami datang untuk pendampingan advokasi dalam audiensi atas permintaan sejumlah peserta yang tidak lolos seleksi,” ujar Prakas saat dikonfirmasi.

Temukan Dugaan Kejanggalan ‘Bank Soal’

Dalam pertemuan tersebut, LSM Harimau mewakili sekitar sepuluh peserta seleksi yang mempertanyakan transparansi panitia penyelenggara. Salah satu hal yang disorot adalah penggunaan bank soal yang disimpan dalam sebuah flashdisk. Menurut Prakas, penggunaan bank soal tersebut menimbulkan kecurigaan karena sebelumnya sempat ada saran agar panitia menggunakan soal yang benar-benar baru dalam proses seleksi.

“Ketika kami tanyakan soal flashdisk itu, ketua panitia tidak bisa menjelaskan. Situasi mulai tegang saat Kepala Desa ikut terlibat emosi, padahal yang kami tanyakan adalah pihak panitia,” jelasnya.

Ia juga mengeklaim bahwa kericuhan yang terjadi bukan dipicu oleh pihaknya. Menurutnya, situasi memanas setelah sejumlah orang dari luar daerah yang berada di lokasi audiensi ikut tersulut emosi. Untuk menepis tuduhan pengeroyokan yang dialamatkan kepadanya, Prakas menyatakan pihaknya memiliki rekaman video utuh dari peristiwa tersebut yang dapat dijadikan bukti.

Laporan ke Polres Banjarnegara

Buntut dari polemik ini, sepuluh peserta seleksi yang merasa dirugikan telah resmi melayangkan laporan ke Polres Banjarnegara. Mereka mendesak agar proses seleksi perangkat desa diulang jika nantinya ditemukan pelanggaran administratif oleh pihak Inspektorat.

“Jika memang ditemukan kesalahan atau pelanggaran secara administratif, kami minta penjaringannya diulang demi transparansi,” tegas Prakas.

Ia juga menepis isu bahwa kericuhan terjadi karena anggotanya tidak lolos seleksi. Dari sepuluh peserta yang didampingi, hanya satu orang yang merupakan kader LSM Harimau. Bahkan, anggota tersebut menyatakan siap mundur jika pencalonannya memicu polemik, asalkan proses seleksi berjalan jujur.

Kades Hoho Mengaku Dipukuli

Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang populer disapa Hoho Alkaf, mengaku menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami kerusakan atribut kedinasan dan cidera fisik. Insiden ini dipicu oleh desakan massa yang menuntut pembatalan hasil penjaringan perangkat desa.

Hoho diserang saat hendak meninggalkan lokasi tak lama setelah audiensi yang berlangsung memanas. Detik-Detik Pengeroyokan

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, @hoho_alkaff, Hoho menceritakan momen mencekam saat dirinya dihujani pukulan dari berbagai arah sebelum sempat mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan.

“Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan. Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan,” ungkap Hoho, Rabu (12/3/2026).

Akibat serangan tersebut, kacamata Hoho pecah, pakaian dinasnya robek, dan atribut papan namanya terlepas akibat ditarik-tarik massa. Ia menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial hanya memperlihatkan saat dirinya sudah berada di belakang mobil pengamanan, sehingga momen pengeroyokan awal tidak terekam secara utuh.

Hoho membeberkan bahwa pemicu demonstrasi adalah kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos seleksi perangkat desa. Massa menuntut proses seleksi diulang, namun Hoho bergeming karena merasa seluruh tahapan sudah sesuai regulasi yang berlaku.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *