My WordPress Blog
Budaya  

Ustadz Abdul Somad Ungkap 5 Tanda Orang Dapat Lailatul Qadar, Hati Terang

Tanda-Tanda Seseorang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang dinantikan oleh seluruh umat Islam. Malam ini lebih baik dibandingkan 1.000 bulan, dan menjadi momen penting dalam menjalani puasa Ramadhan. Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan penjelasan tentang makna dan tanda-tanda seseorang yang mendapatkan malam tersebut.

Menurut UAS, hikmah dari adanya Lailatul Qadar adalah perubahan sikap yang terjadi setelah bulan Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan malam tersebut membawa dampak positif dalam diri seorang Muslim. Ramadhan sendiri merupakan bulan suci bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah seperti salat sunnah, tadarus Al-Qur’an, zikir, serta sedekah dan lainnya.

Lima Perubahan pada Diri Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar

Meski tidak ada tanda pasti yang dapat diketahui, UAS menyebutkan bahwa ada perbedaan antara orang yang sudah mendapatkan Lailatul Qadar dan yang belum. Perbedaan tersebut terletak pada perubahan sikap sebelum dan setelah Ramadhan. Contohnya, seseorang yang dulunya pelit atau kikir bisa menjadi dermawan setelah melalui proses puasa.

Berikut lima perubahan yang dirasakan oleh orang yang beruntung:

  • Ketenangan Hati (Sakinah): Merasakan kedamaian batin yang luar biasa, hati terasa ringan, dan jauh dari gelisah.
  • Meningkatnya Semangat Ibadah: Timbul keinginan kuat untuk terus beribadah, seperti shalat berjamaah, tahajud, dan membaca Al-Qur’an.
  • Terjaga dari Maksiat: Allah menjaga hati dan perilaku mereka dari perbuatan buruk, serta didekatkan pada amal saleh.
  • Suasana Hati yang “Terang”: Merasakan suasana hati yang tenang dan tentram, mirip dengan suasana alam yang sejuk dan damai saat malam Lailatul Qadar.
  • Perubahan Sikap: Misalnya, seseorang yang dulunya kikir menjadi rajin berbagi dan sedekah.

Amalan yang Perlu Dilakukan untuk Meraih Lailatul Qadar

Untuk meraih malam Lailatul Qadar, UAS menyarankan umat Islam untuk senantiasa menunaikan ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunnah di bulan Ramadhan. Salah satu bentuk ibadah utama adalah shiyam atau puasa. Di dalam Surah Al-Baqarah Ayat 183, Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Shiyam bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan pandangan, perkataan, dan perbuatan. Selain itu, UAS menekankan pentingnya memperbanyak qiyam di malam hari. Qiyamul lail mencakup shalat maghrib, isya, qabliyah isya, Tarawih, Witir, dan tadarus Alquran. Setelah itu, tidur dan bangun kembali untuk melakukan shalat Tahajud.

“Yang sudah Witir setelah Tarawih, tidak perlu Witir lagi setelah Tahajud. Setelah itu istighfar. Beramal dari awal Ramadhan hingga akhir Allah akan berikan Lailatul Qadar, Insya Allah,” tutup UAS.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *