My WordPress Blog

Kasus Rasisme di Sepak Bola Indonesia: Gledson Paixao Diserang Usai Laga Persija vs PSM

Kasus Rasisme di Sepak Bola Indonesia: Gledson Paixao Jadi Korban Lagi

Kasus rasisme di sepak bola Indonesia kembali muncul setelah Gelandang PSM Makassar, Gledson Paixao, mendapat umpatan rasis melalui akun media sosialnya. Insiden ini terjadi usai laga antara PSM Makassar melawan Persija Jakarta yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta, pada Jumat (20/2/2026) malam.

Dalam pertandingan tersebut, PSM Makassar kalah 1-2 dari Persija Jakarta. Setelah pertandingan, Gledson Paixao menerima pesan bernada rasis melalui Instagram pribadinya @g.paixao_40 dari akun @jkt_side28. Isi pesan tersebut mengandung kata-kata kasar dan tidak pantas seperti “Kalo maen lawan persija jgn caper mon**, emg nager direkrut ke sini lu?” serta “Protes mulu, maen kek ta.” Pesan-pesan ini ditutup dengan emoticon yang merujuk pada kata-kata rasis.

Tindakan rasisme ini menunjukkan bahwa masalah ini masih belum terselesaikan. Meskipun sebelum kick off pertandingan selalu dikampanyekan untuk menjunjung fair play dan anti-rasisme, nyatanya aksi rasisme tetap terjadi.

Menanggapi serangan yang dialaminya, Gledson Paixao menyampaikan pernyataan yang tegas. Ia menilai bahwa rasisme bukanlah opini, melainkan kejahatan. Menurutnya, rasa hormat bukanlah sebuah kebaikan, melainkan kewajiban. “Kita semua setara dalam martabat dan nilai,” tulisnya di akun Instagram pribadinya @g.paixao_40, Minggu (22/2/2026).

Gledson Paixao bukan pemain pertama PSM Makassar yang menjadi korban rasisme. Bek sayap kiri PSM Makassar, Victor Luiz, juga pernah mendapat serangan rasis setelah melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (27/12/2026). Selain itu, dua pemain Malut United yang juga eks pemain PSM Makassar, Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, juga pernah menjadi korban serangan serupa.

Masih banyak lagi pemain dari beberapa klub Super League yang mengalami hal serupa. Namun, hingga saat ini, tidak ada tindakan tegas dari PSSI atau I League terhadap pelaku rasisme di sepak bola Indonesia.

Pengamat Sepak Bola Imran Amirullah menyatakan bahwa suporter harus dewasa karena rasisme sudah sering terjadi. Menurutnya, di sepak bola modern, rasisme seharusnya tidak ada lagi. Pemain mencari rezeki dari sepak bola, baik itu kulit hitam maupun kulit putih. “Kalau itu masih ada (rasisme), sangat disayangkan, karena kita berbangsa, memiliki suku bermacam-macam,” katanya saat dihubungi, Minggu (22/2/2026).

Imran menegaskan bahwa sepak bola adalah alat pemersatu. Oleh karena itu, jangan dijadikan alat perpecahan. PSSI sebagai induk federasi sepak bola Indonesia tidak boleh tinggal diam melihat rasisme yang terus terjadi. Organisasi yang diketuai oleh Erick Thohir diminta mengambil tindakan tegas terhadap pelaku rasisme. “Kalau bisa seumur hidup dilarang masuk ke stadion karena hanya mau memecah belah dan menimbulkan kekacauan. Federasi harus bertindak tegas,” ucap Imran.

Kronologi Serangan Rasial ke Gledson Paixao

  • Serangan rasisme dialami Gledson Paixao diduga buntut penampilannya di laga Persija vs PSM.
  • Sebagai gelandang bertahan, Gledson banyak terlibat kontak fisik dengan pemain Persija yang berbuah pelanggaran.
  • Dalam sejumlah kesempatan, Gledson juga melancarkan protes keras kepada wasit.
  • Usai pertandingan, kolom komentar Instagram Gledson @g.paixao_40 dibanjiri ujaran kebencian dan rasis.

Riwayat Kasus Rasisme di Sepak Bola Indonesia

  • (20/2/2026): Gelandang PSM Makassar Gledson Paixao mendapat umpatan bernada rasis di media sosial usai laga Persija vs PSM.
  • (27/12/2025): Bek kiri PSM Makassar Victor Luiz diserbu serangan komentar rasial di akun instagramnya yang diduga pelakunya fans Persib Bandung.
  • (23/11/2025): Yakob Sayuri mendapat serangan rasial dari suporter di Stadion Indomilk Arena saat terjadi kegaduhan di lorong stadion usai laga Persita Tangerang vs Malut United.
  • (2/5/2025): Yance Sayuri dan Yakob Sayuri diserang fans Persib Bandung lewat komentar di akun instagram pribadinya imbas benturan dengan Marc Klok di laga Malut United vs Persib.
  • (3/7/2023): Tiga pemain PSM Makassar Yuran Fernandes, Erwin Gutawa dan Yance Sayuri mendapat serangan rasial via komentar di akun instagram pribadi masing-masing usai laga kontra Persija Jakarta.
  • (22/3/2021): Penyerang PSM Makassar Patrich Wanggai mendapatkan serangan rasial melalui media sosial setelah dirinya membawa skuad Juku Eja menaklukkan Persija Jakarta dengan skor 2-0 pada laga Grup B Piala Menpora.

Hukuman Kasus Rasial di Media Sosial

Berdasarkan Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE), ancaman pidananya adalah enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *