My WordPress Blog

Ketua DPRD Sumsel Kecam Pengadaan Meja Biliar Rp 486 Juta di Rumah Dinas

Penjelasan Ketua DPRD Sumsel Mengenai Rencana Pengadaan Meja Biliar

Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Andie Dinialdie memberikan penjelasan terkait isu yang sedang ramai dibicarakan mengenai rencana pengadaan dua meja biliar untuk rumah dinas dua pimpinan DPRD Sumsel. Hal ini menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat dan media, sehingga perlu adanya klarifikasi.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), diketahui bahwa alokasi anggaran untuk pengadaan meja biliar tersebut dialokasikan kepada Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie sebesar Rp151 juta dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp335,9 juta. Total anggaran yang diperlukan mencapai Rp486,9 juta.

Andie Dinialdie menjelaskan bahwa rencana pengadaan ini masih dalam tahap perencanaan dan belum ada pembelian yang dilakukan. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Tujuan Pengadaan Meja Biliar

Menurut Andie, meja biliar akan digunakan sebagai alternatif tempat latihan bagi atlet biliar di Sumsel. “Selain di tempat yang sudah ada, atlet juga bisa berlatih di rumah dinas,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa penggunaan meja biliar ini bertujuan untuk mendukung olahraga biliar di daerah tersebut.

Namun, meskipun demikian, Andie tetap memahami perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah. Oleh karena itu, setiap rencana pengadaan akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan prioritas kebutuhan.

“Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan,” tambahnya.

Tanggapan dari Sekretariat DPRD Sumsel

Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merencanakan pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan dewan dengan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp 486,9 juta. Rencana ini menjadi sorotan tajam mengingat kondisi daerah yang sedang melakukan efisiensi anggaran akibat pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Kepala Bagia Humas dan Protokoler DPRD Sumsel Hadiyanto membenarkan data yang dilihat dari SIRUP. Menurutnya, data tersebut merupakan hasil update per 7 Maret 2026, pukul 01.47 WIB. Ia menyatakan bahwa rencana pengadaan ini baru masuk di e-katalog LKPP dan masih dalam tahap rencana, belum dilaksanakan.

Proses Pengadaan dan Koordinasi

Hadiyanto menjelaskan bahwa pengadaan meja biliar dan lain-lainnya masih akan dikoordinasikan dengan bagian umum. Sebab, kegiatan pengadaan di DPRD Sumsel dilaksanakan oleh bagian tersebut.

“Nah, kalau untuk kegiatan-kegiatan (pengadaan) tersebut coba aku nanti koordinasi dengan Kabag Umum,” ujar Hadiyanto.

Pertimbangan Efisiensi Anggaran

Pengadaan dua meja biliard itu menjadi sorotan, di tengah efisiensi anggaran imbas pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. Dari data SIRUP, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie sebesar Rp 151 juta dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp 335,9 juta. Totalnya mencapai Rp 486,9 juta.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *