Tidak hanya menyampaikan pernyataan kontroversial, Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, juga memicu reaksi dari negara-negara Arab dengan pendiriannya yang jelas. Pernyataan tersebut terjadi dalam acara The Tucker Carlson Show pada Jumat, di mana ia menyatakan bahwa Israel berhak penuh atas wilayah antara Sungai Efrat dan Sungai Nil. Wilayah ini mencakup lima negara serta teritori Palestina yang diduduki.
Pernyataan Huckabee merujuk pada proyek “Israel Raya” yang telah lama didukung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat senior Israel lainnya. Dalam wawancara tersebut, Huckabee mengatakan bahwa tanah yang disebutkan dalam Kitab Kejadian 15 adalah seluruh Timur Tengah. Ia bahkan menyatakan bahwa tidak masalah jika Israel mengambil seluruh wilayah tersebut.
Carlson kemudian bertanya apakah Israel benar-benar berhak atas tanah tersebut. Ia menyoroti bahwa Huckabee merujuk pada kitab suci sebagai dasar klaim kepemilikan. Huckabee memberikan jawaban singkat, tetapi Carlson menegaskan bahwa hal tersebut menjadi topik utama dalam diskusi hari ini.
Huckabee, seorang pendeta Baptis dan Zionis aktif, dianggap memiliki pandangan yang sangat pro-Israel. Ia sering kali mengkritik kebijakan pemerintah Israel terhadap umat Kristen. Pada Juni lalu, ia menyatakan bahwa negara Palestina di Tepi Barat yang diduduki bukan lagi tujuan kebijakan AS. Ia juga menyatakan bahwa “tetangga Muslim” Israel dapat menyerahkan tanah mereka untuk menciptakan negara tersebut.
Kritik terhadap Huckabee muncul setelah ia tidak mengangkat isu perlakuan buruk terhadap umat Kristen oleh pemerintah Israel. Hal ini membuat Carlson mengkritik Huckabee secara langsung. Setelah episode wawancara tersebut dirilis, Huckabee mengirim pesan di X (dulu Twitter) kepada Carlson, menantangnya untuk berbicara langsung daripada hanya membicarakan dirinya.
Carlson menjawab tantangan Huckabee dan menyatakan akan menghubungi kantor Huckabee untuk mengatur wawancara. Namun, situasi menjadi lebih rumit ketika Carlson melakukan perjalanan ke Israel untuk bertemu Huckabee. Ia mengklaim bahwa petugas keamanan Israel menahan dirinya dan anggota timnya setelah wawancara.
Menurut Carlson, petugas keamanan bandara mengambil paspor mereka dan membawa salah satu rekannya ke ruangan terpisah untuk diinterogasi. Ia menyebut tindakan tersebut aneh dan menunjukkan bahwa pihak berwenang Israel tidak bersikap ramah terhadap warga Amerika yang berkunjung.
Selama proses rekaman acara lengkap selama 165 menit, Carlson mengkritik Huckabee karena tidak menghubunginya untuk menanyakan pengalaman di bandara. Ia menyatakan bahwa pemerintah AS cenderung memihak pemerintah Israel, bahkan ketika warga Amerika mengalami kesulitan di luar negeri.
Carlson juga mengecam kebijakan luar negeri AS yang dinilainya tidak sepenuhnya melindungi warga Amerika. Ia menyatakan bahwa pemerintah AS akan selalu memihak Israel daripada warga Amerika sendiri. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap hubungan diplomatik AS-Israel, khususnya dalam kasus-kasus yang melibatkan hak asasi manusia dan keadilan bagi kelompok minoritas.
Perdebatan ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara AS, Israel, dan negara-negara Arab. Isu-isu seperti batas wilayah, hak tanah, dan perlakuan terhadap minoritas semakin menjadi sorotan internasional. Pernyataan Huckabee dan respons dari Carlson menunjukkan bahwa masalah ini masih sangat sensitif dan memerlukan pendekatan yang lebih inklusif dan adil.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











