My WordPress Blog

Bukan untuk penghargaan, niat Dahlan Dahi menyatukan PWI tulus dari hati

Penghargaan PWI Awards untuk Dahlan Dahi

Dahlan Dahi, anggota Dewan Pers, menerima penghargaan PWI Awards dalam acara puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 yang diselenggarakan di Kota Serang, Banten, pada Senin (9/2/2026). Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam memperkuat soliditas dan persatuan organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia, yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang sempat terpecah menjadi dua kubu.

Dahlan Dahi, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, berhasil mempertemukan dua kubu yang berseteru melalui pendekatan personal yang telaten dan tulus. Mediasi sukses ini akhirnya memicu penyelenggaraan Kongres Persatuan PWI 2025 yang memilih Akhmad Munir sebagai Ketua Umum definitif.

Perjalanan Konflik PWI

Konflik PWI bermula dari isu dana bantuan BUMN yang melibatkan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Hal ini memicu kekisruhan internal antara Ketua Umum PWI Hendry Ch Bangun dan Dewan Kehormatan PWI Tedjo Sasongko. Beberapa langkah diambil, seperti sanksi dari Dewan Kehormatan dan gugatan hukum. Pada akhirnya, intervensi dari Dewan Pers dan upaya rekonsiliasi membawa kedua kubu menuju perdamaian.

Kilas Balik PWI 2024-2025

  1. Awal Mula Konflik: Dana Bantuan BUMN (Awal 2024)

    • Konflik dipicu oleh isu cashback dan komisi yang melibatkan dana bantuan dari Kementerian BUMN.

    • Persoalan ini menimbulkan kekisruhan internal antara ketua umum PWI dan Dewan Kehormatan PWI.

  2. Sanksi Dewan Kehormatan (April 2024)

    • Dewan Kehormatan menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Hendry Ch Bangun.

    • Kubu Hendry memecat Tedjo dari Dewan Kehormatan PWI.

  3. Ketegangan Berlanjut dan Rapat Pleno (Juni – Juli 2024)

    • Konflik mereda setelah Rapat Pleno Diperluas PWI.

    • Upaya gugat menggugat ke jalur hukum juga dilakukan.

  4. Intervensi Dewan Pers dan Gugatan (Oktober – November 2024)

    • Dewan Pers mengambil langkah tegas, termasuk tidak memperbolehkan PWI menggelar UKW.

    • Hendry Bangun mengajukan gugatan perdata terhadap Dewan Pers.

  5. Rekonsiliasi dan Islah (Mei 2025)

    • Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang sepakat untuk islah.

    • Kesepakatan ini dimediasi oleh Dewan Pers Dahlan Dahi.

  6. Menuju Kongres Persatuan (Agustus 2025)

    • Disepakati penyelenggaraan “Kongres Persatuan” PWI.

    • Kongres bertujuan menyatukan pengurus dan memilih pengurus baru.

  7. Akhmad Munir Terpilih (30 Agustus 2025)

    • Akhmad Munir terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat untuk periode 2025-2030.

    • Ini menandai berakhirnya era dualisme PWI.

Langkah Dahlan Dahi dalam Mempersatukan PWI

Setelah konflik berlarut-larut, Dahlan Dahi mengambil inisiatif untuk menyatukan PWI. Didukung Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Dahlan terpilih menjadi anggota Dewan Pers 2025-2028. Setelah terpilih, beberapa wartawan senior berharap padanya untuk menyelsaikan konflik PWI.

Dahlan langsung menghubungi Hendry Ch Bangun, yang sudah lama dikenalnya. Ia melakukan pendekatan emosional dengan berkunjung ke kediaman Hendry. Pendekatan juga dilakukan kepada Zulmansyah. Setelah Dewan Pers dilantik, Dahlan memformalkan pertemuan dan bertindak sebagai mediator.

Awalnya rapat virtual atau online bertiga, Dahlan bersama Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang. Dua hari setelah pelantikan anggota Dewan Pers, Dahlan mempertemukan HCB dan Zul, Jumat (16/5/2025) malam. Dua kubu yang berseteru sepakat mengakhiri perpecahan dan menyatukan langkah melalui Kongres Persatuan PWI.

Kongres pun dilaksanakan. Kongres juga menyatukan pengurus, menuntaskan laporan pidana/perdata antaranggota, dan memilih pengurus baru. Direktur Utama LKBN ANTARA, Akhmad Munir, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat untuk periode 2025-2030, menandai berakhirnya era dualisme.

Pengakuan Dahlan Dahi

Setelah menerima penghargaan, Dahlan Dahi mengaku niatnya menyatukan PWI semata-mata didasari ketulusan hati, yang tidak ingin melihat sesama insan pers saling bertengkar. “PWI ini kan organisasi pers tertua di Indonesia. Saya tidak ingin saat saya pensiun, melihat para wartawan berkonflik tiada ujung,” ujar Dahlan Dahi.

Ketua Umum PWI Akhmad Munir menyampaikan bahwa pemberian penghargaan kepada Dahlan Dahi ditujukan atas jasa-jasanya menyelesaikan konflik dualisme PWI. “Beliau bisa merajut kembali perbedaan-perbedaan keras antara Bang HCB dan Bang Zul,” ucap Akhmad Munir.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *