Jadwal Imsak Ramadan 1447 H di Palangka Raya dan Wilayah Kalimantan Tengah
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan bahwa puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Dengan penentuan ini, masyarakat di Kalimantan Tengah khususnya di Kota Palangka Raya mulai mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan.
Di malam pertama Ramadan, Masjid Raya Nurul Islam yang berdiri sejak tahun 1967 kembali dipadati oleh jamaah. Meski hujan mengguyur sejak sore hingga malam hari, ratusan jamaah tetap hadir untuk melaksanakan salat tarawih. Sebagian dari mereka membawa payung atau jas hujan, sementara lainnya bergegas ke masjid meskipun halaman basah.
Jamaah terdiri dari berbagai usia, termasuk anak-anak dan orang tua yang membawa buku “kegiatan Ramadan” untuk ditandatangani setelah salat tarawih sebagai bagian dari tugas sekolah. Salat tarawih dimulai sekitar pukul 19.20 WIB. Hujan masih mengguyur kawasan sekitar masjid selama rangkaian ibadah berlangsung.
Ketua Remaja Masjid Raya Nurul Islam, Nasrulloh (41), menyampaikan bahwa antusiasme jamaah biasanya tinggi, meskipun cuaca hujan kali ini sedikit memengaruhi jumlah kehadiran. “Biasanya jamaah bisa sampai ke bagian belakang penuh. Tahun-tahun sebelumnya bisa lebih dari 500 orang. Karena hujan, jadi agak berkurang, tapi tetap sekitar 500-an jamaah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepadatan jamaah biasanya terjadi pada malam pertama hingga dua minggu awal Ramadan. Setelah itu jumlah jamaah cenderung menurun, sebelum kembali meningkat menjelang Idulfitri.
Di antara jamaah, tampak pula jamaah lanjut usia yang tetap khusyuk mengikuti rangkaian ibadah. Salah satunya Hajah Isma (67), yang mengaku tetap bersemangat menyambut datangnya bulan suci Ramadan meski hujan turun. “Alhamdulillah senang sekali Ramadan datang lagi. Walaupun hujan, tetap datang tarawih. Semoga ibadah kita diterima,” ucapnya.
Masjid Raya Nurul Islam memiliki kapasitas sekitar 1.000 jamaah dan telah berdiri selama kurang lebih 59 tahun, menjadi salah satu masjid besar yang menjadi pusat kegiatan ibadah umat Islam di Palangka Raya selama bulan suci Ramadan.
Niat Puasa Ramadan 1447 H
Berikut adalah niat puasa Ramadan dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Doa Berbuka Puasa Ramadan
Selain niat puasa, umat Muslim juga perlu mengetahui doa untuk berbuka puasa. Berikut beberapa doa yang dianjurkan:
Doa Pertama:
Arab:
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu atau karena-Mu aku berpuasa, denganMu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.”
Doa Kedua:
Arab:
Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Sami’ul ‘Alim.
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu atau karena-Mu kami berpuasa, atas rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami. Sesungguhnya, Engkau Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.”
Doa Ketiga:
Arab:
Allahumma inni as-aluka bi rohmatikal latii wasi’at kulla syain an taghfirolii.
Artinya:
“Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang mencakup segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
Doa Keempat:
Arab:
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu.
Artinya:
“Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Keutamaan Membaca Doa di Bulan Ramadan 1447 H
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan wajib dilakukan selama Ramadhan adalah memperbanyak doa. Bulan Ramadhan dikenal sebagai waktu mustajabnya doa, yang mana pintu langit dibuka dan rahmat Allah SWT dilimpahkan seluas-luasnya.
Doa-doa harian Ramadan biasanya dibaca setelah shalat fardhu atau pada waktu-waktu utama seperti sahur. Kemudian menjelang berbuka puasa dan sepertiga malam terakhir.
Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Niat Puasa
Berdasarkan informasi dari laman BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar niat puasa sah dan diterima oleh Allah SWT:
-
Niat harus dilakukan sebelum fajar (untuk puasa wajib)
Pastikan untuk berniat sebelum masuk waktu subuh, terutama untuk puasa Ramadhan dan qadha. -
Niat cukup dalam hati, tetapi dianjurkan dilafalkan
Meskipun niat cukup dalam hati, melafalkannya bisa membantu meningkatkan kekhusyukan dalam ibadah. -
Jangan ragu dalam berniat
Jika ada keraguan dalam hati, segera perbarui niat sebelum waktu subuh tiba. -
Pahami makna niat yang diucapkan
Bacaan niat puasa bukan sekadar lafaz, tetapi juga harus dipahami maknanya agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kumpulan Doa Harian Puasa Ramadan Dalam 30 Hari
Berikut kumpulan doa harian puasa Ramadhan hari ke-1 hingga hari ke-30, lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya, yang dapat diamalkan selama bulan suci Ramadhan:
Doa Puasa Ramadan Hari ke-1
Arab:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِي فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ، وَقِيَامِي فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ، وَنَبِّهْنِي فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ، وَهَبْ لِي جُرْمِي فِيْهِ يَا اِلَهَ الْعَالَمِيْنَ، وَاعْفُ عَنِّي يَا عَافِياً عَنْ الْمُجْرِمِيْنَ
Latin:
Allâhummaj’al shiyâmî fîhi shiyâmash shâimîn, wa qiyâmî fîhi qiyâmal qâimîn, wa nabbihnî fîhi ‘an nawmatil ghâfilîn, wa hablî jurmî fîhi yâ Ilâhal ‘âlamîn, wa’fu ‘annî yâ ‘âfiyan ‘anil mujrimîn.
Artinya:
“Ya Allah, jadikan puasaku di bulan ini sebagai puasa orang-orang yang sungguh-sungguh berpuasa, shalat malamku seperti shalat orang-orang yang benar-benar beribadah. Bangunkan aku dari kelalaian, ampunilah dosaku, dan maafkan aku wahai Tuhan semesta alam.”
Doa Puasa Ramadan Hari ke-2
Arab:
اَللَّهُمَ قَرّ ِ بْنِيْ فِيْهِ اِلَى مَرْضَاتِكَ وَجَنَّبْنِي فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَنَقِمَاتِكَ وَوَفِّقْنِي فِيْهِ لِقِرآئَةِ اَيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin:
Allâhumma qarribnî fîhi ilâ mardhâtika wa jannibnî fîhi min sakhatika wa naqimâtika wa waffiqnî fîhi liqirâ-ati âyâtika birahmatika yâ arhamar râhimîn.
Artinya:
“Ya Allah, dekatkanlah aku kepada keridhaan-Mu dan jauhkan aku dari murka serta azab-Mu. Berilah aku kemampuan membaca ayat-ayat-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Maha Pengasih.”
Doa Puasa Ramadan Hari ke-3
Arab:
اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ الذِّهْنِ وَالتَّنْبِيْهِ وَبَاعِدْنِيْ فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَتَمْوِيْهِ وَاجْعَلْ لِي نَصِيْبًا مِنْ كُلِ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ بِجُوْدِكَ يَا اَجْوَدَ ْالآجْوَدِيْنَ
Latin:
Allâhummarzuqnî fîhidz dzihna wattanbîh wa bâ’idnî fîhi minas safâhati wattamwîh waj’al lî nashîban min kulli khairin tunzilu fîhi bijûdika yâ ajwadal ajwadîn.
Artinya:
“Ya Allah, anugerahkan aku kecerdasan dan kewaspadaan, jauhkan aku dari kebodohan dan kesesatan, serta berilah aku bagian dari segala kebaikan dengan kemurahan-Mu.”











