My WordPress Blog

Andie Dinialdie, Ketua DPRD Sumsel yang Viral karena Anggaran Biliar Ratusan Juta

Profil Ketua DPRD Sumatera Selatan Andie Dinialdie

Andie Dinialdie, yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2024–2029 dari Partai Golkar, menjadi sorotan karena rencana pengadaan meja biliar senilai Rp 486,9 juta di rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel. Nama Andie Dinialdie juga dikenal sebagai mantan aktivis pada era 1998, lahir di Baturaja, dan memiliki karier panjang di bidang politik serta organisasi sebelum menduduki jabatan puncak di DPRD Sumsel.

Profil Singkat

  • Nama lengkap: Andie Dinialdie
  • Tempat lahir: Baturaja, Sumatera Selatan
  • Domisili: Ogan Komering Ulu Selatan
  • Status: Menikah

Riwayat Pendidikan

  • SMA: SMU Negeri 14 Palembang (1991–1994)
  • S1: Universitas Muhammadiyah Palembang, Fakultas Ekonomi (1994–2000)
  • S2: Universitas Muhammadiyah Palembang, Magister Manajemen (2020–2022)

Karier & Jabatan

  • Tenaga Ahli DPR RI (2014–2019)
  • Manager PT RKS (2006–2014)
  • Tenaga Ahli Universitas Muhammadiyah Palembang (2001–2006)
  • Anggota DPRD Sumsel (2019–2024)
  • Ketua DPRD Sumsel (2024–2029)

Aktivitas Politik & Organisasi

  • Partai Golkar: Pernah menjabat Wakil Sekjen DPP Golkar, Sekretaris DPD Golkar Sumsel sebelum menjadi Ketua DPRD.
  • Aktivis 98: Terlibat dalam gerakan mahasiswa era reformasi 1998. Pengalaman ini membentuk reputasi politiknya sebagai tokoh yang vokal dan kritis.

Reaksi dan Klarifikasi Mengenai Pengadaan Meja Biliar

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie memberikan penjelasan terkait rencana pengadaan dua meja biliar untuk rumah dinas dua pimpinan DPRD Sumsel. Sesuai data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel per 7 Maret 2026, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukan bagi Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie sebesar Rp151 juta, dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp335,9 juta, totalnya Rp 486,9 juta.

Penjelasan Ketua DPRD Sumsel

Andie Dinialdie menyatakan bahwa rencana pengadaan meja biliar tersebut masih dalam tahap perencanaan dan belum ada pembelian. “Saya sudah menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Namun, untuk diketahui bersama semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian,” ujarnya.

Selain itu, Andie yang juga Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel ini menjelaskan bahwa meja biliar ini nantinya akan digunakan sebagai tempat alternatif bagi atlet biliar Sumsel berlatih. “Jadi selain di tempat yang ada, bisa juga berlatih di rumah dinas,” tambahnya.

Pengadaan Meja Biliar Bakal Dintinjau Ulang

Meski begitu, Legislator Partai Golkar ini tetap memahami perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah. Karena itu, setiap rencana pengadaan akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan prioritas kebutuhan. “Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan,” tegasnya.

Pengadaan Meja Biliar untuk Rumah Dinas Pimpinan

Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merencanakan pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan dewan dengan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp 486,9 juta. Rencana ini menjadi sorotan tajam mengingat kondisi daerah yang sedang melakukan efisiensi anggaran akibat pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Penjelasan dari Kepala Bagia Humas dan Protokoler DPRD Sumsel

Hadiyanto, Kepala Bagia Humas dan Protokoler DPRD Sumsel, membenarkan data yang dilihat dari SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel. Data tersebut merupakan hasil update per 7 Maret 2026, pukul 01.47 WIB.

“Iya, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP dan baru Sirup atau rencana, sedangkan untuk pelaksanaan belum,” kata Hadiyanto, Sabtu (7/3/2026).

Pengadaan dua meja biliard itu menjadi sorotan, di tengah efisiensi anggaran imbas pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. Menurut Hadiyanto, alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. “Tetapi sekali lagi belum dilaksanakan,” jelasnya.

Alokasi Anggaran dan Proses Pengadaan

Dari data SIRUP, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie sebesar Rp 151 juta dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp 335,9 juta. Totalnya mencapai Rp 486,9 juta.

Hadiyanto menyebut, rencana pengadaan meja biliar dan lain-lainnya, masih akan dikoordinasikan dengan bagian umum. Sebab, kegiatan pengadaan di DPRD Sumsel dilaksanakan oleh bagian tersebut. “Nah, kalau untuk kegiatan-kegiatan (pengadaan) tersebut coba aku nanti koordinasi dengan Kabag Umum,” pungkasnya.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *