Persoalan Poligami Pesulap Merah dan Pernyataan Keluarga Tika Mega Lestari
Poligami yang dilakukan oleh Marcel Radhival, atau lebih dikenal sebagai Pesulap Merah, menjadi sorotan setelah keputusannya untuk menikahi Ratu Rizky Nabila diungkap. Menurut pengakuan Pesulap Merah, pernikahan tersebut sebelumnya telah diizinkan oleh istri pertamanya, Tika Mega Lestari, sebelum ia meninggal. Namun, kini keluarga Tika Mega Lestari membantah pernyataan tersebut.
Bantahan Keluarga Tika Mega Lestari
Ibu mendiang, Endang Triwahyuningsih, serta adik Tika, Fariz Dwi, menyatakan bahwa tidak ada izin dari Tika Mega Lestari untuk poligami yang dilakukan oleh Pesulap Merah. Mereka menegaskan bahwa Tika tidak pernah mengetahui bahwa suaminya menikah lagi sebelum meninggal.
Fariz mengatakan bahwa awalnya mereka tidak tahu tentang pernikahan kedua Pesulap Merah. Bahkan, Tika sendiri tidak mengetahui hal ini hingga akhir hayatnya.
“Awal mulanya nggak tahu, almarhumah (Tika Mega Lestari) juga nggak tahu beliau udah menikah lagi, nggak tahu sebenarnya. Jadi bukan diizinkan,” ujar Fariz dalam sebuah wawancara.
Endang juga membenarkan bahwa Pesulap Merah tidak pernah meminta izin atau restu dari Tika atau keluarganya. Ia menegaskan bahwa tidak ada istri yang akan mengizinkan suaminya menikah lagi.
“Nggak pernah (minta izin). Di mana ada mbak seorang istri mengizinkan suaminya menikah lagi,” tambah Endang.
Pengakuan Tika Mega Lestari
Menurut Endang, Tika hanya bercerita kepada saudara-saudaranya, tetapi tidak pernah memberitahu ibunya. Hal ini dilakukan karena takut sang ibu akan merasa khawatir.
“Wah semua marah lah,” ujar Fariz, menggambarkan reaksi keluarga terhadap kejadian ini.
Endang menyebut bahwa Tika baru mengetahui fakta ini pada pertengahan tahun 2025. Akibat tekanan psikis yang ia alami, penyakit yang dideritanya disinyalir berasal dari kondisi rumah tangganya.
“Sebenarnya Tika udah pernah cerita ke saudaranya, cuman ibu aja yang nggak dikasih tahu. Jadi akhir-akhir dia sakit parah itu dia sempat cerita ke adiknya, ke bibinya. Cuman ibu yang nggak dikasih tahu sama almarhum. Ibu baru tahu tiga hari sebelum dia meninggal, dia cerita banyak,” jelas Endang.
Fakta Pahit yang Terungkap
Tika disebut harus berpura-pura baik-baik saja dengan Ratu, istri kedua Pesulap Merah. Fakta ini terkonfirmasi melalui pengakuan Pesulap Merah beberapa hari setelah kematian Tika.
“Beberapa hari setelah almarhumah meninggal kan dia (Pesulap Merah) publish kan tentang tanggal yang ada di cincin itu. Di situlah kita baru tahu,” ujar Fariz.
Pengakuan Pesulap Merah
Pada kesempatan lain, Pesulap Merah mengaku bahwa awalnya terjadi gesekan antara istri pertama dan istri kedua. Namun, ia menyatakan bahwa mereka akhirnya bisa akur bertiga.
“Pas awal-awal poligami dulu, istri pertama, istri kedua ribut-ribut itu wajar, tapi Allah mentakdirkan lagi, menyatukan lagi,” kata Pesulap Merah.
Namun, ketika situasi mulai stabil, Tika meninggal dunia akibat penyakit anemia aplastik. Pesulap Merah merasa heran mengapa publik baru menyoroti status Ratu saat ini.
“Kemarin padahal pengen bertiga aja, udah kita seumur hidup gitu. Eh, ternyata Tika meninggal,” tambahnya.
Alasan Misi Penyelamatan
Marcel menjelaskan bahwa keputusannya menikahi Ratu Rizky Nabila bukan dilatarbelakangi keinginan untuk menambah pasangan, melainkan karena alasan tertentu. Ia mengatakan bahwa pernikahan tersebut dilakukan untuk misi penyelamatan.
“Kayaknya enggak akan nikah lagi. Gue udah cukup. Karena kemarin nikah itu kan cuma untuk misi menyelamatkan. Misi menyelamatkan,” tegas Marcel.
Respons Ratu Rizky Nabila
Ratu Rizky Nabila secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Ia menyatakan bahwa dirinya menerima segala bentuk hujatan dan sumpah serapah dari publik.
“Aku terima apapun hujatan, sumpah serapah kalian. Gpp itu hukuman untuk saya,” tulis Ratu dalam unggahannya.
Ia juga menekankan bahwa permintaan maafnya adalah mutlak tanpa alasan pembenar.
“Saya meminta maaf tanpa ‘tapi’ tanpa pembenaran, tanpa perlu dimaklumi,” ujarnya.
Kesimpulan
Pengakuan Pesulap Merah mengenai poligami ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian warganet menilai klarifikasi tersebut penting untuk meluruskan spekulasi, sementara lainnya memberikan reaksi beragam atas keputusan yang diambilnya.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











