My WordPress Blog

Eko Maung Puji Sikap VPC Istirahatkan Slogan Viking Bonek Satu Hati

Sikap Viking Persib Club yang Menjadi Perdebatan

Viking Persib Club (VPC) mengambil sikap untuk menjaga jarak dan mengistirahatkan slogan “Viking Bonek Satu Hati” setelah pertandingan Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 2-2. Tindakan ini dilakukan sebagai langkah untuk mencegah terulangnya konflik antar suporter.

Eko Noer Kristiyanto, seorang pengamat hukum olahraga yang juga merupakan Bobotoh, menyampaikan apresiasinya terhadap keputusan VPC. Ia menilai bahwa tindakan ini penting karena memberikan kejelasan kepada para pendukung yang tidak terlibat langsung dalam perseteruan.

“Saya mengapresiasi tindakan ini, bukan karena substansinya, tapi karena adanya sikap yang jelas. Jika tidak ada sikap atau pernyataan, maka akan membingungkan para pendukung di tingkat bawah,” ujar Eko Maung, saat dihubungi.

Ia menjelaskan bahwa dengan adanya pernyataan tersebut, orang-orang yang tidak terlibat akan merasa aman. “Dengan sifatnya yang polos, mereka bisa saja masuk ke area suporter lawan dan terkena dampaknya,” tambahnya.

Eko Maung membandingkan situasi ini dengan kejadian pada tahun 2003-2004 lalu, ketika perseteruan antara supporter Persija Jakarta dan Persib Bandung terjadi. Pada masa itu, hanya Viking dan Jakmania yang dianggap sebagai suporter utama, namun ternyata beberapa suporter non-Viking juga turut terlibat dalam bentrokan.

“Pada masa itu, suporter non-Viking seperti bomber dan lainnya juga ikut ke Lebak Bulus dan disikat oleh Jakmania. Masih ada yang hidup, karena seumuran saya,” katanya.

Menurut Eko, perseteruan antar suporter tidak bisa dibatasi hanya pada kelompok tertentu. “Ketika sudah terjadi bentrokan di lapangan, yang ada hanya dua pihak: kamu pendukung tim itu, saya pendukung tim ini,” ujarnya.

Pernyataan dari VPC, kata Eko Maung, akan membuat para grassroots dan Bobotoh lebih waspada. “Jika suporter memang ingin aman, lebih baik berpikir yang terburuk daripada yang terbaik. Jika hanya berpikir yang enak-enak, bisa berujung fatal,” tambahnya.

Adanya sikap dari VPC mendapat beragam reaksi dari Bobotoh. Ada yang setuju, ada yang tidak. Eko Maung menyebutnya sebagai konsekuensi dari situasi ini. “Ya, tidak apa-apa. Dalam kondisi seperti ini, pendapat pasti pro-kontra,” ujarnya.

Eko juga menyebut adanya pandangan untuk sementara berhenti atau melanjutkan. “Tapi saya mengajak Bobotoh untuk berpikir jernih. Beberapa tahun lalu, sering terjadi kejadian seperti itu. Ketika Persebaya main di Bandung, ada penjarahan dan pemalakan,” ujarnya.

Namun, menurut Eko, masyarakat dan Bobotoh sering dinina bobokan oleh statement-statement seperti “Bonek Satu Hati”. “Padahal, hal seperti itu tidak bisa begitu saja. Tidak ada masalah secara personal, saya kenal beberapa pentolan Bonek, sampai kapan pun tidak akan ada masalah. Walaupun, jika Bobotoh dan Bonek bertemu, tidak mungkin saya bersahabat dengan dia,” tambahnya.

Masalahnya, kata Eko, adalah teman-teman lain yang tidak memiliki hubungan seerat itu. “Saya pernah alami, banyak saksinya. Setiap kali nonton ke Surabaya, beberapa orang kehilangan HP. Itu dimulai dari slogan satu hati itu. Satu hati, jadi longgar, tidak waspada,” ujarnya.

Eko juga menyampaikan bahwa saat ada kejadian, sering kali oknum yang disalahkan, padahal tidak selalu demikian. “Jadi, untuk para pentolan, yang juga teman saya, saatnya kita menurunkan ego. Ego pertemanan kita, jangan menyeret orang. Kita tidak punya masalah apa-apa, cuma yang lain, teman-teman yang lain, mari kita buat agar tetap waspada,” tutupnya.


Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *