My WordPress Blog

Mengenal Minuteman III, Rudal Kiamat AS yang Sudah Dua Kali Diuji

Serangan Militer Besar antara Israel, Amerika Serikat dan Iran

Pada hari Sabtu (28/2/2026), Israel dan Amerika Serikat meluncurkan serangan militer besar terhadap Iran. Operasi ini dikenal dengan nama “Operation Lion’s Roar” atau disebut juga sebagai operasi militer bersama yang menargetkan fasilitas militer, infrastruktur nuklir, dan posisi strategis di Iran.

Tidak hanya itu, Iran juga merespons dengan melakukan serangan balasan dengan melepaskan rudal ke arah Israel. Selain itu, pasukan Iran juga meluncurkan rudal ke berbagai lokasi yang terkait dengan operasi militer AS di kawasan, termasuk pangkalan udara Al Udeid di Qatar, pangkalan udara Al-Salem di Kuwait, pangkalan udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, Markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, Riyadh, Arab Saudi hingga pangkalan AS di Yordania juga dilaporkan menjadi sasaran.

Serangan tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya “ledakan” Perang Dunia III. Berbagai pihak mulai memperhatikan situasi ini secara lebih serius karena potensi konflik yang sangat besar.

Rudal Iran Menyerang Beberapa Negara

Iran melakukan serangan rudal ke sejumlah negara, termasuk Israel, Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Dalam beberapa kasus, rudal Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan negara-negara tersebut, seperti di Qatar.

Beberapa jenis rudal yang digunakan oleh Iran adalah yang sangat ditakuti oleh Israel. Meskipun detail lengkap mengenai senjata-senjata ini tidak sepenuhnya diketahui, namun mereka memiliki kemampuan untuk menjangkau target jarak jauh dan membawa muatan yang cukup besar.

Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua Minuteman III

Menyusul ketegangan global, Amerika Serikat melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III pada Rabu (21/5/2025). Peluncuran ini dilakukan dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California.

Rudal yang dikenal sebagai “rudal kiamat” ini terbang sejauh sekitar 4.200 mil (6.800 km) dengan kecepatan mencapai 24.000 km per jam sebelum tepat mengenai target di Pulau Kwajalein, Kepulauan Marshall. Uji coba menggunakan hulu ledak tiruan dan menunjukkan akurasi yang tinggi.

Menurut Jenderal Thomas Bussiere dari Komando Serangan Global Angkatan Udara AS, peluncuran ini bukan sebagai respons ketegangan global, melainkan sebagai bukti kesiapan dan kekuatan sistem rudal nuklir AS.

Uji Coba Kedua Minuteman III

Tidak hanya sekali, Amerika Serikat juga kembali melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III untuk kedua kalinya pada Rabu (5/11/2025). Rudal berkemampuan nuklir itu ditembakkan dari Pangkalan Angkatan Antariksa Vandenberg, California.

Pangkalan Angkatan Antariksa, matra baru militer AS yang dibentuk pada masa periode pertama jabatan Presiden Donald Trump, memastikan rudal tersebut tidak membawa hulu ledak apa pun. Rudal Minuteman III menempuh jarak sekitar 6.720 km ke Laut Pasifik yakni Atol Kwajalein di Republik Kepulauan Marshall. Uji coba tersebut bertujuan memastikan akurasi dan keandalan Minuteman III dalam mengenai targetnya.

Mengenal Minuteman III, Rudal Kiamat AS

Minuteman III merupakan satu-satunya rudal balistik berbasis darat yang masih aktif dalam triad nuklir AS, yang terdiri dari sistem peluncuran darat, laut, dan udara. Rudal LGM-30G ini sudah digunakan sejak awal 1970-an dan terus dipertahankan.

Rudal ini menggunakan bahan bakar padat tiga tahap yang memungkinkan peluncuran cepat tanpa pengisian ulang bahan bakar. Minuteman III disimpan dalam silo bawah tanah yang kuat dan diawasi 24 jam oleh petugas Angkatan Udara.

Dengan jangkauan hingga 13.000 km, rudal setinggi 18,2 meter dan berbobot lebih dari 34 ton ini mampu membawa hulu ledak nuklir Mark-21 dengan daya ledak 300-475 kiloton, jauh lebih kuat dibanding bom Hiroshima yang berkekuatan 15 kiloton.

Sistem pemandu canggih membuat Minuteman III memiliki akurasi sekitar 120 meter dari target, sangat presisi untuk ukuran rudal yang terbang ribuan kilometer.

Meski masih andal, usia Minuteman III yang lebih dari 50 tahun membuat AS mempersiapkan penggantinya, LGM-35A Sentinel. Rudal baru ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 2029 dan diharapkan sepenuhnya menggantikan Minuteman III dalam dekade berikutnya.

Saat ini, sekitar 450 unit Minuteman III tersebar di Montana, North Dakota, dan Wyoming, dan tetap menjadi andalan Angkatan Udara.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *