My WordPress Blog

Media Thailand soroti kekacauan laga Persib vs Ratchaburi: merusak reputasi sepak bola ASEAN

Kericuhan di Laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC Jadi Sorotan Media Thailand

Pertandingan leg kedua babak 16 besar AFC Champions League antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC, yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jawa Barat, menjadi perhatian media Thailand. Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-0 untuk Persib Bandung, tetapi secara agregat Ratchaburi unggul 3-1, menghadirkan momen kacau setelah laga.

Gol satu-satunya Persib Bandung dicetak oleh Andrew Jung pada menit ke-40. Awalnya gol tersebut dianggap offside, namun setelah pemeriksaan VAR, wasit memutuskan gol sah. Meski berhasil memimpin, Persib harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain setelah Uilliam Barros diusir keluar lapangan pada menit ke-45+6 karena pelanggaran keras terhadap Jonathan Khemdee.

Kekuasaan Ratchaburi FC semakin kuat di babak kedua. Meski tidak mampu mencetak gol tambahan, mereka berhasil mempertahankan skor 1-0 hingga peluit akhir berbunyi. Dengan agregat 3-1, Ratchaburi FC melangkah ke babak perempat final.

Kekecewaan Bobotoh Berujung Kericuhan

Setelah laga selesai, kekecewaan pendukung tuan rumah, Bobotoh, memuncak. Beberapa dari mereka memasuki lapangan dan melemparkan botol plastik serta menyalakan petasan. Situasi ini membuat suasana stadion sempat mencekam.

Media Thailand, Siam Sport, melaporkan bahwa beberapa kelompok penggemar tuan rumah langsung menyerbu lapangan setelah peluit akhir. Hal ini memaksa para pemain Ratchaburi FC untuk segera kembali ke ruang ganti dan mencegah mereka meninggalkan lapangan. Selama babak kedua, juga terjadi pelemparan botol air dari tribun ke lapangan.

Ratchaburi FC mengunggah di halaman Facebook resmi mereka bahwa para pemain dan staf telah masuk ruang ganti dengan selamat dan menunggu situasi di luar membaik sebelum meninggalkan stadion.

Ancaman Sanksi Berat bagi Persib Bandung

Peristiwa kericuhan ini dinilai sebagai tindakan yang mencoreng reputasi sepak bola ASEAN. Persib Bandung bisa menghadapi sanksi berat dari AFC, mulai dari denda besar jutaan baht hingga larangan menggunakan stadion kandang atau dipaksa bermain tanpa penonton musim depan.

Selain itu, kejadian ini juga membuktikan bahwa suporter bisa menjadi faktor penting dalam memengaruhi hasil pertandingan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Aksi Heroik Pelatih dan Pemain Persib Bandung

Di tengah kericuhan, ada aksi heroik yang dilakukan oleh pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, dan beberapa pemainnya. Alih-alih langsung keluar lapangan dan masuk ruang ganti, Bojan Hodak dan beberapa pemain Persib Bandung turut pasang badan di salah satu sudut tribun stadion.

Mereka berani menahan beberapa oknum Bobotoh yang ingin masuk ke lapangan. Terlihat Bojan Hodak mendorong salah satu Bobotoh yang sudah hampir melompat ke dalam lapangan agar tidak jadi masuk. Dedi Kusnandar juga ikut tenangkan Bobotoh, sementara Eliano Reijnders membantu Layvin Kurzawa menjauhi kerumunan.

Meski sudah dilerai, beberapa oknum Bobotoh tetap melakukan pelemparan botol ke dalam rumput stadion.

Pemain dan Wasit Terpaksa Lari

Selepas laga, beberapa pemain Ratchaburi FC terlihat berlari cepat keluar lapangan. Menurut laporan Instagram @blueblood_id, alasan di balik berlarinya para pemain dan wasit adalah karena adanya petasan dan lemparan botol dari suporter.

Beberapa Bobotoh yang kecewa juga turut ke luar lapangan. Namun, aksi masuknya beberapa Bobotoh diredam oleh Eliano Reijnders dan Federico Barba yang langsung meminta para suporter untuk tidak masuk lapangan.


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *