My WordPress Blog

Starstreak Indonesia Jadi Sorotan Saat Ketegangan Iran vs Amerika Meningkat

Perang Iran vs Amerika Serikat Membesar, Fasilitas Non-Militer Jadi Sasaran

Sepekan setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Teheran, Iran, konflik antara kedua pihak dilaporkan semakin membesar. Kini, perhatian juga tertuju pada persenjataan modern yang digunakan dalam konflik ini. Salah satu alutsista yang kembali viral adalah Rudal Starstreak milik militer Indonesia.

Penampakan Rudal Starstreak dipamerkan oleh Batalyon Arhanud 15/Dahana Bhaladika Yudha, Semarang, saat pameran alutsista di Kota Tegal. Alutsista ini merupakan senjata canggih untuk mempertahankan keamanan di udara dari ancaman pesawat musuh. Pameran alutsista tersebut diadakan dalam rangka HUT ke-78 TNI dan HUT ke-73 Kodam IV/Diponegoro di Jalan Pancasila Tegal.

Jenis-Jenis Rudal Starstreak

Diketahui, ada dua jenis Rudal Starstreak, yaitu LML (Lightweight Multiple Launcher) dan Multi Mission System (MMS). Alutsista ini menggunakan kendaraan basis jip dengan daya tembak sasaran musuh sejauh 6 hingga 8 kilometer dan kecepatan missile 3,5 MCH.

Rudal Starstreak LML memiliki sistem peluncur yang diawaki oleh penembak yang berada di luar kendaraan. Kendaraan ini memiliki satu tiang dengan tiga peluncur untuk menembak, serta ruang penyimpanan rudal di bawahnya.

Sementara itu, Rudal Starstreak MMS diawaki oleh komputer dan berada di dalam kendaraan. Keunggulan utama dari jenis ini adalah hulu ledaknya tidak dapat dideteksi oleh pesawat musuh.

Serangan Terhadap Fasilitas Energi Iran

Update terbaru mengenai konflik Iran vs AS menyebutkan bahwa pada Sabtu (7/3/2026) malam, kebakaran besar terjadi di ibu kota Iran, Teheran, setelah tangki-tangki bahan bakar minyak (BBM) menjadi sasaran serangan Israel. Media Israel melaporkan bahwa tentara pendudukan Israel (IDF) telah melakukan serangan terhadap fasilitas bahan bakar di Iran.

Perusahaan Penyiaran Israel (KAN) mengutip sumber yang mengatakan bahwa Israel telah memperluas targetnya di dalam Iran hingga mencakup fasilitas minyak. Dalam konteks ini, kantor berita Iran Fars melaporkan bahwa Israel menargetkan depot minyak di beberapa wilayah di sebelah barat Teheran.

Penggunaan Drone Presisi oleh AS-Israel

Menjelaskan lebih lanjut, kepala biro Al Jazeera di Teheran, Nour Eddine Dagher, menyebutkan bahwa indikasi awal serangan menunjukkan bahwa target perang kini tidak hanya fasilitas militer, tetapi juga fasilitas bahan bakar dan depot bahan bakar di dalam dan di pinggiran ibu kota Iran.

Al-Dughair menambahkan bahwa ledakan dan kobaran api yang muncul menunjukkan sifat dari target yang dibom. Ia juga menyebutkan kemungkinan keterlibatan drone dalam serangan baru-baru ini, karena sifat dan ketepatan serangan menunjukkan kemungkinan penggunaan teknologi presisi.

Balasan Iran atas Serangan Kilang Minyak Haifa

Sebagai tanggapan, Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan rudal terhadap kilang minyak di Haifa sebagai balasan atas penargetan fasilitas energi di Teheran. Dalam sebuah pernyataan, Garda Revolusi menyatakan bahwa pasukannya “menyerang kilang minyak Haifa dengan rudal Kheibar Shekan sebagai tanggapan atas penargetan kilang minyak Teheran.”

Direktur kantor Al Jazeera di Teheran tersebut juga menyebutkan bahwa perkembangan ini mungkin menunjukkan bahwa operasi militer AS-Israel telah memasuki tahap yang lebih maju dalam perencanaan militer Israel. Di sisi lain, ia juga menunjukkan bahwa Iran telah beralih ke tahap baru dalam strategi militernya.

Persenjataan Rudal Canggih Iran

Al-Dughair menjelaskan bahwa Iran telah menggunakan sejumlah rudal canggih dalam serangannya terhadap Israel, termasuk rudal “Khorramshahr”, yang memiliki kecepatan super sekitar Mach 16 saat keluar dari atmosfer menuju target. Rudal ini juga memiliki kemampuan untuk pecah setelah keluar dari atmosfer, sehingga bisa mengenai beberapa target.

Selain itu, Iran juga memiliki rudal “Emad” dengan hulu ledak eksplosif yang kuat dan kemampuan manuver untuk melawan peperangan elektronik, serta rudal hipersonik “Fattah” dan rudal “Khaibar”.

Eskalasi Perang yang Meluas

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa negaranya “tidak menyambut baik peningkatan eskalasi perang, tetapi jika Eropa ikut campur, kami akan memperlakukan mereka dengan cara yang sama.” Direktur kantor Al Jazeera di Teheran mengomentari pernyataan ini dengan mengatakan bahwa posisi ini tidak hanya terbatas pada dimensi politik, tetapi juga meluas ke dimensi militer.

Ia menambahkan bahwa jangkauan rudal Iran yang saat ini diketahui, seperti rudal “Sejjil 2”, mencapai sekitar 2.600 kilometer, jangkauan yang memungkinkan akses ke perbatasan Eropa. Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa Iran mungkin sedang berupaya mengembangkan rudal dengan jangkauan antara 4.000 hingga 5.000 kilometer.

Al-Dughair menyimpulkan dengan mengatakan bahwa Teheran saat ini beroperasi sesuai dengan strategi yang didasarkan pada penargetan sasaran Israel dan Amerika sebagai tanggapan terhadap serangan yang dialaminya, tetapi ia mengindikasikan bahwa tahap selanjutnya mungkin akan menyaksikan perubahan tambahan pada tingkat operasi militer jika eskalasi terus berlanjut.

Selama lebih dari seminggu, Israel dan Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, menewaskan ratusan orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Teheran merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel, serta melancarkan serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai pangkalan dan kepentingan Amerika di wilayah tersebut.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *