Kehilangan Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto
Selama menjalani perawatan di RSUP Kariadi Semarang, kondisi kesehatan Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto tidak memungkinkan untuk dijenguk. Penurunan trombosit yang dialaminya menyebabkan imunitas tubuhnya melemah. Namun, rasa rindu yang mendalam membuat ayahnya, Hariyanto, memaksa untuk bisa bertemu dengan sang anak pada hari kedelapan perawatan. Sayangnya, pertemuan tersebut terjadi sebelum Benny akhirnya meninggal dunia.
Benny meninggal pada Sabtu (7 Februari 2026) pukul 11.00 WIB di usia 33 tahun. Ia baru menjabat sebagai Wakil Bupati Klaten selama satu tahun. Meski masa jabatannya singkat, banyak kenangan yang ditinggalkan. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyebut Benny bukan hanya sebagai partner kerja, tetapi juga seperti adik sendiri.
Sebelum terjun ke dunia politik, Benny dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses. Ia lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan latar belakang pendidikan ekonomi dan manajemen. Sebelum aktif dalam politik, ia dikenal sebagai pengusaha di bidang manajemen usaha, distribusi, serta UMKM lokal.
Tak Pernah Sakit
Benny disebut tidak pernah mengalami sakit selama hidupnya hingga akhirnya harus menjalani perawatan dan opname untuk pertama kalinya sebelum berpulang. Hal ini disampaikan oleh ayahnya, Hariyanto, yang mengenang sosok anak tunggalnya dengan penuh haru usai kepergian Benny.
Menurut Hariyanto, perawatan di rumah sakit menjadi pengalaman opname pertama sepanjang hidup Benny. Ia mengaku tidak pernah membayangkan kondisi kesehatan putranya akan memburuk hingga berpulang.
“Anak saya itu adalah Benny, satu-satunya anak saya,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).
“Belum pernah sakit,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa selama dirawat di Semarang, kondisi Benny tidak memungkinkan untuk dijenguk karena trombosit menurun sehingga imunitas tubuhnya juga melemah.
Namun, karena rasa rindu yang mendalam, Hariyanto akhirnya memaksa untuk bisa bertemu dengan sang anak pada hari kedelapan perawatan.
“Tapi alhamdulillah ya, sebelumnya (bertemu),” ujarnya.
Anak yang Penurut
Hariyanto menuturkan, sejak kecil hingga dewasa, Benny dikenal sebagai anak yang baik dan penurut. Ia menyebut almarhum tidak pernah menunjukkan perilaku nakal serta selalu patuh kepada orang tua.
“Dulunya orangnya nurut dengan orang tua, tidak nakal. Mulai dari TK sampai kuliah di Jogja dia nurut enggak nakal,” jelasnya.
Sebagai orang tua, Hariyanto memohon doa dari masyarakat agar almarhum Benny Indra Ardhianto diterima amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, serta meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.
Janji Umroh
Saat menjalani perawatan di RS, Benny sempat berjanji untuk memberangkatkan keluarga umrah setelah sembuh dari sakit. Sayang, janji tersebut tak bisa terwujud.
Hariyanto mengungkapkan janji tersebut saat ditemui usai pemakaman. Ia mengenang komunikasi terakhir putranya yang berisi harapan sederhana: bisa kembali sehat dan berangkat umrah bersama keluarga.
“Nek (kalau) janji sama mamanya,” ujar Hariyanto.
Janji itu disampaikan Benny melalui voice note dari rumah sakit. Dalam pesan tersebut, ia berharap dapat segera pulih agar bisa menunaikan ibadah umrah bersama orang tua dan keluarga.
“Voice note, itu yaitu kalau nanti sudah sembuh mau umrah bersama-sama keluarga gitu,” ujarnya.
Pengusaha Muda yang Tapaki Dunia Politik

Dunia politik Kabupaten Klaten tengah berduka menyusul meninggalnya Benny Indra Ardhianto pada Sabtu, 7 Februari 2026 di usia 33 tahun. Sosok Wakil Bupati Klaten yang dikenal sebagai pemimpin muda dan enerjik ini meninggalkan jejak politik yang cukup berarti meskipun masa jabatannya terbilang singkat.
Awal Karier dan Masuknya ke Dunia Politik
Benny Indra Ardhianto lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 14 April 1992. Sebelum memasuki dunia politik, ia lebih dulu dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses dengan latar belakang pendidikan ekonomi dan manajemen dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia dikenal sebagai pengusaha di bidang manajemen usaha, distribusi dan UMKM lokal sebelum aktif di politik.
Dirinya mulai serius menapaki karier politik setelah bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada tahun 2019. Bergabungnya Benny ke Gerindra menandai langkah awal dirinya berkiprah dalam dinamika politik lokal, membangun jejaring, serta memperluas basis dukungan di Kabupaten Klaten.
Pilihan Politik dan Pilkada 2024
Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klaten 2024, Benny Indra Ardhianto maju sebagai calon Wakil Bupati mendampingi calon Bupati Hamenang Wajar Ismoyo. Pasangan yang diusung oleh koalisi partai besar itu berhasil memenangkan suara rakyat dengan meraih lebih dari 52 persen suara sah, sebuah indikasi kuat dukungan masyarakat terhadap visi mereka dalam memajukan Klaten.
Kemenangan ini membawa Benny dilantik sebagai Wakil Bupati Klaten periode 2025–2029, bersama Hamenang pada 20 Februari 2025 oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Peran dan Visi dalam Pemerintahan
Sebagai Wakil Bupati, Benny dikenal dengan gaya kepemimpinan yang komunikatif dan dekat dengan masyarakat. Dalam masa jabatannya, ia giat menemui kelompok masyarakat, pelaku UMKM, dan komunitas lokal untuk menyerap aspirasi secara langsung dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
Pola ini menggambarkan pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya birokratis tetapi juga bersifat kolaboratif dan partisipatif. Selain itu, Benny juga aktif mempromosikan pemberdayaan generasi muda dan sinergi antara alumni perguruan tinggi dengan pembangunan daerah.
Hal ini tercermin dari keterlibatannya sebagai Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Klaten periode 2025–2030, yang memperkuat jaringan profesional dan sosial dalam upaya pembangunan daerah.
Warisan Singkat namun Bermakna
Walau masa jabatannya sebagai Wakil Bupati baru berjalan sekitar satu tahun, kiprah Benny Indra Ardhianto tetap dilihat sebagai representasi generasi baru dalam politik lokal yang membawa semangat perubahan. Kepergiannya pada awal tahun 2026 mendapatkan respons duka dari berbagai kalangan masyarakat Klaten akibat gaya kepemimpinan yang penuh semangat dan pendekatan humanis.
Tak heran jika Hamenang begitu kehilangan sosok wakilnya tersebut. Bagi Hamenang, almarhum bukan hanya partner kerja, tetapi juga seperti adik sendiri, sahabat, teman ngobrol, dan tempat curhat.
“Mas Wakil ini sosok yang luar biasa, tidak hanya partner kerja tapi sudah seperti adik sendiri, sahabat, teman ngobrol, teman curhat,” ujar Bupati Hamenang saat menatap jenazah Wabup Benny di rumah duka di Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Sabtu (7/2/2026).











