TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menorehkan prestasi dalam bidang transformasi digital. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot Tangsel berhasil meraih penghargaan sebagai pemerintah daerah terbaik di Indonesia dalam implementasi Internet Protocol Version 6 (IPv6). Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada ajang IPv6 Enhanced Net 5.5G Conference di Jakarta.
Direktur Telekomunikasi Komdigi, Aju Widya Sari menyampaikan bahwa apresiasi ini menjadi bukti nyata bahwa Tangsel telah siap menghadapi lonjakan konektivitas masa depan. Ia mengapresiasi langkah berani yang dilakukan oleh Tangsel dalam melakukan migrasi protokol internet, sementara daerah lain masih terpaku pada protokol lama.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari misi besar “Digital Excellence” yang diusungnya. Menurut dia, infrastruktur jaringan adalah tulang punggung dari seluruh layanan publik. Tanpa protokol yang mumpuni, integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) hanya akan menjadi wacana tanpa daya dukung yang kuat.
Asep melihat bahwa kedaulatan digital di tingkat lokal harus dimulai dari fondasi yang paling mendasar, yaitu alamat protokol internet. Ia menyatakan bahwa keterbatasan IPv4 telah menjadi tembok penghalang bagi ekspansi layanan digital yang masif. Dengan IPv6, ia tidak hanya menambah kapasitas, tetapi juga membuka gerbang menuju inovasi yang lebih luas.
Penggunaan metode dual stack (menjalankan IPv4 dan IPv6 secara bersamaan) dipilih sebagai strategi transisi agar seluruh layanan aplikasi pemerintahan tetap berjalan stabil tanpa adanya gangguan (downtime) bagi masyarakat pengguna. Implementasi IPv6 di Tangsel memberikan dampak langsung pada pengelolaan pusat data (data center) dan jaringan backbone kota.
Asep menguraikan bahwa IPv6 menawarkan fitur auto-configuration yang memudahkan pengelolaan perangkat jaringan dalam jumlah besar. Hal ini sangat krusial bagi Tangsel yang tengah gencar mengembangkan konsep Smart City berbasis Internet of Things (IoT).
Selain aspek fleksibilitas, keamanan siber menjadi poin utama dalam misi terbaru Diskominfo. Protokol IPv6 memiliki fitur keamanan terintegrasi yang lebih baik dibandingkan pendahulunya. Hal itu sejalan dengan komitmen Pemkot Tangsel untuk melindungi data pribadi warga yang terkoneksi dalam berbagai platform layanan publik, mulai dari administrasi kependudukan hingga sistem perizinan terpadu.
Ke depan, pencapaian ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Tangsel untuk terus berinovasi. Tubagus Asep menegaskan bahwa teknologi IPv6 yang telah terbangun akan terus dioptimalkan guna mendukung percepatan transformasi digital yang inklusif.
Bagi masyarakat Tangsel, prestasi ini berarti harapan akan layanan publik yang lebih cepat, responsif, dan jarang mengalami gangguan akibat kendala kapasitas jaringan. Dengan infrastruktur yang kini diakui sebagai yang terbaik se-Indonesia, Tangsel telah memosisikan dirinya bukan lagi sebagai pengikut arus teknologi, melainkan sebagai penentu arah kebijakan digital di tingkat daerah.
“Tugas kami belum selesai. Penghargaan ini adalah tanggung jawab untuk terus meningkatkan standar. Kami ingin membuktikan bahwa dengan kepemimpinan yang bervisi teknologi, pemerintah daerah mampu menghadirkan layanan kelas dunia bagi warganya,” pungkas Asep.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”









