My WordPress Blog
Budaya  

10 toko oleh-oleh legendaris di Solo: aksesoris, batik, dan kuliner terbaik

Solo Raya, Destinasi Mudik Favorit dengan Oleh-Oleh Legendaris

Mudik dan libur Lebaran sering kali menjadi momen yang dinantikan oleh banyak orang. Tidak lengkap rasanya jika tidak membawa oleh-oleh dari kampung halaman. Salah satu destinasi favorit untuk berburu oleh-oleh adalah Solo Raya, Jawa Tengah. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai oleh-oleh legendaris, mulai dari batik hingga camilan khas yang cocok dibawa pulang sebagai buah tangan.

Berikut beberapa rekomendasi tempat belanja oleh-oleh terbaik di Solo:

1. Javenir – Belanja Modern dengan Ruang Nyaman



Terletak di pusat kota, Javenir hadir dengan konsep modern dan ruang ber-AC yang luas. Koleksinya mencakup kain batik berkualitas, pakaian jadi, tas etnik, aksesori unik, hingga penganan khas Solo yang dikemas rapi. Tersedia juga restoran untuk bersantap setelah lelah berbelanja. Waktu Operasional: Setiap hari, pukul 07.00–22.00 WIB.

2. Pusat Grosir Solo (PGS) – Surga Batik dan Fashion



Bagi pencinta fashion, PGS wajib dikunjungi. Tempat ini menawarkan batik siap pakai dalam berbagai gaya, dari klasik hingga modern, dengan harga eceran maupun grosir. Cocok untuk memborong pakaian keluarga besar atau dijual kembali. Waktu Operasional: Setiap hari, pukul 09.00–17.00 WIB.

3. Serabi Notosuman Ny. Lidia – Kudapan Tradisional Legendaris



Belum lengkap ke Solo tanpa mencicipi Serabi Notosuman. Di toko Ny. Lidia, pengunjung bisa melihat proses pembuatan serabi secara langsung. Serabi ini renyah di pinggir dan lembut di tengah, dibungkus daun pisang agar aromanya tetap autentik. Selain serabi, tersedia berbagai kudapan tradisional lainnya.

4. SoloFlossroll – Roti Gulung dengan Abon Melimpah



SoloFlossroll menjadi primadona baru oleh-oleh Solo. Roti gulung lembut berisi abon sapi atau ayam menawarkan sensasi rasa gurih dan legit. Toko ini juga menyediakan jajanan pasar dan kue basah dengan kualitas premium. Waktu Operasional: Setiap hari, pukul 06.00–21.00 WIB.

5. Toko Roti Orion – Kue Mandarijn dan Camilan Legendaris



Sejak 1932, Toko Roti Orion menjadi ikon kuliner Solo. Kue Mandarijn-nya terkenal dengan tekstur lembut dan rasa mentega yang kuat. Selain itu, toko ini menjual camilan kering seperti keripik paru, abon, dan jajanan pasar lainnya. Waktu Operasional: Setiap hari, pukul 07.30–20.00 WIB.

6. Pasar Klewer – Pusat Batik Terbesar



Pasar Klewer adalah ikon perdagangan Solo, pusat batik terbesar di Indonesia. Selain pakaian, pengunjung bisa membeli aksesoris, tas, dan makanan tradisional seperti ampyang jahe atau jenang dodol. Tawar-menawar menjadi bagian pengalaman yang menyenangkan. Waktu Operasional: Senin–Sabtu, pukul 08.30–16.00 WIB.

7. Era Jaya – Camilan Tradisional dan Kafe Nyaman

Era Jaya fokus pada camilan tradisional Solo, seperti intip, srundeng, keripik ceker, dan ampyang kacang. Keunggulannya adalah adanya kafe di sisi toko untuk bersantai sambil menikmati kopi setelah berbelanja. Waktu Operasional: Setiap hari, pukul 08.00–21.00 WIB.

8. Toko Cokro – Penganan Kering dan Basah Berkualitas

Toko Cokro menawarkan berbagai macam camilan, mulai dari keripik, peyek, abon, hingga kue kering dan bakpian yang lezat. Keberhasilan toko ini membuka cabang kedua menunjukkan tingginya kepercayaan wisatawan terhadap kualitas produknya.

9. Abon Mesran – Surga Pecinta Olahan Daging



Bagi penggemar abon, Abon Mesran adalah destinasi wajib. Dikenal dengan abon sapi dan ayam yang halus serta rasa meresap sempurna, toko ini juga menyediakan serundeng, keripik paru, dan sambal kemasan praktis untuk oleh-oleh. Waktu Operasional: Setiap hari, pukul 08.00–17.30 WIB.

10. Pasar Gede Hardjonagoro – Wisata Belanja 24 Jam

Pasar Gede merupakan destinasi belanja sekaligus wisata kuliner dan sejarah. Beroperasi 24 jam, pengunjung dapat membeli teh kombinasi khas Solo, bumbu masak tradisional, jamu, hingga pakaian batik dengan harga bersaing.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *