Waktu Mustajab untuk Berdoa dalam Agama Islam
Dalam agama Islam, terdapat beberapa waktu yang dianggap mustajab untuk berdoa. Salah satu waktu tersebut adalah setelah melaksanakan sholat Maghrib. Setelah menjalani sholat fardhu lima waktu, termasuk sholat Maghrib, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa setelah sholat. Hal ini dilakukan karena doa yang dibacakan pada waktu-waktu tertentu lebih mudah didengar oleh Allah SWT.
Hadis yang Menjelaskan Waktu Mustajab untuk Berdoa
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai kapan doa lebih didengar oleh Allah. Beliau menjawab bahwa doa akan lebih cepat dikabulkan pada sepertiga malam terakhir dan setelah melakukan sholat lima waktu. Oleh karena itu, setiap kali umat Islam menunaikan sholat fardhu, seperti sholat Maghrib, mereka memiliki kesempatan emas untuk memohon kepada Allah SWT.
Doa Setelah Sholat Maghrib untuk Memohon Ampunan
Salah satu doa yang bisa dipanjatkan setelah sholat Maghrib adalah doa mohon ampun kepada Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan dosa, baik itu dosa kecil maupun besar. Oleh karena itu, setiap umat Islam dianjurkan untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Allah SWT telah menjanjikan bahwa semua doa akan didengar-Nya, meskipun waktu pengabulan doa bergantung pada ketentuan-Nya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Mu’min ayat 60:
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’”
Contoh Doa Setelah Sholat Maghrib
Berikut adalah contoh doa setelah sholat Maghrib yang dapat dipanjatkan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT:
Doa pertama:
“Bismilllaahirraahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin hamdan yuwaafii ni’ amahuu wayukaafii maziidahu. Yaa rabbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanik. Allaahumma shalli wasallim ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad.”
Artinya:
“Dengan nama Allah Pengasih dan Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dengan puji yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas keluhuran dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan sanak keluarganya.”
Doa kedua:
“Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaataana washiyaamanaa warukuu’anaa wasujuudanaa qu’uudanaa watadlarru’anaa, watakhasysyu’anaa wata’abbudanaa, watammim taqshiiranaa yaa allah yaa rabbal’aala-miin.”
Artinya:
“Ya Allah terima shalat kami, puasa kami, rukuk kami, sujud kami, duduk rebah kami, khusyuk kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama shalat ya Allah. Tuhan seru sekalian Alam.”
Doa ketiga:
“Rabbana dzhalamnaa anfusanaa wa-in lam taghfir lanawatarhamnaa lanakuunanna mlnal khaasiriin. Rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kama hamaltahuu’alal ladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maalaa thaaqata lanaa bihii wa’fu ‘annaa waghfir lanaa war hamna anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal oaumil kaafiriin.”
Artinya:
“Ya Allah! Kami telah aniaya terhadap diri kami sendiri, karena itu ya Allah jika tidak dengan limpahan ampunan-Mu dan rahmat-Mu niscaya kami akan jadi orang yang sesat. Ya Allah Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan atas diri kami beban yang berat sebagaimana yang pernah Engkau bebankan kepada orang yang terdahulu dari kami. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan atas diri kami apa yang di luar kesanggupan kami. Ampunilah dan limpahkanlah rahmat ampunan terhadap diri kami ya Allah. Ya Allah Tuhan kami, berilah kami pertolongan untuk melawan orang yang tidak suka kepada agamaMu.”
Doa keempat:
“Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab.”
Artinya:
“Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan hati kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami karunia. Engkaulah yang Maha Pemurah.”
Doa kelima:
“Rabbanaghfir lana wa li walidina wa li jami’il-muslimina wal-muslimati wal-mu’minina wal-mu’minati al-ahyai minhum wal amwat innaka ‘ala kulli syai in qadir.”
Artinya:
“Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa-dosa orang tua kami, dan bagi semua orang Islam laki-laki dan perempuan, orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Sesungguhnva Engkau dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.”
Doa keenam:
“Rabbanaa aatinaa fiddun yaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaabannaar. Allahummaghfir lanaa dzunuubanaa wakaffir ‘annaa sayyiaatinaa watawaffanaa ma’al abraari.”
Artinya:
“Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan api neraka. Ya Allah ampunilah dosa kami dan tutupilah segala kesalahan kami, dan semoga jika kami mati nanti bersama-sama dengan orang-orang yang baik-baik.”
Doa ketujuh:
“Subhaana rabbika rabbil izzati ‘amma ya shifuuna wa salaamun ‘alal mursaliina wal hamdu lillaahi rabbil’aalamiin”
Artinya:
“Mahasuci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.”











